Tks infonya mas. 
Seneng bisa tau di jakarta ada tmpt spt ini. Bs buat jalan2 libur weekend ini.
-----Original Message-----
From: Akhmad Masun <[email protected]>
Date: Sun, 21 Feb 2010 19:58:50 
To: <[email protected]>
Subject: [bango-mania] Taman Suaka Margasatwa Muara Angke

Taman Suaka Margasatwa Muara Angke 
  
Hutan Muara Angke, merupakan satu-satunya kawasan hutan terkahir di kawasan 
Ibukota Jakarta. Bagaikan sumber air di tengah gurun, karena keberadaannya 
dihimpit oleh kawasan perumahan mewah Pantai Indah Kapuk. 
  
Sebagai satu-satunya hutan yang tersisa di Jakarta , sejarah yang ada 
menunjukkan bahwa Hutan Bakau Muara Angke memang sejak dulu sudah direncanakan 
sebagai kawasan hutan lindung. Pertama kali ditetapkan sebagai Cagar Alam 
dengan Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 24 tanggal 18 Juni 1939 seluas 
15,4 Ha. Pada tahun 1977 ditetapkan kembali oleh Menteri Pertanian sesuai SK. 
No. 16/Um/6/1977 tangal 10 Juni 1977, hingga akhirnya status Cagar Alam diubah 
menjadi Suaka Margasatwa berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 
755/Kpts-II/98 dengan luas 25,02 Ha. 
  
Banyak hal yang bisa kita lihat dan pelajari ketika berkunjung ke Taman Suaka 
Margasatwa Muara Angke ini. Semua keanekaragaman hayati bisa kita lihat dengan 
menyenangkan melalui board walk sepanjang 843 meter yang mengitari taman suaka 
ini. Board walk ini langsung bermula dari pintu masuk sampai dengan menjelang 
bibir pantai.  
  
Berjalan mengikuti board walk dari pintu masuk yang kita jumpai pertama kali 
adalah Pusat Informasi, kantor petugas dan tempat bersantai sebagai persiapan 
sebelum berkeliling ke hutan bakau. Tak jauh dari Pusat Infromasi akan kita 
temukan tempat pengamatan burung-burung dan aktifitas di taman ini. Karena 
berada di ketinggian sekitar 20 meter dan terletak diantara pohon-pohon besar, 
tempat ini lebih mirip dengan rumah pohon. 
  
 
Teduhnya Suasana 
  
  
Setelah melintas di kawasan teduh di bawah rerindangan pohon-pohon besar, 
kemudian kita akan melintasi board walk yang cukup terik karena tidak ada pohon 
besar hanya pohon-pohon bakau yang terletak di bawah board walk. Baru kemudian 
setelah berjalan ke dalam 300 meteran akan kita temukan tempat peristirahatan. 
Bersantai disini sembari melihat bakau dan aktifitas burung-burung betul-betul 
sangat menyenangkan. 
  
  
 
Tempat istirahat yang terletak di tengah-tengah pohon bakau 
  
  
Apalagi ditemani dengan monyet-monyet yang terus bersenda gurau sembari 
sesekali melirik ke kami yang sedang beristirahat, semakin menambah asyiknya 
suasana ketika berada di Hutan Bakau ini. Setelah cukup puas beristirahat kami 
pun melanjukan perjalanan melintasi board walk. 
  
 
Monyet-monyet yang bergerombol 
  
 
Asyiknya nongkrong di atas pohon 
  
  
Baru berjalan beberapa puluh meter biawak kecil ( Varanus Salvator ) dengan 
gayanya yang cantik berada di depan kami seakan ingin mengucapkan selamat 
datang. Ketika kami terus mendekat, biawak tersebut berlari dan 
akhirnya…byurrr…..terjun ke bawah. Senang sekali hati kami, karena jarang 
sekali di Kota Jakarta ini kita bisa menemukan biawak hidup dengan bebas 
berkeliaran…dan itu hanya ada di Taman Marga Satwa Muara Angke. 
  
 
Biawak cantik 
  
Setelah melewati separo dari total panjang board walk, kami lebih banyak 
melihat burung yang ada di rawa-rawa. Pohon-pohon yang ada di dominasi oleh 
pohon Bakau dan pohon Nipah sampai dengan ujung dari board walk ini. Menjelang 
akhir board walk ini ada satu area yang nyamuknya banyak sekali. Sehingga 
sangat disarankan untuk pakai baju lengan panjang, celana panjang dan juga topi 
saat melintas d kawasan ini. 
  
Selama di kawasan Taman Suaka ini Banyak sekali terdengar kicauan burung, namun 
jarang sekali terlihat karena burung-burung tersebut bersembunyi diantara 
rerimbunan pepohonan. Menurut Pak Erik, salah seorang petugas, habitat burung 
yang hidup di Taman Suaka ini sekitar 74 jenis burung,. Sedangkan untuk 
jenis-jenis tumbuhannya adalah Api-api ( Avicena marina ), Bakau Bandul ( 
Rhyzopora mucronata ), Pidada ( Soneratia caseolaris ), Nipah ( Nypa fruticans 
), Buta-buta ( Exoecaria agallacha ), Ketapang ( Terminalia cattapa ) dan waru 
laut ( Hibiscus tiliaceus ). 
  
  


  
Adapun satwa di Hutan Bakau ini selain Biawak, yaitu : Ular Sanca ( Phyton 
reticulatus ) , ular Cobra ( Naja sputatrix ) dan kera ekor panjang ( Macaca 
fasticularis ).Selain itu di Taman Suaka Marga Satwa Muara Angke juga telah 
dibangun saan dan prasarana sebagai Pusat Pendidikan Lahan Basah yang nantinya 
diharapkan dapat menngkatkan pendidikan tentang lahan basah dan lingkungan di 
Suaka Margasatwa Muara Angke. 
  
Bagi anda yang betul-betul ingin melihat habitat burung-burung secara lebih 
mendalam pihak pengelola Taman Suaka Margastwa ini bisa menyediakan boat untuk 
mengarungi Muara Sungai Angke dan sekaligus menuju Pulau Burung yang terletak 
tidak jauh dari Hutan Angke. Namun trip ini hanya dilakukan jam 3 sore, karena 
pada saat inilah burung-burung mulai keluar dan terbang secara bergerombol. 
  
Untuk berkunjung kesini kita mesti mendapatkan izin terlebih dahulu dari 
Departemen Kehutanan – Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi 
Alam – Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta – Jl.Salemba Raya No.9 
Jakarta Pusat, Telp. : 021-3908771 / 3158142 . Semoga Taman Suaka Margasatwa 
Muara Angke ini tetap bertahan, bahkan bertambah luas areanya, walaupun 
keberadaan Mu akan membuat iri para pengembang perumahan yang ada sekitar Mu. 
  
By : AMGD 
YM : [email protected] 
FB : [email protected] 
www.mlancong.com 


      

Kirim email ke