Ayam Betutu Selalu Dirindukan




BEGITU mendengar nama ayam
betutu, orang pasti melayangkan pikiran ke Bali. Sebab, masakan
tersebut makanan khas dari Pulau Dewata. Tak heran, banyak orang Bali
ahli membuat masakan nikmat itu. Salah seorangnya Ni Wayan Ngayon.

Nenek
empat cucu itu sangat terampil membuat menu yang selalu dirindukan oleh
warga Bali yang tinggal di metropolis. Maklum, sejak kecil wanita
berusia 60 tahun itu akrab dengan masakan istimewa tersebut. "Sejak kecil saya 
memang senang memasak," ujar ibu empat anak tersebut.

Memang,
di daerah kelahirannya, Buleleng, hampir semua wanita bisa memasak.
Bahkan, sejak masih berstatus anak-anak, mereka diajari memasak.
Biasanya, mereka belajar memasak ketika ada hajatan. Saat itulah semua
warga desa, termasuk anak-anak, turut menyiapkan masakan untuk para
undangan yang datang. "Dari situlah, sedikit demi sedikit saya
mendapatkan pengetahuan memasak," ucapnya.

Akhirnya, ketika
dewasa, wanita yang akrab disapa Wayan tersebut menguasai berbagai
resep masakan khas daerah kelahirannya. Dia tidak merasa kesulitan
meski harus menyajikan makanan dengan bumbu jangkep (lengkap) yang
memiliki ragam sangat banyak. "Ciri khas masakan Bali memang pada bumbu
jangkep itu," ungkap dia.

Menurut dia, bumbu tersebut tidak
hanya bermanfaat untuk membuat masakan enak. Lebih dari itu, ragam
bumbu yang digunakan dalam masakan memiliki khasiat bermacam-macam
untuk menjaga kesehatan badan. Jahe, misalnya, mampu menghangatkan
badan dan mencegah masuk angin. Serai berfungsi membuat badan tetap
wangi dan segar. "Selain bisa menyedapkan masakan, bumbunya juga
bermanfaat," tutur wanita yang tinggal di kawasan Sidosermo itu.

Bahkan, lanjut dia, sajian ayam
betutu andalan tersebut juga dapat disantap oleh siapa saja, tidak
terkecuali warga evergreen. Mereka tidak perlu khawatir dengan ancaman
kolesterol. Sebab, pada sajian itu yang digunakan ayam kampung pilihan.
Ayam tersebut minim lemak, tapi tetap memiliki rasa gurih dan nikmat
karena rajikan bumbu jangkep benar-benar meresap. "Masakan ayam betutu itu juga 
mengandung serat. Sebab, ada daun singkong sebagai pelengkap," ucapnya.

Daun singkong dimasak bersama ayam. Daun itu dimasukkan ke dalam tubuh ayam
utuh, baru dikeluarkan ketika disajikan. Jadi, masakan tersebut
benar-benar memiliki cita rasa khas yang berkhasiat melancarkan
pencernaan. "Bagi yang tidak suka dengan daun singkong, masakan ayam betutu 
bisa disajikan tanpa daun tersebut," tutur pemilik rumah makan
Singgah Rasa yang khusus menyajikan masakan Bali di daerah Ketintang
Baru Selatan dan sebuah kantin di Pura Agung Jagad Karana itu.

Untuk mendapatkan serat, mereka bisa menggantinya dengan sayur khas Bali dari 
pohon pisang
muda, terkenal dengan nama jukut ares. Dalam bahasa awam, sebutannya
sayur ares. Sayur yang memiliki rasa gurih, pedas, dan sangat kuat
aroma bumbunya itu sering juga disajikan ketika ada hajatan.

Meski
terlihat sederhana, cara pembuatan sayur istimewa tersebut tidak mudah.
Bahkan, batang pohon yang bisa dimasak tidak sembarangan. "Yang bisa
dibuat jukut nikmat adalah pohon pisang kepok, pisang batu (klutuk,
Red), dan pisang hutan," papar Wayan.

Bukan hanya pemilihan
pohon yang harus diperhatikan. Cara pengolahan ikut menentukan
kesempurnaan rasa jukut ares. Sebab, jika salah mengolah, rasa jukut
bisa sepet. Hal tersebut merupakan dampak getah pohon pisang yang ikut larut 
dalam masakan. "Untuk menghilangkan getah atau rasa sepet, inti terdalam pohon 
pisang yang bakal menjadi daun harus dihilangkan," ujarnya. "Setelah pohon 
pisang termuda diiris tipis-tipis, bagian tersebut diambil," sambungnya.

