Kerang Sebaiknya Tidak Digoreng
ADA berbagai macam kerang yang bisa disulap sebagai sajian lezat. Mulai kerang kelas terjangkau seperti kerang darah dan hijau. Sampai kerang high end. Misalnya, oyster, scallop, dan mussle. ''Yang paling mahal jenisnya abalone. Kerang itu berada di kedalaman 300 meter permukaan laut,'' kata Maranata Butar-Butar, executive chef Hotel JW Marriott Surabaya. Dipaparkan chef yang akrab disapa Nata itu, harga abalone sekitar Rp 600-800 ribu per kaleng. ''Tekstur daging abalone juga lebih kenyal dibanding kerang lain. Itu juga membuat kerang tersebut lebih mahal," ulasnya. Untuk memasak kerang tidak membutuhkan teknik khusus. Namun, lelaki 35 tahun itu menyarankan agar tidak menggoreng kerang. Cara pemasakan seperti itu akan membuat vitamin dan mineralnya cepat hilang. ''Selain itu, juga akan mengubah tekstur kerang,'' paparnya. Kalaupun hendak digoreng, Nata menyarankan kerang dibalut tepung terlebih dahulu. Tak usah terlalu tebal, tipis namun merata. Kemudian, dipanaskan di penggorengan dengan sedikit minyak. ''Tak lebih dari 30 detik, kerang langsung diangkat dari penggorengan,'' ucapnya. Kerang juga bisa dikukus dan dipanggang. Khusus jenis mussle, bisa dimakan ala sushi alias dimakan mentah. Untuk menghilangkan amis, kerang mussle bisa diasapi dulu. ''Setelah itu, bisa langsung dimakan,'' kata Nata. Untuk jenis oyster, bisa diberi air perasan jeruk untuk menghilangkan amis. Sebelum dimasak, kerang, khususnya yang langsung dari laut, mendapatkan perlakuan khusus. ''Jika beli di supermarket, biasanya sudah bersih. Tinggal, diolah,'' teran Nata. Untuk kerang fresh dari laut, kerang dibasuh dengan air mengalir selama 72 jam. Atau direndam selama 15 hari. Tiap hari, air rendaman diganti. Tujuannya untuk membersihkan kerang beserta cangkangnya. (ai/tia) Sumber: JAWA POS Foto: menuewoy.blogspot.com klik juga http://kecap-bango.blogspot.com atau http://www.bangomania.org
