Pagi mas,
Kayaknya minggu ini kita cerita ttg 'kepala' ya...hehhehe...tapi emang semua 
enak kok

Feria
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Abdur Rohman <[email protected]>

Date: Fri, 29 May 2009 21:36:14 
To: <[email protected]>
Subject: [bango-mania] Kenyalnya Kepala Ikan



Kenyalnya Kepala Ikan




MENIKMATI
ikan lazimnya memang di bagian tubuh. Bagian ini banyak diolah karena
memang dagingnya berlimpah. Namun jangan salah, organ kepala pun nikmat
untuk dicecap. Karena kepala ikan memberikan cita rasa yang lebih kaya.
Lidah pun menjadi lebih bebas bereksplorasi rasa.

Kekayaan rasa
tersebut menurut Umar Schaichan, chef Mercure Grand Mirama Hotel
Surabaya karena kepala adalah pusat cita rasa dari ikan itu sendiri.
Aroma ikan juga lebih kuat dan mempunyai tulang terbanyak. ''Untuk
makanan yang ingin mengambil aroma ikan yang kuat biasanya memanfaatkan
kaldu dari kepala ikan,'' lanjut Umar.

Apa yang bisa dimakan
dari kepala ikan? ''Banyak sekali,'' kata Umar. Di area leher bercokol
daging. Lalu di sekitar pipi, bibir, maupun di area bagian dalam juga
ada. Bahkan di area mata ikan lezat juga disantap. Namun memang, daging
di bagian kepala tekstur dan rasanya sedikit berbeda dari tubuh. Area
ini banyak mengandung lemak dan minyak sehingga tekstur daging lebih
licin, halus dan kenyil-kenyil. ''Tapi rasanya maknyus,'' kelakar Umar.

Supaya
bisa merasakan daging kepala ikan seutuhnya, memasak tidak bisa dengan
jalan digoreng. Pengolahannya tertentu saja. Misalnya diolah menjadi
sup atau gulai. Seperti pada beberapa olahan nusantara. Misalnya Woku
di Manado, Gulai kepala ikan di Padang, atau kepala ikan kuah asam khas
Ambon.

Namun memang tidak semua kepala ikan bisa diolah menjadi
masakan. Kebanyakan adalah ikan-ikan yang mempunyai ukuran besar.
Dengan ukuran tubuh yang besar, otomatis ukuran kepala ikan juga jumbo.
Menikmatinya pun lebih puas. Macam ikannya seperti salmon atau kakap
baik kakap merah maupun putih. Tapi di antara itu, kakap merah yang
paling banyak diolah. Selain cita rasa daging yang mantap, ukuran tubuh
kakap merah juga juara.

Memasak kepala ikan juga perlu teknik.
Belah kepala ikan menjadi dua supaya bumbu gampang meresap. Memasaknya
harus di atas api kecil supaya kepala tidak ''pecah''. ' 'Bila tidak
berhati-hati memasak kepala ikan bisa berantakan,'' tambah Umar.

Kalau
mencari olahan khusus kepala ikan, rumah makan Tanase di kawasan Perak
bisa menjadi jujugan. Namun, di sana kepala ikan hanya disajikan dalam
satu jenis masakan, yaitu dengan kuah asam khas Ambon. Menggunakan
bumbu kuning yang dicampur dengan belimbing wuluh, rasa olahan ini
jelas segar. ''Kalau diolah dengan santan rasanya enek. Kuah asam
kuning ini lebih pas di Surabaya,'' ujar Mieke, pengelola rumah makan
Tanase.

Olahan kepala ikan Tanase, menggunakan ikan kakap.
Ukurannya pun sengaja dipilih yang jumbo sekitar 2-3 kg. ''Kakap ukuran
itu daging kepalanya lebih terasa. Rasanya gurihnya juga lebih kena di
lidah, seperti daging ayam,'' lanjut Mieke. Sebagai sajian khas Ambon,
Kepala Ikan Kuah asam ini sejatinya dinikmati bersama papeda atau bubur
sagu. ''Tapi karena sudah di Surabaya, kuah asam disajikan dengan
nasi,'' katanya. (ign/tia)

Sumber: Jawa Pos
Foto: www.bestmalaysianfood.com/
Simak info kuliner nusantara lainnya di http://kecap-bango.blogspot.com




      

Kirim email ke