Selain itu, kandungan air dalam pohon harus dihilangkan. Caranya, tiriskan 
potongan batang pisang, lalu taburi dengan garam. Diamkan potongan itu beberapa 
jam,
kemudian peras airnya hingga hilang. Bisa juga ditekan dengan tangan,
talenan, atau alat lain. Setelah itu, cuci potongan tersebut
berulang-ulang. "Sayur ares cocok dimakan dengan sambal bawang merah goreng 
yang renyah," tegasnya. (may/nda)

Ayam Betutu Istimewa

Bahan:
Ayam kampung satu ekor
Daun singkong satu ikat

Bumbu:
Bawang putih enam siung
Bawang merah enam siung
Cabai merah besar lima buah
Cabai rawit 10-20 buah
Jahe satu ruas
Ketumbar satu sendok teh
Kunyit tiga ruas
Lengkuas satu ruas
Terasi secukupnya
Garam secukupnya
Serai satu batang
Daun jeruk dua lembar
Daun salam hijau satu lembar

Cara Membuat:
Ayam dan daun singkong dibersihkan. Bagian dalam ayam (jeroan) dihilangkan.
Haluskan semua bumbu agak kasar. Kecuali, serai, daun jeruk, dan daun salam.
Tumis bumbu dengan sedikit minyak hingga layu dan harum. Tambahkan serai, daun 
jeruk, dan daun salam. Aduk sampai rata.
Setelah rata, siram bumbu dengan air secukupnya, sesuai selera.
Setelah itu, masukkan ayam yang bagian dalamnya telah diisi daun singkong.
Masak terus sampai air mendidih dan ayam agak empuk serta semua bumbu merasuk.
Bolak-balik ayam hingga bumbu benar-benar merata.
Setelah rata, angkat ayam, bungkus dengan daun pisang seperti membuat lemper. 
Supaya air kuah tidak bocor, membungkusnya harus rapat.
Kukus ayam sampai lunak selama dua hingga tiga jam.
Setelah matang, angkat, keluarkan daun singkong dari perut ayam, sajikan.

---

Jukut Ares
Bahan:
Pohon pisang muda satu batang (ambil bagian paling dalam)
Tetelan ayam, bebek, atau mentok

Bumbu:
Bawang putih enam siung
Bawang merah senam siung
Cabai merah besar lima buah
Cabai rawit 10-20 buah
Jahe satu ruas
Kemiri empat buah
Kunyit tiga ruas
Kencur satu ruas
Lengkuas satu ruas
Terasi secukupnya
Garam secukupnya
Serai satu batang
Daun jeruk dua lembar
Daun salam hijau satu lembar

Cara Membuat:
Haluskan semua bumbu agak kasar. Kecuali, serai, daun jeruk, dan daun salam.
Tumis bumbu dengan sedikit minyak hingga layu dan harum. Tambahkan serai, daun 
jeruk, dan daun salam. Aduk sampai rata.
Tetelan dipotong-potong sesuai selera, masukkan ke dalam bumbu.
Terus masak bumbu hingga berubah warna dan hampir matang. Lalu, tambahkan air 
sesuai selera.
Pohon pisang
yang dibersihkan dan diambil bagian terdalamnya diiris tipis-tipis.
Inti pada pohon yang kelak menjadi daun (bakal daun) dibuang.
Tiriskan dan beri garam. Air dalam pohon dihilangkan dengan cara menekan irisan 
pohon pisang hingga air keluar.
Cuci dengan air bersih sambil tetap dihilangkan airnya berulang-ulang.
Setelah benar-benar bersih dan air dalam pohon pisang tidak ada lagi, baru 
dimasukkan ke dalam campuran bumbu dan tetelan.
Masak terus hingga sayur matang dan lunak.

---

Sambal Bawang Goreng
Bahan:
Bawang merah tiga siung
Cabai rawit tiga buah

Cara Membuat:
Bawang merah diiris tipis, lalu digoreng hingga kekuningan.
Cabai diiris tipis, goreng sebentar dalam minyak atau cukup disiram minyak 
panas.
Setelah semua matang, sajikan dengan cara ditaruh dalam wadah. Setengah bagian 
bawang merah dan setengahnya untuk cabai.
Sajikan bersama jeruk limau agar lebih segar.
Cara
memakan, ambil bawang merah goreng secukupnya. Tambahkan cabai sesuai
selera, lalu beri sedikit air jeruk dan diaduk sambil ditekan-tekan.

Sumber: Jawa pos
Simak info kuliner nusantara lainnya di http://kecap-bango.blogspot.com


      

Kirim email ke