Mana artikelnya tentang "Maling Kupang"?

Kirim dong ke milis


Suwun



Facebook:
Radityo Djadjoeri

  ----- Original Message ----- 
  From: Abdur Rohman 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 05, 2010 2:57 AM
  Subject: Re: [bango-mania] Nasi Tiwul Plus Kalakan Hiu, Uenake Poll!


    
        Apa kabar Mbak Manda...
        Aku sudah baca "Maling Kupang" di Blog sampeyan. Lucu dan 
'mengenyangkan' sekali. hehehe... 
        Sekadar sumbang saran, bila menulis tanda baca "!" (seru) dan "?" 
(tanya) yang benar langsung dirangkai dengan kata terakhir, tak perlu 
dipisahkan. Begitu kaidah penulisan yang benar menurut tata bahasa baku bahasa 
Indonesia. 
        Dengan mengikuti kaidah penulisan yang benar, meski ragam bahasa yang 
sampeyan gunakan bersifat populer dll, pasti akan lebih enak dibaca oleh semua 
penikmat info kuliner di seluruh nusantara.

        Salam sukses selalu...

        Arohman

        --- On Tue, 1/5/10, manda prayogo <[email protected]> wrote:


          From: manda prayogo <[email protected]>
          Subject: Re: [bango-mania] Nasi Tiwul Plus Kalakan Hiu, Uenake Poll!
          To: [email protected]
          Date: Tuesday, January 5, 2010, 5:43 PM


            
                mas rohman ...aku bacanya sampai ikut megap-megap kepedesan.
                hehehehee... ...


                www.sijagomakan. com

                --- On Tue, 1/5/10, Abdur Rohman <arohmanmail@ yahoo.com> wrote:


                  From: Abdur Rohman <arohmanmail@ yahoo.com>
                  Subject: [bango-mania] Nasi Tiwul Plus Kalakan Hiu, Uenake 
Poll!
                  To: bango-mania@ yahoogroups. com
                  Cc: keluargaunesa@ yahoogroups. com
                  Date: Tuesday, January 5, 2010, 4:37 AM


                    
                        Nasi Tiwul Plus Kalakan Hiu, Uenake Poll! 

                        Hidangan sederhana khas Pacitan ini memang membuat mata 
merem-melek. Daging kalakan hiu yang gurih sangat pas beradu dengan sambal 
mentah yang pedas menyetrum lidah. Nasi tiwul, kenikir plus siraman kuah jangan 
kalakan hiu membuat makan siang kali ini... uenake poll!

                        Pulang kampung selalu menjadi primadona bagi para 
perantau termasuk saya tentunya. Salah satu yang membuat saya rindu pulang 
kampung ke Pacitan adalah makanannya yang kebanyakan sulit didapati di 
perantauan. Untunglah liburan kemarin saya pun berkesempatan untuk pulang 
kampung lagi.

                        Siang itu sekitar pukul 10 pagi seorang teman mengajak 
keliling kota pacitan tercinta. Mencoba mendatangi teman lama SMA yang lama tak 
jumpa namun tak menunjukkan hasil. Akhirnya temanku mengajak untuk mencari 
warung makan. Sayapun mendukung penuh ide teman saya tersebut karena saya baru 
ingat ternyata dari pagi saya belum makan.

                        Pencarian warung membuat perut ini semakin keroncongan. 
Akhirnya kami berdua tiba di sebuah warung yang berada di atas bukit pantai 
Teleng Ria Pacitan. Warung ini bernama Warung Tiwul Bu Gandos. Setelah memarkir 
mobil di pinggir jalan karena memang tidak ada tempat khusus parkir, kami 
berdua memasuki warung Bu Gandos yang ternyata sudah dipenuhi pengunjung.

                        Konsep warung lesehan ini memiliki pemandangan langsung 
pantai teleng ria. Angin pantai yang semilir sungguh menjadi nilai tambah 
tersendiri bagi warung ini. Dikarenakan lagi ramai pengunjung teman saya 
mengajak untuk mengambil sendiri ke dapur warung. Ternyata teman saya sudah 
sering datang ke warung ini dan akhirnya sudah hapal dengan seluk-beluknya.

                        Sayapun memulai mengambil tiwul yang terlihat mringin 
kemebul dan sedikit saya tambahi nasi putih sebagai pelengkap. Ketika pindah ke 
meja berikutnya pemandangan urap kenikir campur kacang panjang kesukaan saya 
tersaji menggoda. Nasi tiwul yang sudah ditemani urap kenikir selanjutnya 
diguyur jangan kalakan hiu .

                        Tak banyak kuah yang saya siramkan tetapi hanya sekedar 
membuat nasi tiwul sedikit nyemek-nyemek yang kemudian dilengkapi beberapa 
potong ikan kalakan. Sayur kalakan sendiri merupakan salah satu makanan khas 
kabupaten Pacitan. Sayur ini terbuat dari daging ikan kelong (hiu) muda yang di 
potong-potong kecil. Kemudian ikan setengah dibakar atau diasap sampai sedikit 
sangit dengan tampilan layaknya sate. Nah, setelah itu barulah kalakan hiu 
disayur dengan kuah santan puedes.

                        Saya rasa makanan yang saya ambil sudah cukup namun 
pandangan saya terhenti pada udang goreng besar-besar yang terlihat 
menggiurkan. Saya pun tak tega jika tidak mengikutsertakan udang goreng dalam 
petualangan kali ini. Sebagai penutup sambal mentah berada di samping udang 
goreng.

                        Suapan pertama sungguh menggetarkan lidah. Paduan 
tiwul, kenikir, kalakan, dan sambel, hmm... membuat lidah bergoyang. Rasa pedes 
krenyes-krenyes kenikir mendominasi. Rasa yang begitu dahsyat membuat saya 
terpaksa meninggalkan sendok. Ternyata menikmati hidangan ini pakai tangan 
membuat saya lebih lahap lagi menyantapnya.

                        Saya yang doyan pedas sangat kagum dengan tonjokan 
sambel mentahnya. Daging kalakannya juga terasa gurih. Tak butuh waktu lama 
untuk menghabiskan menu yang ternyata sangat pas dengan lidah saya. Apalagi 
sangat sulit mendapati menu seperti ini di perantauan wah uenake poll.

                        Sebagai penutup es kelapa perawan menetralkan rasa 
pedas di lidah. Pemandangan pantai dengan angin yang semilir makin menambah 
nikmat makan siang kali ini. Setelah selesai makan kami berdua pun menuju kasir 
dan betapa terkejutnya ketika membayar makan siang kali ini. Total habis hanya 
Rp 20.000,00 saja.

                        Dipikir-pikir menu yang pilih temanku sama dengan apa 
yang saya ambil, artinya per orang hanya menghabiskan Rp 10.000,00. Murah 
banget bukan? Dalam perjalanan menuju mobil saya masih geleng-geleng kepala 
seakan tak percaya akan harga murah yang barusan saya bayar untuk sebuah 
hidangan yang menurut saya uenake poll. Lain kali kalau pulang kampung pasti 
saya akan kembali untuk menikmati nasi tiwul Bu Gandos dengan kalakan hiunya. 
(dev/Odi) 

                        Warung Tiwul Bu Gandos
                        Jl. Raya Pacitan Solo KM 5
                        Pacitan (Barat Pantai Teleng Ria) 

                        Sumber: detikfood.com
                        Kunjungi juga BLOG BANGOMANIA di http://bango- 
mania.blogspot. com/ 


               


       



  

Kirim email ke