Menghadirkan cita rasa kuliner nusantara dengan resep warisan, bahan baku 
pilihan, cara memasak otentik dan penyajian tradisional.

 

 

PT. Unilever Indonesia Tbk, melalui merek kecap andalannya, Bango, kembali 
menunjukkan konsistensinya dalam melestarikan warisan kuliner Nusantara dengan 
menyelenggarakan acara tahunan bertajuk "Festival Jajanan Bango" (FJB), dimana 
FJB yang digelar kali ini telah memasuki tahun kelima. Usai meraih sukses di 
Jakarta, kini festival jajanan bergengsi tersebut kini digelar di Bandung (Jawa 
Barat). "Penyelenggaraan Festival Jajanan Bango dari tahun ke tahun selalu kami 
tingkatkan kualitasnya demi memuaskan para pengunjung dan para penjaja makanan 
yang diundang. Tahun ini kami mengusung kampanye bertajuk Kekuatan Sepenuh Hati 
(The power of whole-heartedness) yang diterapkan secara menyeluruh untuk segala 
aktivitas komunikasi pemasaran Bango, termasuk pada FJB," tutur Adeline Ausy S. 
Suwandi, Marketing Manager Spread Cooking Category & Savoury PT Unilever 
Indonesia Tbk. 

 

Menurut Ausy, demikian dia akrab disapa, kampanye pemasaran ini mengemas pesan: 
"Segala sesuatu yang datangnya dari hati akan menciptakan hasil yang istimewa." 
 Seperti halnya dalam pembuatan kecap Bango, mulai dari proses awal bahan baku 
utama melibatkan peran para petani kedele hitam dan pengrajin gula kelapa 
binaan Yayasan Unilever Indonesia (YUI). Dengan sepenuh hati, para petani 
kedele hitam menanam,  merawat, memanen dan memilah-milah biji kedele jenis 
Mallika, dimana hasil akhirnya adalah kedele hitam bermutu tinggi. Kampanye 
pemasaran ini juga menyentuh para ibu rumah tangga yang tanpa kompromi dan 
sepenuh hati menggunakan Kecap Bango untuk menyajikan hidangan terbaik bagi 
keluarga tercinta. Terakhir, kampanye pemasaran ini menggaungkan pesan kepada 
para penjaja makanan yang dengan sepenuh hati menyajikan hidangan lezat  khas 
Indonesia demi kepuasan para pelanggannya. 

 

Mencintai Kuliner Nusantara, Mencintai Indonesia 

 

Usai digelar di Jakarta pada Mei lalu, kini FJB mengajak masyarakat Bandung 
berwisata kuliner Nusantara. Acara digelar pada hari Sabtu, 11 Juli 2009 di 
lapangan Tegalega. Arena mulai dibuka untuk umum pada pukul 12.00 WIB hingga 
22.00 WIB. 

 

"Sesuai dengan pilihan tema, kami hadirkan lebih dari 70 penjaja makanan 
pilihan berdasarkan keunggulan pada resep warisan, bahan baku pilihan, cara 
memasak otentik dan penyajian tradisional," ucap Memoria Dwi Prasita, Brand 
Manager Bango. Memor menggarisbawahi, "FJB kali ini tidak hanya mengajak 
pengunjung mencicipi sajiannya namun juga mengapresiasi kuliner nusantara 
dengan memahami bagaimana resepnya diwariskan secara turun-temurun, bahan 
bakunya terpilih, cara pembuatan mempertahankan otensitas dan penyajiannya 
secara tradisional, yang kami terjemahkan dalam penataan lay out berdasarkan 4 
keunggulan tadi dan dituangkan pula di dinding cerita kuliner sepenuh hati. 
Masyarakat Bandung mungkin sudah mengetahui kelezatan Kupat Tahu Gempol, namun 
tidak banyak yang tahu bagaimana pemiliknya benar-benar memastikan bahan baku 
berasnya pilihan dari Pamanukan, kacang tanah dengan ukuran tertentu dari Tuban 
dan kupat yang dibuat secara tradisional di rumah dengan memakan waktu 7 jam". 

