Janda Royal dan Bajingan



Hmm…jangan
kaget ah baca judulnya. Ini bukan judul sinetron ataupun novel. Tapi,
itu nama dua jenis makanan di Jawa Tengah. Darimana pun asal kita,
pasti ngiler kan kalau terkenang berbagai jenis makanan lezat dari
kampung halaman. Bukan saja rasanya, namanya mungkin juga membangkitkan
nostalgia tersendiri. Bagi yang telah merantau kemana-mana, barangkali
kini telah tahu bahwa makanan yang namanya Anu di daerah asal kita
belum tentu memiliki sebutan yang sama di daerah lain.

Rondo
(Janda) Royal adalah potongan tapai singkong yang tengahnya diberi gula
merah lalu di celup ke cairan tepung dan digoreng. Karena tapai yang
sudah manis itu masih dipermanis lagi dengan gula merah, makanya
panganan ini disebut Rondo Royal. Sedangkan tapai singkong yang
digoreng tepung saja tanpa gula merah di dalamnya di sebut Rondo Kemul
(Janda Berselimut hi..hi..).

Bajingan adalah sebutan untuk
singkong yang dikukus lalu di masukkan ke cairan gula merah (juruh)
yang sudah diberi kayu manis, jahe dan sedikit garam. Hmm..jadi inget,
di daerah nenekku di Jawa Tengah juga, namanya malah menjurus ke porno
yaitu p**i gupak (maaf sensor!)

Masih banyak lagi makanan yang
namanya aneh-aneh, misalnya Balung Kuwok (tulang tua), yaitu makanan
dari singkong rebus yang diiris-iris tipis, dijemur lalu di goreng
sebelum dimasukkan ke cairan gula pasir atau guma merah kental sekali
sehingga menjadi kripik singkong manis.

Ada juga Bapak Pucung,
yaitu singkong parut si campur parutan kelapa setengah muda, diberi
gula dan garam lalu diberi warna hijau dan sebagian lagi merah,
kemudian dibungkus seperti lontong, lalu dikukus. Setelah matang, daun
pembungkusnya dibuka dan isinya diiris-iris.

Kalau adonan Bapak
Pucung diisi dengan pisang sebelum dikukus, namanya berubah menjadi
Kacamata. Karena kalau dua iris kue berisi pisang ini disandingkan,
bentuknya menjadi mirip kacamata.

Ada lagi kue yang bernama
Kuping Lowo (telinga kelelawar). Bentuknya yang lancip di dua ujungnya
mungkin dianggap seperti telinga kelelawar. Rasanya? hmm… mirip Telur
Gabus yang diselaputi gula putih.

Sekarang saya juga baru tahu
bahwa makanan yang disebut Krasikan di Jawa Tengah, disebut Kue Ladu di
Jawa Barat, padahal keduanya persis sama. Ketimus di Jawa Barat adalah
Lemet di Jawa Tengah. Tapi yang namanya Timus di Jawa Tengah adalah Kue
Ubi di Jawa Barat. Gedang di Jawa Barat adalah Pepaya. Padahal, di Jawa
Tengah yang disebut gedang adalah Pisang!

Masih ada lagi, Gambas
di Jawa Barat adalah labu siam, sedangkan di Jawa Tengah gambas adalah
oyong. Labu siam di Jawa Tengah disebut Waluh Jipang dan di Jawa Timur
di sebut Manisa.


Pernah dengar kue dari singkong yang diisi gula merah di Jawa Barat
yang disebut Misro? Konon Misro singkatan dari amis di jero. Amis di
Jawa Barat artinya manis, bukan anyir. Jadi artinya “manis di dalam”.
Orang Jawa Tengah mengenal makanan yang serupa, tapi namanya adalah
Cemplon (artinya perempuan kecil montok yang berwajah manis).

Begitulah
Indonesia, negara kita yang terdiri dari berbagai suku dan daerah
sehingga menciptakan keberanekaragaman dalam banyak hal, termasuk
makanan. Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang, lain
daerah lain sebutannya. Btw, walau berbeda toh tetap satu kan ? satu
bangsa, satu bahasa, satu tanah air, Indonesia. Dirgahayu Bangsaku,
semoga makin berjaya!

Sumber: http://anied.tehobenk.com
Kunjungi selalu BLOG BANGOMANIA di http://bango-mania.blogspot.com


      

Kirim email ke