250 Kelompok Ikut Festival Rujak Uleg 2010
Jalan Kembang Jepun kemarin (9/5) dipadati ribuan orang. Sebanyak 1.250 orang
yang tergabung dalam 250 kelompok tumplek bleg di sana untuk mengikuti Festival
Rujak Uleg 2010.
Para peserta berlomba nguleg rujak yang menjadi makanan khas Kota Pahlawan itu.
Peserta tidak hanya dituntut untuk menyajikan rujak enak. Aspek kekompakan,
kerapian penyajian, dan kebersihan makanan ikut dinilai.
Karena itu, selain mengerahkan segenap tenaga untuk membuat rujak, ketika
berlomba, peserta berdandan unik. Ada ibu-ibu yang menggunakan kostum Bonek,
punakawan, Srikandi, Hanoman, Dayak, petani, hingga kompak memakai baju
muslimah.
Festival edisi ketujuh itu semakin istimewa dengan kehadiran mahasiswa asing
yang belajar di Surabaya. Bahkan, mahasiswa yang berasal dari Belanda,
Tiongkok, Lesotho, Madagaskar, dan Thailand tersebut ikut nguleg dalam festival
yang dimulai pukul 13.45 itu. ''Butuh tenaga besar. But, it's ok (tapi, tidak
apa-apa, Red),'' ujar Carlijn T. Grinwis, 23, mahasiswi asal Belanda.
Mereka mendapat kesempatan nguleg bersama Wali Kota Bambang D. H. di cobek
berdiameter satu meter. Tidak hanya itu, masing-masing mahasiswa juga diberi
sepincuk rujak. Meski mengaku kali pertama membuat dan merasakan rujak, tidak
tampak raut muka kaget saat mereka memakannya.
Para peserta diberi kesempatan untuk meracik rujak yang ciamik hanya dalam
waktu 15 menit. Setelah itu, mereka juga berlomba-lomba menyajikan rujak dalam
bentuk yang unik. Wakil Kecamatan Sawahan yang kemarin menggunakan kostum
hantu, misalnya, menyajikan rujak di dalam pepaya yang isinya telah
dikeluarkan. Sedangkan tim Kecamatan Sukolilo, Kelurahan Keputih, menyajikan
rujak di dalam buah semangka yang dibentuk menyerupai mobil-mobilan.
Saat membuat rujak, tim juri langsung berkeliling mencari siapa yang lolos ke
babak 20 besar. Mereka lantas dipanggil ke atas panggung untuk dites lagi dari
segi rasa rujak. Yang lolos dalam tes itu berhak mendapat lima hadiah utama
berupa uang tunai Rp 1,5 juta plus satu sepeda gunung. Saat penilaian, suasana
tetap semarak. Peserta berjoget bersama di depan panggung dengan diiringi musik
patrol yang dimainkan grup Adem Sari asal Wedoro, Waru, Sidoarjo.
Karena bertitel festival, pemkot tidak menentukan juaranya, tapi menyatakan
lima kelompok yang membuat rujak paling enak sebagai pemenang. Mereka adalah
tim Komunitas Sepeda Tua Indonesia, kelompok berkostum Hanoman wakil Kelurahan
Ngagel, grup Bonek asal Pakal, tim berkostum Dayak dari Sidotopo Wetan, dan
grup Joko Tarub asal Lontar Sambikerep. ''Setiap tahun festival selalu
berkembang. Termasuk kostum,'' ujar wali kota.
Dia berharap, festival tersebut terus diselenggarakan agar rujak tetap lestari.
Selain itu, festival rujak uleg bisa memperkaya potensi wisata Metropolis.
''Karena itu, harus telaten. Di Singapura saja ada orang yang jual rujak. Masa
Surabaya malah melupakan masakan ini,'' tegasnya. (dim/c13/aww)
Sumber: Jawa PosPOSTED BY RUANG BACA AT 2:27 AM LABELS: RUJAK ULEK