Kreasi Masakan Pelengkap Tumpeng Phoa Tjay Joen
SURABAYA | Saat menyantap nasi tumpeng yang biasa disajikan dalam acara selamatan, pasti akan ditemui beraneka ragam lauk pelengkap. Mulai urap-urap, sambal goreng tempe kentang dan kacang, hingga ayam bumbu rujak merah yang terasa gurih dan nikmat. Tiga masakan itulah yang sering dibuat oleh Phoa Tjay Joen. Perempuan yang lebih akrab disapa Ibu Tirta Santosa tersebut memang ahli membuat tumpeng. Jadi, tidak heran bila dia bisa membuat masakan yang tidak sederhana itu. "Dulu, awalnya saya hanya coba-coba, tapi sekarang sudah benar-benar bisa," katanya. Meski masih banyak lauk pelengkap dalam tumpeng, perempuan berusia 59 tahun tersebut mengaku bahwa masakan yang paling dikenal orang adalah ayam bumbu rujak merah buatannya. "Rahasianya, terletak pada ayam kampung. Jadi, dagingnya memang gurih," ujar nenek tiga cucu itu. Memang, untuk membuat resep tersebut, perempuan kelahiran Surabaya itu tidak pernah memakai ayam petelur. Dia selalu menggunakan ayam kampung. Menurut dia, selain gurih, kandungan lemak di dalamnya tidak terlalu banyak sehingga para warga evergreen tak perlu khawatir untuk menyantap. Apalagi, dia menggunakan cara memasak tradisional. "Ayamnya dibakar dulu, baru diberi bumbu," ucapnya. Sambal goreng tempe, kentang dan kacang juga menjadi andalannya. Sebab, sambal goreng buatan ibu tiga anak itu memiliki cita rasa yang khas. Selain tidak terlalu pedas, bahan tempe, kentang, dan kacangnya benar-benar renyah, tidak lembek. Sebab, air untuk memasak tidak terlalu banyak. "Kalau dimakan, langsung terasa kress," tutur dia. Kerenyahan sambal goreng tersebut, lanjut dia, tidak hanya bertahan untuk satu hari saja. Asalkan disimpan dengan benar dalam wadah tertutup rapat, masakan tersebut bisa tahan hingga seminggu dengan tetap memiliki rasa dan kerenyahan serupa. "Kuncinya supaya renyah, saat menggoreng harus benar-benar garing," ujarnya. Perempuan yang punya hobi menyanyi itu mengatakan, banyak manfaat dari masakan sambal goreng buatannya. Bahan utama tempe yang banyak digunakan bermanfaat untuk mencegah anemia dan osteoporosis (keropos tulang), dua penyakit yang sering dikeluhkan oleh para warga berusia di atas 50 tahun. Selain itu, tempe dipercaya dapat menjaga kesehatan karena bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Termasuk, mencegah penuaan. "Bawang putih yang cukup banyak digunakan sebagai bumbu dalam masakan juga berfungsi untuk mencegah kolesterol," jelasnya. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan serat makanan, urap-urap segar buatan ibu Tirta patut dipertimbangkan. Sebab, urap tersebut menggunakan bahan utama berupa sayuran. Meski cara pembuatannya sederhana dan bahan yang digunakan juga tidak terlalu rumit, keuntungan dari makanan tersebut sangat banyak. Salah satunya, memperlancar pencernaan. "Setelah makan sayur, kita pasti bisa ke belakang," ucapnya, lalu tertawa. Bermula dari Tumpeng Dadakan Kepandaian Phoa Tjay Joen membuat tumpeng plus beraneka ragam lauk pendukungnya terjadi karena tidak disengaja. Itu diawali ketika ada kegiatan pembukaan toko baru milik suaminya, Tirta Santosa. Saat itu, sebagai seorang istri, dia ditunjuk untuk mengurusi hal yang berkaitan dengan konsumsi. Termasuk, menyiapkan tumpeng lengkap sebagai syarat dalam tradisi selamatan. "Waktu itu saya bingung mencari penjual tumpeng, sudah mencari ke mana-mana, tidak ada," ujarnya. Karena tidak menemukan penjual jasa yang diinginkan, dengan modal nekat, dia membuat tumpeng sendiri. Berbekal kemampuan memasak seadanya, dia mulai berkutat di dapur, menyiapkan tumpeng plus lauk sambil melihat resep di buku masakan. Meski dengan bersusah payah, dia akhirnya bisa menyelesaikan nasi tumpeng. Seluruh keluarga dan undangan didaulat untuk menikmati santapan utama dalam syukuran tersebut. Tentu saja, Phoa Tjay Joen deg-degan ketika orang-orang mulai mengambil masakan yang dibuatnya. Dia khawatir kalau ternyata masakannya jauh dari harapan dan rasanya tidak enak. "Ternyata, kekhawatiran saya tidak terbukti," ucap dia. "Banyak kolega suami saya yang memuji masakan karena rasanya enak. Ada juga di antara mereka yang bertanya di mana tempat memesan tumpeng istimewa itu," sambungnya, lantas tersenyum. Pengalaman itu pun memicu rasa percaya diri perempuan yang sering disapa Ibu Tirta tersebut untuk membuka usaha di bidang makanan. Tepat pada 1979, dia mulai membuka usaha katering berlabel Ronald Catering. Saat itu, ibu Jimmy Chang, Imelda Chang, dan Ronald Chang tersebut mulai menangani kebutuhan katering rumah tangga dan perusahaan. Dengan berbagai menu andalan dan beragam. Tapi, resep tumpeng tetap menjadi