Pondok Sekarbela: Nikmatnya Ayam dan Ikan Bumbu Seraten, bikin kalap! Rasa pedas pada menu Seraten yang disajikan di resto ini memang tidak sepedas yang kita jumpai di daerah asalnya, Lombok. "Rasanya sedikit sudah mengalami penyesuaian dengan lidah orang Jakarta, namun kenikmatannya dijamin tidak berkurang dan tidak terlupakan karena koki yang mengolahnya didatangkan langsung dari Lombok," tutur Adit sang manajer Restoran Sekarbela yang berlokasi di bilangan Blok S, Jakarta Selatan.
Siang ini Kedai "Traktiran Prolipid dan Kontan" akan menjamu tamunya di restoran bercitarasa Lombok tersebut. Ayam Seraten, Ikan Gurame, dan Nila Seraten, Plecing Kangkung, Beberuk Terong serta berbagai hidangan khas Lombok lainnya akan menjadi menu santapan siang ini. "Ini sangat cocok dan sesuai selera, saya memang penyuka makanan pedas," ujar Nur Andrianto dari Buana Capital yang menjadi pemenang Kedai Traktiran Prolipid dan Kontan kali ini. Andrianto mengajak serta sembilan orang rekannya yang lain untuk menikmati traktiran tersebut. Ikan Gurame Seraten, merupakan menu yang dipilihnya untuk dicicipi pertama. Wah... tampaknya Ikan Gurame Bakar yang telah menyatu dengan bumbu Seraten khas Lombok itu, benar-benar nikmat, tampak dari mimik Andrianto dan peserta lainnya yang tengah bersantap. Kenikmatan Gurame Seraten ini tentunya tidak terlepas dari cara mengolahnya. Gurame Seraten ini sebelum dibakar, telah dibumbui dengan bumbu seraten beberapa saat. Selanjutnya gurame tersebut dibakar bersama bumbu tersebut. Sehingga rasa pedasnya dan racikan bumbu Lomboknya benar-benar meresap pada seluruh bagian ikan. "Ya, ini enak dan tidak terlalu pedas, bumbunya yang begitu meresap membuat saya tidak tahu lagi yang mana nila dan yang mana gurame, dua-duanya nikmat dan beda dengan gurame atau nila bakar yang selama ini saya makan," kata Nur Andrianto dengan mimik senang dan puas. Wah, tampaknya makan kali ini benar-benar sesuai dengan selera seluruh tamu traktiran. Apalagi Ayam Seraten nya yang tampil dengan porsi tidak terlalu besar. Seekor ayam seraten yang disajikan porsinya memang cukup untuk dua atau tiga orang saja. Ayam kampung yang dipilih untuk menu ini memang tidak terlalu besar, paling berat sekitar 800 gr. Dengan ayam muda seperti itu bumbu seratennya akan meresap lebih baik sehingga rasanya pun jelas lebih nikmat. Ya, cita rasa pedas memang dapat membangkitkan selera makan dan mengundang air liur. Seperti halnya tampilan Ayam Seraten yang berbumbu medok sudah mengundang selera sejak awal. Ayam Seraten diolah juga dengan membakar bersama bumbunya. Ayam bakar berbumbu seraten ini rasanya lebih sedap karena bumbunya sangat meresap. Ikan dan Ayam Seraten siang ini tampaknya semakin nikmat ditemani sajian Plecing Kangkung yang juga pedas. Kangkungnya mamang tidak seperti yang kita jumpai di Lombok, besar-besar dan panjangnya bermeter-meter. Dengan sentuhan koki Lombok Pondok Sekarbela, Kangkung Jakarta pun bisa disajikan senikmat Plecing Kangkung di Lombok. Belum lagi Beberuk Terong yang tampilannya seperti Karedok berbumbu sambal tomat segar, semakin membuat porsi makan bertambah. Pedasnya Ayam Seraten, Gurame dan Nila Seraten ala Pondok Sekarbela memang benar-benar membuat selera makan jadi bertambah. Kalau tidak ingat-ingat berat badan, kita pasti nambah kalau makan disini. Jangan heran, kalau suatu hari mampir di sini Anda dapat menghabiskan sendiri Seekor Ayam Seraten dan Seekor Gurame atau Nila Seraten. Apalagi jika Anda seorang penyuka makanan pedas, dijamin pasti kalap deh. Untuk menetralkan rasa pedas yang menjadi begitu nikmat itu, kita dapat memilih minuman kelapa muda dengan gula jawa. Aroma dan manisnya gula jawa yang berbaur dengan air kelapa muda dan dagingnya serta tambahan es batu untuk mendinginkan, terasa begitu nikmat, serasa menyempurnakan makan siang kita hari ini. Wah... pokoknya bagi Anda penyuka makanan pedas, Pondok Sekarbela merupakan salah satu tempat yang wajib Anda coba, dijamin pasti puas dan kembali. Makan banyak memang tidak terasa, apalagi kalau menunya sesuai selera kita. Namun menjaga kesehatan juga perlu dan harus. Mau makan enak tapi aman dari risiko kolesterol tinggi? Konsumsi dua kapsul Prolipid 15 menit hingga 30 menit sebelum makan. Herbal suplemen dari Indofarma ini akan membantu tubuh kita untuk meluruhkan (menyabuni) lemak-lemak di darah. Selain itu, Prolipid juga aman dikonsumsi dalam jangka panjang karena terbuat dari bahan-bahan herbal seperti daun jati belanda dan daun kemuning yang sejak dahulu telah dipakai dan diketahui untuk meluruhkan lemak. Pondok Sekarbela Jl. Suryo No. 54, Senopati Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: (021) 727 93241 Kontan edisi 26 April - 2 Mei 2010 Facebook: Radityo Djadjoeri YM: radityo_dj Twitter: @mediacare
