Masih membekas di benak ketika amarah kita meluap saat negara tetangga
mencaplok warisan wisata kuliner kita sebagai komoditi wisata. Mulai dari
sate, dodol hingga rendang. Tapi kalo diambil positifnya, ini bikin kita
jadi introspkesi bukan? Akhirnya kita jadi bisa lebih aware sama budaya
kuliner kita.

*Lestari Kuliner Indonesia*
Gak berhenti sampe disana aja lho. Kencangnya arus lifestyle modern juga
mulai mengikis perlahan-lahan khasanah kuliner Indonesia. Misalnya, di
Jakarta sekarang sangat langka menemukan penjual Kerak Telor, idem ditto
dengan keberadaan Semanggi yg makin terpinggirkan di kota pahlawan Surabaya.

Untungnya, ada Kecap bango yg peduli dengen kelestarian ragam kuliner kita.
Tiap tahun Kecap Bango mengadakan acara heboh bertajuk Festival Jajanan
Bango (FJB) di beberapa kota. Tiap tahun aku selalu nunggu acara ini, selain
sekedar memanjakan lidah dan perut, juga ikutan mempromosikan
kuliner-kuliner Indonesia yang juara lewat blog ku dong pastinya :P

*Festival Jajanan Bango 2009 - Seri Surabaya*
Tahun ini, Surabaya dapet giliran paling buncit. Gak apa-apa deh, biasanya
jagoan kan selalu munculnya belakangan hehe. FJB 2009 digelar pas
penanggalan cantik: tanggal 8, bulan 8, bertempat di Lapangan Kodam
Brawijaya.

Sengaja dateng pagi2 supaya sempet buat meliput acara pembukaannya. Eh,
dateng2 dah disambut senyum manis mas Radityo, big bos Komunitas Bango Mania
(Kobama). Langsung juga aku diganjar dengan goodie bag dan voucher yang
melimpah. Makasih om!

Menjelang jam 12, acara pembukaan ditandai dengan tarian tradisional,
pelepasan balon dan pemotongan tumpeng. Yang spesial, hadir host acara Bango
Cita Rasa Nusantara yang ganteng, mas Surya Saputra. Dengan gayanya yg khas
dan ceria, ia menerima hibah tumpeng dari Memoria Dwi Prasita, Brand Manager
Kecap Bango yang tampil ayu hari itu.

Tema FJB tahun ini adalah "Festival Kelezatan Sepenuh Hati". Yeah, apa yang
dipesiapkan dengan sepenuh hati pasti akan berbuah baik adanya, termasuk
olahan kuliner yang berbahan kecap pilihan pastinya.

Baru jam 12 venue sudah dipenuhi warga kota Surabaya yang memang dikenal
mania kuliner. Improvement besar dibandingkan ajang yang sama tahun lalu,
FJB 2009 lebih memperhatikan soal kenyamanan pengunjung. Panitia menyediakan
terop dan tenda sebagai perisai atas sengatan sinar matahari yang terik.
Bravo buat panitia FJB. Ajang inipun jadi sarana sungkem ku dengan beberapa
sesepuh dan dedengkot kuliner Sby seperti Mbak Manda, Mas Rohman, rekan2
Surabayafood (Carlos, Jude, Chris, Ed), mbak Nunung dan Adi Didut (
tukangmakan.com).

*Brongkos Daging JUARA!*
Jam weker perut udah berbunyi tandanya minta di-isi. Wangi pembakaran Sate
Bebek Tik Tok langsung membuat liur mengalir. Kalo bebek goreng kan sudah
biasa, kalo sate bebek pasti beda. Tak puas hanya bersantap sate, aku pun
langsung lanjut mendeteksi target operasi ku hari itu : 8 Duta Bango yang
merupakan peracik kuliner kondang dari daerahnya masing-masing. Lirikan
pertama jatuh pada Brongkos Daging Bu Suprih dari Jogja. Gak salah pilih
pemirsa! Selain penuh keramahan, Brongkos dagingnya JUARA! Tau Gudeg Jogja
kan? Nah yang ini mirip2.

Pake telur pindang dan krecek juga, terus diguyur dengan kuah brongkos
daging yang ’medhok’ banget rasanya. Karena menggunakan Kluwak, sekilas
mirip rawon, tapi dengan rasa kaldu yang lebih dominan. Ketika ditanya apa
rahasianya, si Ibu dengan mesem2 bilang ”Masaknya pakai kayu bakar selama
satu jam”. Wow, teknik tradisional yang bikin masakan lebih sedap selain
juga pake kecap pilihan tentunya.

*Serupa Tapi Tak Sama*
Selanjutnya, aku menemukan kuliner yang terlihat serupa namun tak sama:
Kupat Tahu Gempol dan Nasi Lengko Warung Pi’an. Yang satu dari Bandung, satu
lagi dari Tegal. Sama2 pake saus kacang, tauge dan taburan kerupuk. Bedanya,
Kupat Tahu pake ketupat, tahu dan kerupuk merah. Rasanya dominan manis.
Bandung banget deh. Nah, kalo Nasi Lengko pastinya pake Nasi sebagai lauk
utamanya, taburan kerupuk kuning dan rasa aksen gurih.

Para pengunjung Festival Jajanan Bango 2009 gak cuma heboh soal makan, tapi
juga aksi narsisme alias foto-foto. Sepasang replika botol Kecap Bango
ukuran jumbo jadi sarana buat beraksi. Ceklik, ceklik! Hm, kalo botolnya
segitu, yang makan segede apa ya

*Lanjut FJB Sesi Malam*
Gelombang kedatangan pengunjung tak putus-putus jua walopun jam telah
menunjukkan pukul 2 siang. Matahari makin terik. Nah, untuk urusan
penghilang dahaga aku pilih Es Dawet Blauran. Selain pake dawet yg ijo2 itu,
juga pake butiran mutiara yang imut dan gula jawa. Bye-bye haus.

Tapi rasa capai tak bisa dipungkiri. Akhirnya, aku memutuskan buat pulang
sejenak dan balik lagi di sore hari. Selama ini cuma dateng di siang hari,
jadi penasaran dengan suasana FJB di malam hari. Ok, tahan dulu sampe sini.
Petualangan di FJB 2009 berlanjut!


Foto2 klik di : http://tinyurl.com/fjb2009a


Tabik,


Jie W. Kusumo (Jiewa)
http://www.inijie.com
http://www.facebook.com/inijie

Kirim email ke