Nikmatnya Uli Bakar Pak Rojak



JAKARTA
| Makanan uli bakar sebagai jajanan ringan saat ini sudah jarang
ditemui, apalagi tidak terlalu banyak yang melirik hidangan tradisional
ini sebagai jajanan yang mempunyai nilai jual sehingga tidak terlalu
banyak pengusaha makanan menjadikan uli sebagai makanan unggulan.

Namun,
lain halnya dengan Pak Rojak (65), atau yang akrab disapa Bang Rojak.
Pria kelahiran Sukabumi ini merintis usaha makanan uli bakar sejak
tahun 1980. “Awalnya saya jualan di daerah Manggarai, Jakarta, terus
pindah jualan ke Depok mulai dari tahun 1980-an,” ungkapnya saat
ditemui di warungnya, Rabu (12/8).

Warung uli bakar Pak Rojak
berada persis di perempatan Jalan Mawar, Depok I, tepatnya di samping
Pasar Depok Jaya. Rasa dari uli Pak Rojak yang empuk memang cukup
berbeda dari uli ketan pada umumnya.

“Uli Bang Rojak kalau saya
rasa beda banget. Rasanya empuk dan enggak kasar. Terus bumbu kelapanya
juga pas,” ungkap Endang (32), salah seorang pelanggan Pak Rojak.

Selain
dapat bertahan hingga tiga hari, bahan uli ini sendiri terbuat dari
ketan murni dan itu membuat rasanya tetap terjaga. “Kalau uli buatan
saya, bisa tahan ya, kira-kira tiga hari-an, soalnya saya pake beras
ketan murni,” ujar kakek empat cucu ini.

Dengan rasa uli yang
memiliki rasa lembut dan bumbu khas yang terbuat dari gonsengan kelapa
parut tersebut, tak heran jika warung Pak Rojak selalu ramai didatangi
para pembeli setiap hari.

Karena tingginya permintaan uli, dalam
sehari Pak Rojak bisa menghabiskan 30 liter beras ketan. Namun, jumlah
produksi uli tersebut akan meningkat menjadi 50 liter khusus untuk
hari-hari libur nasional atau Sabtu dan Minggu.

“Saya kalau hari
biasa paling banyak ngabisin beras ketan sekitar 30 liter, tapi kalau
hari libur bisa sampe 50 liter, kadang-kadang bisa lebih,” ungkapnya.

Ketika
ditanya penghasilan bersih sehari, Pak Rojak menjawab, “Ya, sehari bisa
sampe Rp 250.000 dah, kadang juga kurang sih, tergantung rame-nya,”
katanya.

Pelanggan Pak Rojak berasal dari berbagai kalangan,
tidak hanya dari kawasan Depok. Pelanggannya pun juga ada yang berasal
dari Jakarta dan Bogor. “Langganan saya kebanyakan sih orang Depok,
tapi kalau hari libur kadang-kadang langganan dari Jakarta sama Bogor
suka pada dateng,” paparnya.

Cukup dengan Rp 1.000, Anda sudah
dapat menikmati sepotong uli bakar khas buatan Pak Rojak. Namun, jika
tidak ingin kehabisan, sebaiknya datang di pagi hari. (CR1)

Sumber: KOMPAS.com
Kunjungi juga selalu http://bango-mania.blogspot.com
Foto: www.kotadepok.wordpress.com


      

Kirim email ke