Aku juga sudah lama nggak mampir ke Bandar Jakarta. Soal menunya mungkin tak 
beda jauh.

Yang aku pengen mampir dan belum sempet-sempet adalah ke Kemiri di Pejaten 
Village. Sepertinya menarik saat menonton tayangan di Metro TV.  



Facebook:
Radityo Djadjoeri

  ----- Original Message ----- 
  From: anggita suryo 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, April 04, 2010 8:43 AM
  Subject: Bls: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi 
Unggulan


    

  hmm... ulasannya sangat menggiurkan :p---
  makan malam di pinggir pantai... romantisnya, bisa sewa perahu juga lho  mas 
radit. sudah lama tidak kesana ada menu baru yang menarik diliput gak ya??



  tks,
  gitgit


------------------------------------------------------------------------------
  Dari: mediacare <[email protected]>
  Kepada: [email protected]
  Terkirim: Ming, 4 April, 2010 00:54:20
  Judul: [bango-mania] "Bandar Djakarta", Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi 
Unggulan 

    

  "Bandar Djakarta"
  Hidangan Ikan Pecah Kulit jadi Unggulan  



  Oleh:
  John JS

  Jakarta - Kalangan orang pemangsa seafood, rasanya belum komplet kepuasannya 
jika belum singgah di resto Bandar Djakarta yang berlokasi di dalam kawasan 
Taman Impian Jaya Ancol. Area posisinya sengaja memilih daerah pinggir pantai, 
atau maknanya berpanorama seaside yang bernuansa relaksasi dengan kesejukan 
angin semilir yang mencipta rasa santai.
  Sejak mula berdirinya, konsep Bandar Djakarta bermaksud menciptakan rumah 
makan eatainment. "Orang bisa makan dengan sajian entertainment musik di 
pinggir laut. Servis utamanya adalah memberikan rasa nyaman," ungkap Sunarja 
"Djohan" Lasmana selaku pimpinan.


  Oleh sebab itu, sajian hiburan live music (mulai jam 19.00 WIB) di Bandar 
Djakarta menjauhi dangdut, karena suasana yang hendak dituju adalah semua tamu 
bertambah rileks sejak matahari terbenam pada sore hari.


  Dari awal menemukan "area terbuang" di kawasan timur TIJA, ada maksud Djohan 
membangun wilayah night life yang layak bagi semua anggota keluarga di panati 
Ancol (rekreasi wisata makan keluarga). 


  Maka ketika kini sudah dilirik, dan Bandar Djakarta menjadi salah satu tujuan 
wisata kuliner, utamanya setiap Jumat, Sabtu dan Minggu. Maka nilai target 
tersendiri yang dilakukan sejak tiga tahun lalu telah mencapai kehendaknya.


  "Lalu, kami pantas bersyukur karena telah diberkati oleh Tuhan. Kami bisa 
berdiri sampai sekarang ini karena bantuan Tuhan. Di samping itu pihak TIJA 
banyak mendukung dalam hal sarana dan prasarana," ditambahkan Djohan.

  Kepiting Soka Berkulit Empuk


  Selain di dominasi ruang restoran yang terbuka, Bandar Djakarta menyediakan 
ruang lesehan, serta ruang VIP bagi kalangan orang yang tidak tahan tiupan 
angin pantai.
  Namun paling unik dari keberadaan resto Bandar Djakarta, dimulai dari kita 
masuk kedalamnya. Sebagai pemangsa seafood, mungkin kita sekaligus mendapat 
informasi dan keingintahuan rasa lain dari cara memasak Kepiting Supertelor, 
Kepiting Male Crab, hingga Kepiting Soka yang berkulit empuk


  Rasanya tentu belum lengkap kalau belum menikmati beberapa pilihan kerang, 
dimulai dari Kerang Dara, Kerang Hijau, Kerang Tahu, sampai Kerang Kampak yang 
per ekor seharga Rp 12.000, atau Kerang Bambu yang seharga Rp 90.000 per 
kilogram.


  Untuk diketahui, sejak Bandar Djakarta berdiri tiga tahun lalu, harga tidak 
berubah sama sekali, meski harga BBM sudah beberapa kali naik.


  Lalu ada pilihan tambahan senikmat Udang Api, Udang Cupang, Udang Peci, Udang 
Pacet, dan Udang Lobster yang termahal namun banyak dipesan oleh pelanggan 
Bandar Djakarta.


  Untuk sajian ikan, tersedia banyak pilihan dari Ikan Kerapu, Ikan Baronang, 
Ikan Bawal Hitam/Putih, Ikan Kue, Ikan Kakap Merah, Ikan Baby Hiu, hingga Ikan 
Pecah Kulit yang jadi unggulan karena termasuk langka dan berada di laut dalam. 


  "Ikan Pecah Kulit lebih sedap rasanya dari Gurame dengan tulang-tulangnya 
yang renyah. Bagi yang senang menyantap crispy, bisa terkunyah habis-habisan 
dan kucing gak kebagian," tutur Djohan.


  Sambil menunggu hidangan laut sampai ke meja Anda (cukup dengan menambah 
biaya cooking fee Rp 10.000 per kilogram), Bandar Djakarta punya hidangan 
ringan bernama Tahu Ondel. Disebut begitu karena sifat isiannya (sayuran dan 
udang) yang bisa bergoyang-goyang.
  Ketika makanan laut Anda datang, Bandar Djakarta lagi-lagi menyuguhkan 
keistimewaan berupa tiga saus penyedap bernama Bandar Djakarta (saus pedas), 
Teluk Jakarta (saus dominan kecap dan paprika), serta Jali-Jali (saus manis).


  Akan hal minuman jus, ada lima pilihan spesial. Dari Kemesraan yang 
bercampuran buah mangga, markisa dan sirop ros. Lalu Nyai Dasima yang perpaduan 
tomat, markisa, sirup, dan susu putih. Bandar de Coco berupa kelapa kerok, 
moka, sirup ros, jus jeruk, dan es krim vanilla. Goyang Dombret yang berisian 
melon, nangka, stroberi dan susu putih. Serta pilihan yang kelima adalah jus 
Monas yang terdiri dari paduan buah nenas, jus jeruk, markisa, dan gula cair. 
Tertarik?





    


    
  Copyright © Sinar Harapan 2003 



  Facebook:
  Radityo Djadjoeri



------------------------------------------------------------------------------
  Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
  Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

  

Kirim email ke