 

Selain penjaja makanan lokal, hadir pula 8 Duta Bango yang mewakili kota 
Surabaya,  Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Tegal, Medan dan Bandung.  
Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2009 di Bandung adalah Pondok Sate 
Kambing Muda Pejompongan (Jakarta), Tahu Goreng Sei Putih (Medan), Tengkleng 
Ibu Edi (Surakarta), Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya), Brongkos 
Daging Ibu Suprih (Yogyakarta), Nasi Lengko Warung Makan Pi'an (Tegal), dan 
Bakmi Jawa Rileks (Semarang). Sedangkan Kupat Tahu Gempol terpilih sebagai Duta 
Bango wakil Bandung yang sebelumnya pernah mengikuti FJB di Jakarta. "Ini 
adalah kesempatan langka, dimana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan 
Nusantara khas daerah masing-masing dengan citarasa enak dan kondang yang bisa 
dinikmati dalam satu kesempatan. "Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita 
bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi 
satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah," jelas 
Memoria. 

 

Surya Saputra, host (pemandu program) Bango Cita Rasa Nusantara (BCRN) yang 
turut hadir dalam di ajang Festival Jajanan Bango mengungkapkan antusiasnya 
mengikuti FJB, "Sebagai host acara BCRN saya mendapat kesempatan merasakan 
berbagai masakan, mengenal pembuatannya dan bertemu para legenda kuliner 
Nusantara. Tema Festival Kelezatan Sepenuh Hati yang diusung Bango memang 
sangat sesuai dengan kiprah Bango selama ini. Semakin dalam saya mengenal Bango 
semakin saya mengetahui bahwa Bango juga melakukan pemberdayaan petani kedele 
hitam. Uniknya di FJB kali ini pengunjung dapat bertemu langsung dengan para 
petani kedele hitam di area Kampung Bango."

 

Kampung Bango adalah salah satu dari sajian khusus yang dihadirkan di festival 
kali ini. Memoria menuturkan, Kampung Bango merupakan etalase proses sepenuh 
hati pembuatan Kecap Bango. Sebuah upaya Bango untuk semakin dekat di hati 
pecintanya. Pengunjung akan dibawa ke sebuah tur yang mengupas proses pemilihan 
bahan baku alami terbaik hingga dibuat menjadi kecap berkualitas tinggi. Juga 
tampil Dapur Bango Cita Rasa Nusantara yang akan berbagi resep khas Nusantara 
dan tips memasak dipandu oleh Koki Bango. Pemandu program Bango Cita Rasa 
Nusantara (BCRN) Surya Saputra juga akan tampil pada sesi memasak hidangan yang 
menjadi favoritnya. Sebagai ucapan rasa terima kasih Bango kepada para pecinta 
kuliner Nusantara, akan dibagikan secara cuma-cuma ribuan porsi Rujak Bango 
sebagai ide resep baru kepada para pengunjung.

 

FJB kali ini benar-benar lebih memanjakan para pengunjung. Sambil menyantap 
kelezatan aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara 
hiburan yang menawan. FJB juga menampilkan berbagai macam kesenian tradisional 
yang ikut meramaikan acara ini, seperti pagelaran tari khas Sunda, Rampak 
Gendang dengan aksi yang penuh kejutan. Juga tampil penyanyi tenar Kris Dayanti 
yang akan menghibur pengunjung FJB. Bagi  para pengunjung yang membawa 
anak-anak, tersedia juga tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi 
hiburan bagi seluruh anggota keluarga. Para pengunjung juga punya peluang untuk 
mengikuti kuis dan permainan interaktif dengan aneka ragam hadiah menarik.

 

Memor menambahkan, "Ajang festival ini memang ditujukan untuk keluarga sebagai 
alternatif rekreasi di akhir pekan sekaligus memberi kesempatan bagi para orang 
tua untuk memperkenalkan dan mengapreasiasi citarasa kuliner dan budaya 
nusantara kepada putra-putrinya. Kami berharap kecintaan terhadap citarasa 
kuliner nusantara akan memperkokoh kecintaan kita terhadap Indonesia".

 

Selain dinikmati para pengunjung, adanya FJB juga memberi pengaruh positif 
kepada para penjaja makanan yang berpartisipasi, karena dengan keikutsertaan 
mereka, pelanggan menjadi bertambah dan usaha mereka dapat lebih berkembang. 
Sebagai catatan, jumlah pengunjung FJB tahun lalu di 3 kota (Jakarta, Surabaya 
dan Bandung) sebanyak 680.000 orang dan total penghasilan penjaja makanan 
sebesar Rp 4,991,000,000 (hampir Rp 5 milyar).



Sumber: Siaran Pers PT Unilever Indonesia, Tbk



Kirim email ke