Postingan dan foto asli >>
http://blog.tukangmakan.com/2009/06/06/kuliner-praha-dan-tutorial-absinthe/

Eropa timur lagi. Sebetulnya weekend kemarin waktu saya disana sedang ada
Food Festival yang lumayan rame tapi tiket masuknya mahal sekali, dan di
dalam masi harus bayar lagi buat jajan jadi kami skip

Eniwe. Ada yang menarik dari salah satu makanan khas Praha. Namanya
dumpling. Terdengar biasa mungkin di chinese restaurant yang menyajikan
shrimp atau beef dumpling, tapi di Praha yang namanya dumpling adalah adonan
roti/kentang dicampur tepung kanji, bukan tepung terigu. Jadi rasanya kenyal
dan cepet bikin kenyang. Di bawah ini adalah Vltavin (haha saya ndak tau
gimana bacanya), makanan khas Ceko yang terdiri dari sirloin dengan saus
krim, cranberries, dan lemon. Rasanya spicy tapi manis apalagi dengan
whipped cream dan potongan berry diatas dagingnya.



VltavĂ­n, Restaurant U Vltavy
Yang gak kalah mantap adalah daging panggangnya. Kalau ke praha jangan lupa
coba Roast Pork. Sebelumnya maap bagi yang ndak makan babi. Roasted pork
biasanya disajikan dengan takaran 500 gram, lalu dihidangkan lengkap dengan
panggangan dan tusukannya kayak babi guling gitu. Katanya satu porsi roast
pork ala praha bisa buat ngasi makan kuda saking gedenya. kuda kok makan
babi


Saya cuman kuat makan roasted duck dengan bacon dumpling. Itu aja porsinya
disajikan di baskom Makanan ini namanya Old Bohemian roast duck with
sauerkraut, champignon and rosemary. Sauerkraut itu kubis yang difermentasi.
Rasanya rada asam, pas untuk dipasangkan dengan daging panggang jadi makan
dagingnya gak sampe eneg.



Old Bohemian Roast Duck, Restaurant Svejk
Gak cuman makanannya yang eksotis, Praha juga dikenal dengan breweries nya.
Brewery tertua di Ceko diperkirakan ada pada tahun 1118, bahkan republik
Ceko memegang rekor sebagai pengonsumsi bir per kapita terbanyak di dunia.
Gak cuma bir biasa yang kadar alkoholnya sekitar 5-7 %, bir berkadar alkohol
0.5 % juga ada. Bir khas Ceko yang dihasilkan oleh brewery tertua mereknya
Pilsner Urquell. Rasanya menurut saya lebih kuat dan lebih pahit
dibandingkan Heineken tapi enak.

Ngomong-ngomong minuman, mengejutkan juga di Praha ini cukup banyak toko
tembakau yang menjual alat untuk nyimeng dan juga minuman beralkohol tinggi.
Yak kesempatan saya beli miniatur botol-botol minuman macem JackD, Smirnoff,
Bacardi, dan gak lupa Absinth. Pertama kali coba minuman beralkohol 70 %
kayak cairan desinfektan ini di Budapest saya langsung shoot aja, dan
setelah diberi tahu oleh seorang teman, ternyata cara minum absinth itu
unik. Dibakar.



Satu sloki absinth 4cl udah cukup untuk membuat malam jadi panas kok. Gak
usah banyak2. Siapkan sendok teh, gula pasir dan korek api. Taruh gula pasir
di sendok lalu celupkan di absinth. Jangan sampai gulanya tumpah. Setelah
gula basah, bakar gula di atas sendok hingga sedikit meleleh lalu setelah
api padam celupkan sendok ke dalam absinth. Oh iya harus hati-hati menaruh
sendoknya karena jika gula yang masih terbakar menetes ke gelas, maka
permukaan gelas akan terbakar.



Yak itulah contoh kalo apinya sampai membakar absinth yang ada di gelas. Dan
dua mulut cewek-cewek imut kayak saya dan gigie harus niup api ini sampe
absinthnya tinggal tiga perempat.

Sekian dulu bagi-bagi pengalaman saya di Praha. Sampai jumpa lagi bulan
depan dengan kuliner Mediteran!

*foto-foto koleksi pribadi. Alamat restoran bisa dilihat di link.


--
http://didut.dagdigdug.com - kopdar ... kopdar ... dan kopdar lagi...
http://tukangmakan.com - makan .... makan ... dan makan lagi...

Kirim email ke