Warung Rujak Cingure Asmuni Trowulan
Jika Anda melintas di Jalan raya Trowulan, merupakan jalan provinsi yang menghubungkan jalur selatan ke arah madiun - surabaya, disana akan menemui Warung Rujak Cingure Asmuni. Lokasinya berada di depan POM Bensin Trowulan, atau kalau dari arah Surabaya berada di kiri jalan setelah situs Candi Wringin Lawang. Kawasan Trowulan terkenal dengan wisata budaya, dimana situs-situs peninggalan kerajaan Mojopahit bertebaran disana. Popularitas itu seakan dilengkapi dengan kehadiran sebuah restoran besar yang lebih suka disebut warung. Warung Rujak Cingure Asmuni dimiliki oleh Almarhum Asmuni. Seorang pelawak hebat Indonesia. Toto Asmuni (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1932 – wafat di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, 21 Juli 2007 dalam umur 75 tahun) adalah salah satu pelawak senior Indonesia yang berasal dari grup lawak Srimulat. Ia terkenal dengan “aksesoris” kumis kecil ala Charlie Chaplin dan blangkon-nya. Warung ini mempunyai banyak meja besar dan kursi nyaman sehingga cocok untuk makan keluarga dengan sajian menu ala Jawa Timuran. Menu yang tersedia tidak hanya rujak cingur, tapi cukup unik dengan memberi akhiran ‘e’ pada semua menu makanannya. Semisal, Masakane : Rujak Cingure, Soto Sulunge, Sayur Lodehe, Nasi Pecele, Krengsengan Atine, Sop Buntute, Kare Ayame, Ayam Bumbu Rujake, Pecel Lelelene, dll (daftar menu lengkap bisa dilihat di foto). Parkiran mobil cukup luas, berada didepan warung. Mampu menampung lebih dari 15an mobil. Sayang Asmuni sudah meninggalkan kita, tetapi kehadiran warung tersebut seakan tetap melestarikan nama besar sang Asmuni. Kebetulan penulis kenal dengan putri nya Asmuni, Mbak ‘Neneng’ Astria, teman sewaktu SMA Sooko dulu. Tetapi rupanya belum ada kesempatan untuk bertemu beliau. Silahkan mencoba racikan masakan keluarga Asmuni. Penulis sempat mencicipi Nasi Pecele dan Rujak Cingure Asmuni. Enak euy. (Hendra W Saputro) Sumber: http://www.mojokerto.info Kunjungi selalu http://bango-mania.blogspot.com
