Santapan Nusantara yang Senantiasa Menggoda
Senikmat-nikmatnya sushi dari Jepang atau pasta ala Italia, kalau lidah sudah kadung cinta dengan rempah-rempah, maka masakan Indonesia juga lah yang jadi pemenangnya. Dengan kekayaan alam akan rempah-rempah yang beragam dan seolah tak ada habisnya, tak heran jika Belanda menjaja kita hingga beratus-ratus tahun lamanya. Jika mau dihitung, dari setiap rempah-rempah yang ada di Indonesia, mungkin akan tercipta ribuan variasi rasa. Apalagi jika dipengaruhi dengan budaya dan adat istiadat setempat. Contohnya saja soto. Hampir setiap daerah memiliki soto dengan sajian yang berbeda. Ada soto Madura, soto Ambengan, soto Betawi, dan soto-soto lainnya. Bahkan soto Betawi pun tidak memiliki resep yang pasti karena ada saja tambahan rempah-rempah yang membuatnya berbeda, tergantung siapa yang memasak dan meraciknya. Walaupun disajikan dengan cara berbeda, ada saja resep-resep lawas yang masih bertahan dan bahkan populer hingga beberapa generasi. Sebut saja Es Krim Ragusa dan Es Baltic yang tetap digemari hingga saat ini. Selain itu, ada pula Soto Betawi Haji Ma’ruf di TIM atau Mi Ayam Gondangdia yang dari dulu hingga sekarang tetap kerap jadi langganan para pejabat. Sejian makanan tradisional mungkin saja tidak seapik yang disajikan di hotel berbintang lima, namun justru makanan yang kebanyakan dijajakan di pinggir jalan ini menebarkan aroma masakan yang harum, sehingga menggoda siapa pun yang melintas untuk mencobanya. Apalagi jika kantor atau rumah Anda berada dekat dengan kawasan pusat jajan yang menawarkan aneka makanan khas tradisional. Kunjungi Pusat Jajan Menyambangi pusat jajan adalah cara paling muda untuk mencoba aneka jajan dan makanan khas Indonesia. Di Jakarta ada beberapa psat jajan dan makanan yang tak boleh Anda lewatkan begitu saja. Untuk makanan dari hasil laut alias seafood, Muara Karang dan daerah sekitar Jakarta Utara adalah tempat yang paling pas dan tepat untuk mencicipi aneka hidangan laut, mulai dari kerang, ikan bawal, hingga kepiting. Dijajakan dekat dengan laut membuat hindangan ini terasa lebih segar dan nikmat jika disantap di tempat. Untuk makanan yang lebih beragam mulai dari masakan Manado hingga Jawa, Anda bisa menyambangi daerah Kelapa Gading dan sekitarnya. Dijamin, banyak sekali aneka masakan yang bisa dipilih sesuai dengan selera dan kocek Anda. Di daerah Rawamangin, Jakarta Timur, walau pun tak selengkap Kelapa Gading, juga ada pusat jajanan. Tepatnya di sekitar Tip Top. Sementara di daerah selatan ada Blok S yang menjanjikan lebih banyak varian masakan mulai dari bakso tenis yang berukuran besar hingga Chinese food yang menyajikan aroma menggoda. Untuk Anda yang berdomisili atau berkantor dekat dengan daerah pusat, ada pusat jajan di Jl. Sabang yang tetap eksis dari dulu hingga sekarang. Masakan yang ditawarkan pun jauh lebih beragam. Mulai dari sate kambing dengan resep lawas hingga steak Abuba ada di sana. Tak jauh dari Jl. Sabang ada juga pusat jajanan atau makanan yang hanya hadir pada malam hari, yaitu di Jl. Pecenongan. Walaupun didominasi oleh Chinese food yang ditarasanya sangat cocok di lidah orang Indonesia, Anda masih tetap bisa menjumpai es canpur Asgar (asli Garut) yang citarasanya asli Indonesia. Hidangan Khas Daerah Sebagai ibukota, Jakarta memang nyaris menyediakan semua hidangan yang menjadi favorit. Mulai dari kue-kue khas daerah seperti serabi Solo hingga coto Makassar atau aneka makanan Manado nan pedas ala Beautica. Walaupun tersaji demikian banyaknya, tetap saja keinginan untuk mencicipi masakan tertentu tetap ada, misalnya saja serabi khas Solo Notosuman, tengkleng asli racikan Ibu Edi di daerah Pasar Klewer Solo, Rujak Cingur Sedati di daerah Juanda Surabaya, atau Brongkos Ibu Suprih dari Jogjakarta. Tentu saja untuk berkunjung ke daerah asalnya Anda harus menyempatkan waktu tersendiri. Bagi seorang pecinta kuliner tentu akan selalu ada waktu yang disempatkan. Lalu apa jadinya jika kesibukan pekerjaan tak memungkinkan Anda menjelelajahi tanah air untuk sekadar mencicipi hidangan nusantara yang senantiasa menggoda? Jika tak punya waktu untuk berbutu makanan atau sekadar mencicipi hidangan khas dari daerah di luar Jakarta, kecap Bango baru-baru ini menggelar acara tahunan bertajuk Festival Jajanan Bango di Jakarta dan kota-kota lain yang menjadi pilihan. Di acara tersebut, biasanya hadir puluhan hinga ratusan pedagang dari berbagai daerah di Jakarta dan kota-kota lainnya. Kehadiran mereka bukan sekedar untuk menjajakan hidangan khas yang menjadi andalan, namun juga memperkenalkan keberadaan mereka. Contohnya saja Rujak Cingur sedati Ibu Nur Aini yang membuat pengunjung antri untuk sekadar berkangen-kangenan dengan racikan rujaknya atau Tahu Baso Ibu Pudji dan dalam dua hari festival selalu habis diserbu pengunjung. Belum lagi Mi Ayam Bloon yang antriannya yak kunjung habis. Membludaknya pengunjung setiap kali acara Festival Jajanan Bango diadakan menambahkan keyakinan bahwa masakan dengan citarasa selera Nusantara selalu menggoda lidah masyarakat Indonesia. Jika Anda orang Indonesia asli yang lahir dan besar di negeri sendiri tentu sepakat dengan hal ini. Apalagi jika masakan tersebut disajikan dengan sepenuh hati dari bahan-bahan pilihan yang berkualitas. Dijamin, rasanya tak ada duanya. (aya) Sumber: KOMPAS CETAK/31 Mei 2009 Foto: arohman.co.cc Simak juga di http://kecap-bango.blogspot.com
