Gangan Ikan dari Belitung

Selain punya pantai indah menawan bak di surga, Pulau Belitung, Provinsi 
Kepulauan Bangka Belitung, juga memiliki makanan yang sulit dilupakan. Salah 
satunya, sup ikan atau kerap disebut gangan.

Sup ini terbuat dari ikan segar, diracik dengan bumbu sederhana, dan menawarkan 
rasa gurih-asam-pedas yang bisa bikin orang ketagihan.

Tak sulit mencari menu sup ikan alias gangan di sejumlah rumah makan di 
Belitung dan Belitung Timur—dua kabupaten di Pulau Belitung. Maklum, makanan 
khas daerah itu memang sangat populer dan sudah mentradisi di pulau timah itu. 
Menu itu pula yang jadi andalan untuk menyambut tamu-tamu dari luar.

Bersama beberapa kenalan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten 
Belitung Timur, akhir Juli lalu kami mencoba sup gangan di Rumah Makan Fega. 
Restoran di Jalan Assalam, Manggar, ibu kota Belitung Timur, itu terdiri dari 
beberapa pendopo atau saung terbuka. Di dekatnya terhampar danau kecil yang 
disebut Sungai Bandung.

”Silakan dicoba!” Seorang pelayan menyuguhkan satu mangkok sup ikan yang masih 
panas. Sup itu punya kuah berwarna kuning. Beberapa potong ikan yang terendam 
di dalamnya masih mengepulkan asap tipis.

Tak sabar, kami segera menyantap hidangan itu. Saat diseruput, kuahnya 
menebarkan aroma segar. Begitu pula rasa daging ikan yang juga kekuningan itu. 
Hanya saja, selain segar, daging ikan itu menerbitkan campuran rasa gurih, 
sedikit pedas, dan asam.

Berbeda dengan beberapa masakan ikan, keistimewaan gangan memang rasanya yang 
segar. Meski dimasak pakai sejumlah bumbu, rasa ikannya tetap terjaga. Sup ini 
tidak mengandung banyak minyak karena dimasak dengan direbus, bukan ditumis.

Gangan mengingatkan kita pada pindang ikan patin asal Palembang, Sumatera 
Selatan, atau dari Pekanbaru, Riau. Dengan cara masak hampir serupa, gangan dan 
pindang patin sama-sama mengandalkan rasa pedas-asam-gurih. Hanya saja, sup 
gangan lebih gurih karena ikan yang dimasak adalah ikan laut.

”Inilah makanan khas Pulau Belitung. Sejak kecil, kami makan ini, tetapi tak 
pernah bosan,” kata Khairil Mausridiyanto, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas 
Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur.

Gangan ikan bisa dimakan sebagai lauk untuk nasi atau disajikan untuk digado 
sendirian. Siang itu kami juga memesan ikan bakar. Ikan bakar itu lebih kering 
dan warnanya kecoklatan. Rasanya gurih-manis. Ada juga cumi goreng tepung yang 
gurih-renyah.

”Gangan, ikan bakar, cumi goreng tepung ini biasa disajikan bersama. Kadang 
dilengkapi tumis kangkung atau sayur genjer,” papar Hamdani, teman sejawat 
Khairil di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur.

Kami menikmati makan siang itu sembari melihat Sungai Bandung di samping 
restoran. Konon, danau kecil itu dulu bekas galian timah yang kemudian terisi 
air dan akhirnya menjadi semacam danau kecil. Airnya berwarna biru karena 
memang air payau yang menyambung langsung ke laut.

Ikan segar

Bagi masyarakat Belitung, gangan, ikan bakar, atau ikan goreng tepung adalah 
salah satu taktik untuk membuat variasi makanan dari ikan segar. Ikan-ikan itu 
hasil tangkapan nelayan setempat dari laut. Masyarakat sudah hafal betul ikan 
apa saja yang enak untuk dibuat gangan atau bakar.

Biasanya mereka membuat gangan dari ikan ketarap, ikan kakap merah, dan ikan 
bulat. Daging ikan ini cocok untuk sup karena renyah dan empuk. Saat digodok, 
bumbu mudah meresap dalam daging ikan.

Untuk ikan bakar, mereka memilih ikan ilak. Daging ikan ini lembut, tetapi 
kenyal sehingga tidak rusak saat dibakar. Dagingnya yang tebal juga memudahkan 
orang mencomot dan memotong ikan itu.

Semua jenis ikan itu khas Belitung. Semuanya dimasak dalam keadaan segar alias 
bukan ikan hasil pengawetan. ”Kami selalu memasak ikan segar. Kalau sudah 
diawetkan, rasanya berbeda,” kata Sarinah, juru masak Rumah Makan Fega.

Pilihan itu sangat mungkin dilakukan karena Belitung Timur memang pulau kecil 
yang dikelilingi laut. Tidak sulit bagi rumah makan untuk memesan ikan segar 
dari para nelayan setiap hari. Jika Anda mengunjungi Pulau Belitung, tak ada 
salahnya jika mau mencoba gangan yang pedas-asam-gurih segar itu. (Ilham Khoiri)

Sumber: KOMPAS.COM
Foto: http://hifatlobrain.blogspot.com
Kunjungi selalu juga blog BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com




      

Kirim email ke