Lezatnya Lotek Bruk Menceng Bu Jami KETIKA berkunjung ke Wonosobo yang dikenal berhawa dingin, rasanya tak puas sebelum mencicipi Lotek Bruk Menceng ala Bu Jami yang dikenal memiliki kelezatan sangat khas.
Adonan bumbu kacang lotek, terasa gurih dan pedasnya sangat pas di lidah. Tak heran apabila banyak pelanggan yang ketagihan ingin kembali menyantap nikmatnya makanan tradisional terbuat dari berbagai sayur-sayuran ini. Letaknya yang berada di pusat kota, tepatnya di pojok perempatan (bruk menceng) Jalan Serayu No 1 Kampung Bentengsari Kota Wonosobo, membuat warung lotek Bu Jami tak pernah sepi pembeli. Pelanggannya bukan hanya dari masyarakat umum saja, tapi juga dari kalangan pegawai kantor, PNS, sampai pelajar. Bahkan penduduk asli Wonosobo di luar kota yang sedang pulang kampung, seringkali merasa belum afdol sebelum mampir merasakan kenikmatan Lotek Bruk Menceng Bu Jami. Menurut penuturan Bu Jami (67), ia sudah berjualan lotek sejak 1965. Sekilas tidak ada yang istimewa dari lotek buatannya. Bumbu dan resep mengolahnya juga sama dengan lotek pada umumnya. Hanya saja untuk masalah racikan bumbu, Bu Jami mengaku memiliki resep tersendiri yang mampu membuat pelanggan ketagihan. Selain itu ia juga selalu memperhatikan bahan sayuran yang digunakan sebagai asupan membuat loteknya. “Terpenting, untuk mendukung kenikmatan rasa lotek, kondisi sayuran yang dibeli harus segar. Kacangnya juga saya pilih yang berkualitas, sehingga ketika dibuat racikan untuk bumbu kacang, rasanya mampu mendukung kelezatan lotek,” tutur Bu Jami. Banyaknya pelanggan yang datang silih berganti setiap harinya, membuat Bu Jami kewalahan. Bahkan ia harus dihadapkan dengan perilaku pelanggan yang beraneka ketika harus mengantre. Ada yang tidak sabar minta cepat-cepat, tapi ada yang sabar menanti. Hal itu selalu disikapinya dengan penuh ramah dan senyum. Malah jika ada pelanggan yang menyusu-nyusu, ia justru meladeninya dengan sangat lambat atau santai. Itu dilakukan agar pelanggan juga bisa belajar dengan yang namanya sabar. Berbekal keuletan dan semangat, membuat lotek Bu Jami semakin diminati. Baginya dalam menjalankan usaha terpenting harus ditekuni dengan serius dan sabar. Sikap ramah tamah, santun, dan murah senyum juga selalu dipegang teguh Bu Jami. Hal itulah yang mampu membuatnya tetap bertahan selama puluhan tahun sebagai penjual lotek di Wonosobo. (Ariswanto)-g Sumber: www.kr.co.id -- ~tomo~ http://kulineronline.wordpress.com http://www.facebook.com/wisatakuliner