andalan. Wortel dan Perkedel Jadi Alat Pembelajaran Cucu Sebagai seorang nenek, Phoa Tjay Joen memiliki hubungan yang amat dekat dengan para cucunya. Terutama, cucu paling besar, Catalina Chang. Phoa Tjay Joen sering menghabiskan waktu dengan bocah berusia empat tahun itu. Berbagai hal mereka lakukan bersama, mulai memasak hingga belajar menyanyi dan berhitung. "Sejak kecil, saya mengajari dia menyanyi, berhitung dan mengenal warna," katanya sambil melirik cucu kesayangannya yang duduk di kursi sebelah. Proses pembelajaran perempuan berusia 59 tahun itu tergolong unik. Tidak seperti para pendidik atau guru di sekolah pada umumnya yang biasa menggunakan media kertas atau alat hitung untuk belajar, Phoa Tjay Joen memilih bahan masakan untuk mengajari cucunya. Misalnya, untuk mengenalkan warna, perempuan kelahiran Surabaya tersebut biasa menunjuk bahan masakan sekaligus menyebutkan warnanya. Contohnya, merah pada tomat, oranye pada wortel, hijau pada sayur seperti bayam. "Jadi, cucu saya bisa belajar sambil praktik langsung," ujarnya. Untuk berhitung, nenek tiga cucu itu tetap melaluinya saat memasak makanan. Contohnya, saat membuat perkedel. Biasanya, Catalina dilibatkan oleh ibu tiga anak itu untuk membuat makanan berbahan dasar kentang tersebut. Catalina pun diajari berhitung. "Kalau perkedelnya sudah jadi, saya dan cucu mulai menghitung bersama-sama," ucapnya. Tidak lupa, perempuan yang sering disapa Ibu Tirta itu memberikan simbol melalui jari tangan untuk hitungan. Dengan demikian, cucunya tidak sekadar paham dan hafal hitungan yang dihasilkan. Tapi, dia juga mengerti simbol hitungan jari tangan. Hal tersebut dibuktikan saat Catalina ditanya angka empat, dengan cekatan dia mengacungkan empat jari tangannya ke atas dan melipat satu ibu jarinya. "Seperti itulah dia kalau ditanya, selalu menjawab dengan benar," pujinya untuk Catalina. Karena memiliki manfaat yang besar untuk belajar, Phoa Tjay Joen tidak pernah melarang cucunya terlibat dalam proses memasak. Justru, Phoa Tjay Joen sangat terbuka dan menerima dengan senang hati ketika cucunya menemani memasak. "Sering sekali cucu saya dudukkan di atas meja dengan bahan masakan biar mereka berkreasi sendiri," ujarnya. Phoa Tjay Joen juga mengajari cucunya bernyanyi. Aktivitas menyenangkan itu dilakukan ketika sedang mempersiapkan pesanan masakan. Biasanya, kegiatan bernyanyi tersebut dilakukan saat mereka sedang melipat kardus untuk tempat masakan. Ketika sedang sibuk melipat itulah, biasanya wanita kelahiran Surabaya tersebut mendendangkan lagu anak-anak untuk cucunya. "Cucu saya ikut bernyanyi bersama. Rasanya senang sekali bisa memasak sambil mengajari cucu hal-hal bermanfaat," katanya. (may/ayi) --- Ayam Bumbu Rujak Merah Bahan: - 1 ekor ayam kampung Bumbu: - Kemiri 5 biji - Bawang putih 1 brongkol - Kelapa tua untuk santan setengah buah - Garam 1 sdt - Gula 2 sdm - Cabai merah besar 1 ons - Minyak goreng untuk menumis Cara Membuat: - Ayam dibersihkan, lalu dibakar hingga matang dan sisihkan. - Cabai besar merah dibuang bijinya lalu direbus hingga lunak. - Setelah lunak, haluskan cabai dengan bumbubumbu lain, yakni bawang putih, kemiri, garam, dan gula. - Setelah semua bumbu halus, tumis dengan minyak goreng hingga berbau harum. - Tambahkan santan, masak terus hingga mendidih. - Terakhir, masukkan ayam sambil diaduk terus hingga bumbu meresap dan ayam siap disantap. --- Urap Urap Nikmat Bahan: - Seperempat kg tauge - 1 ons alur - Seperempat kg kacang panjang Bumbu: - Setengah buah kelapa diparut - Bawang putih 5 siung - Cabai besar merah 2 buah - Cabai rawit 2 buah - Kencur 2 cm - Daun jeruk 3 lembar - Gula secukupnya - Garam secukupnya - Terasi secukupnya Cara Membuat: - Semua bahan sayuran direbus. Bumbu dihaluskan kemudian tambahkan kelapa yang sudah diparut. - Setelah bumbu tercampur rata dengan kelapa, kemudian dikukus hingga tanak supaya bumbu bisa bertahan lama. --- Sambal Goreng Tempe Kentang Kacang Kress Bahan: - Tempe setengah kg - Kentang seperempat kg Bumbu: - Cabai merah besar 2 buah - Asam jawa masak setengah ons - Bawang putih 1 brongkol - Bawang merah 10 siung - Gula putih 1 ons Cara Membuat: - Tempe dan kentang diiris tipis. Lalu, digoreng. Kacang dibersihkan, dibuang kulitnya, dan digoreng. - Bawang putih, bawang merah, dan cabai diiris. - Kemudian, bumbu yang sudah halus tersebut ditumis dengan sedikit minyak hingga layu. - Setelah itu, tambahkan air asam jawa yang berasal dari campuran asam jawa masak dan air dua gelas. - Masukkan semua bahan campur garam dan gula aduk terus hingga rata. Sumber: JAWA POS Mampir dan klik juga http://kecap-bango.blogspot.com atau www.bangomania.org
