Jawa Pos
[ Selasa, 14 Juli 2009 ] Restoran Soto Lamongan Terbakar, Tujuh Tewas JAKARTA - Kebakaran hebat kembali melanda ibu kota. Kali ini si jago merah melalap restoran soto lamongan di kawasan Kedoya Raya, Jakarta Barat, sekitar pukul 04.00 kemarin. Peristiwa tersebut meludeskan seluruh bangunan restoran dan menewaskan tujuh karyawan yang bebeĀrapa di antaranya masih terlelap. Untuk menjinakkan api, Dinas Pemadam Kebakaran DKI mengerahkan 12 unit mobil. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 06.00. Kepala Dinas Kebakaran DKI Jakarta Paimin Napitupulu mengatakan, api berasal dari tabung elpiji di dapur yang bocor. Api langsung membesar karena bangunan didominasi kayu. "Selain korban jiwa, ada tiga mobil dan satu motor yang terbakar. Total kerugian materil belum diketahui jumlahnya," ujarnya. Restoran milik Gunawan Chandra tersebut dihuni 40 karyawan dan 10 anggota keluarga pemilik. Ketujuh korban tewas adalah Anis, 19, asal Ngawi; Heni, 19, asal Pemalang; Suriah, 30, asal Pemalang; Lilis, 16, asal Pemalang; Gimi, 40, asal Wonogiri; Suwarni, 30, asal Malang; serta Jumi, 19, asal Banjarnegara. Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Hendra Gunawan mengatakan, kebakaran itu bermula saat Suwarni dan Suriah memasak di dapur. Saat itu Suwarni mengganti tabung gas yang habis dengan tabung baru. Saat tabung dibuka, gas menyembur. "Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan tabung bocor. Entah seal atau pentilnya," ungkapnya. Mengetahui tabung bocor, Suwarni pun menutupinya dengan tangan. Dia juga meminta bantuan Suriah. Sekitar 5-7 menit mereka menutup tabung itu dengan tangan, sehingga gas memenuhi ruangan. Nahasnya, ternyata mereka lupa mematikan kompor sehingga api langsung menjalar." Sementara itu, keluarga korban dari Pemalang, Jateng, sangat berduka. Seperti pasutri Sumari dan Rujiah yang dua anaknya ikut jadi korban. Mereka adalah Suriah dan Lilis (Lisyanti). Pasutri itu dikaruniai lima anak. Korban yang meninggal adalah si sulung dan si bungsu. Satu anak lain juga bekerja di warung tersebut, yakni Hermanto. Dia selamat dari musibah tersebut. Sebelum kejadian itu, dalam mimpi, Sumari menyaksikan ayam di kandang stres. Dia menceritakan mimpi tersebut kepada tetangganya. "Tidak ada sebab. Tapi, dalam mimpi Pak Mari, ayam di kandangnya kelabakan semua, kemudian lepas, dan dia hanya berhasil menangkap satu ekor yang jantan," papar Ny Samsul tetangga korban. Saat Sumari bercerita tetang mimpi itu, tak ada yang menghiraukan. Setelah ada berita meninggalnya ketiga warga Kebandelan, baru mimpi tersebut diterjemahkan. Ayam-ayam yang lepas itu adalah korban meninggal dalam kebakaran tersebut. Sedangkan ayam jantan itu dimaknai sebagai anak Sumari yang selamat dalam musibah tersebut, yakni Hermanto. "Jenazah baru bisa keluar dari RSCM sekitar pukul 21.00 dan tiba di Pemalang besok (hari ini). ujar Kades Siti Sukesih. (pes/ali jpnn/oki/end/)
<<80183large.jpg>>
