The Story of Cendol Elizabeth vs Cendol Gentong Alkateri oleh Susi Dwiyanti
Cendol namanya. Identik dengan dua kata: manis dan segar. Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari. Meski pernah diakui sebagai kekayaan kuliner Malaysia, menurut sebuah situs bernama Wikipedia, (coba klik "http://ms.wikipedia.org/wiki/Cendol"), cendol berasal dari Indonesia atau tepatnya dari tanah Jawa. Walaupun begitu, es cendol itu juga populer di Malaysia, Singapura dan juga Thailand selatan. Ini bukan judul pertarungan antara dua pedagang es cendol, tapi membandingkan kekayaan yang terdapat dalam dua macam cendol sedap yang ada di Bandung. Hampir semua orang Bandung kenal dengan es Cendol Elizabeth. Pada saat pertama jualan, es cendol ini tak bermerknya. Namun karena jualan di depan Toko Tas Elizabeth yang juga sangat terkenal di Bandung, maka orang menyebutnya dengan es Cendol Elizabeth. Sekarang resminya Es Cendol Elizabeth ini tidak berjualan lagi di depan Toko Tas Elizabeth, tapi di rumahnya sendiri, di jalan Pelindung Hewan, sekitar 1 km dari Toko Tas Elizabeth di jalan Oto Iskandardinata. Cendol Elizabeth ini jadi favorit banyak orang karena kelezatannya. Namun bila dilihat lebih jauh lagi, cendolnya lembut dan betulan memakai campuran suji dan pandan untuk membuat warna hijau cendolnya. Gulanya juga memakai gula jawa asli. Penulis pernah mengunjungi dapur es cendol Elizabeth pada akhir tahun 80an. Proses pembuatan cendol yang terbuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu yang dimasak bersama campuran daun suji dan pandan. Wangi pandan menguar ke seluruh gang sempit, dan sekantong besar cendol bisa dibawa pulang saat itu. Tapi sekarang, sekitar 20 tahun kemudian, di Jalan Pelindung hewan sudah ada counter khusus untuk berjualan cendol bahkan juga ada tambahan warung bakso dan batagor untuk menemani santapan cendol segar. Produksi cendolnya pun bisa mencapai ratusan ton sehari karena harus menyuplai supermarket-supermarket besar di Bandung, juga beberapa katering bahkan pedagang cendol dadakan terutama tiap bulan Ramadhan. Kalau beli harga segelasnya tidak akan lebih dari Rp 4.000, kalau beli sebungkus besar dan dibawa pulang, harganya bisa mencapai Rp. 10.000... Baca selengkapnya disini atau kunjungi www.mahanagari.com. Baca juga artikel tentang Bandung berikut ini: Pempek Rasa Asli Palembang di Terminal Dago Kisah Pendiri Sekolah Perempuan Pertama di Bandung Gorengan Sedap Nikmat ala Mak Iying Pancake adalah Surabi, Terenak di Bandung ada di Jl. Cihapit Delapan Wajah Masjid Agung Bandung Hantu Nancy-Cerita dari HBS Bandung Mahanagari - Bandung Pisan http://www.mahanagari.com http://mahanagari.multiply.com Showroom: @ Cihampelas Walk - Bandung @ Bandung Indah Plaza - Bandung
