MELEPAS PENAT DI PUNCAK GEDE( untuk foto2 silakan kunjungi www.mlancong.com )




Alam kali ini bersahabat.
Seisi angkasa
malam menampakkan sinar terangnya,
meredakan
semua awan kegelapan di kawasan Puncak dalam mengiringi
perjalanan kami selama tiga jam menuju pos
Gunung Gede. Jalur pendakian terpopuler
adalah Cibodas dan Gunung Putri. Ciri khas
antar jalur
sangat berbeda.
Saya dan beberapa teman pendakian pernah beberapa
kali mencoba variasi jalur
tersebut untuk mencapai Puncak Gede.

Kali ini jalur awal saya
mulai dari desa
Gunung Putri
kabupaten Cianjur. Setelah mengurus surat perijinan dan pemeriksaan barang
bawaan, kami memulai perjalanan.
Hamparan hijau persawahan
dikiri-kanan jalan membuat mata
enggan berkedip. Tampak Dusun Gunung Putri masih
terlihat asri
dalam kesejukan dan kenyamanan. Benar-benar perjalanan awal yang begitu menarik
meskipun terik
mentari sudah
mulai meyepuhi dedaunan.

Lepas area persawahan,
kami memasuki areal hutan taman nasional,
dengan pepohonan khas hutan rimba yang tinggi dan rimbun.
Sejam perjalanan saya sudah
sampai di Pos
Tanah merah yang merupakan bekas
kantor taman nasional yang sudah
tidak terpakai. Meninggalkan pos tersebut, jalur semakin
menanjak kurang lebih dua jam perjalanan untuk tiba di Pos
Legok Lenca. 

Jalur berikutnya
semakin curam
dan terjal untuk mencapai pos Buntut Lutung. Tempat ini agak lega sehingga 
sangat
cocok untuk beristirahat sebentar. Meskipun
begitu, jarang pendaki mendirikan tenda di sepanjang
jalur Gunung Putri.
Selain tempatnya sempit dan tidak
ada sumber
air, para
pendaki lebih suka berkemah di Alun-Alun surya Kencana.

Setelah bersusah
payah melewati Pos Lawang Seketeng
dan Pos Simpang Maleber, kami tiba di lapangan terbuka
Surya kencana. Waktu tempuh yang saya perlukan
kurang lebih tujuh jam untuk sampai disini.  Untuk menuju pusat Alun-Alun Surya 
Kencana, masih
harus
ditempuh setengah jam perjalanan. Di lapangan luas
ini kami bebas memilih tempat untuk
mendirikan tenda . Biasanya para
pendaki lebih suka memilih lokasi yang berdekatan
dengan tumbuhan edelweis karena cuaca ekstrim sering
menerpa kawasan
ini. 

Puas beristirahat
malam di Taman Suryakencana, kami
melanjutkan pendakian ke Puncak Gede saat
pagi belum sempurna. Medan bebatuan terjal
yang banyak ditumbuhi Edelweis harus
dilewati dengan perjuangan cukup berat. Kira-kira satu
jam perjalanan kami sudah sampai
di Puncak Gede (2.958 m. dpl) yang mempunyai bentuk menyerupai
kubah yang memanjang.

Beruntung,
tepat sampai dipuncak, saya masih
bisa menyaksikan
matahari terbit
dari ufuk timur
dengan pancaran sinarnya  yang begitu menawan. Tampak samar-samar
Puncak Pangrango yang berdiri
gagah karena atap-atap puncaknya masih diselimuti
kabut tipis. Secara perlahan
mentari pagi mulai membagi sinar terangnya di seputar Puncak Gede. Dari
sini sudah
terlihat jelas
Kawah Lanang, Kawah Ratu dan Wadon yang  secara berkala mengepulkan asap
belerangnya. Sejauh mata memandang
terlihat jajaran
gunung dan bebukitan yang mengelilingi dimana kaki saya
berdiri.
Sungguh seperti
lukisan yang sering ter imaginasi dalam bayang dan pikiranku.
Rasa penat dan bosan dengan kesumpekan
ibukota seakan terhapus seketika dalam romantika
alam Gede yang bersahaja.

Tak terasa sejam lebih saya
telah menikmati keindahan puncak Gede. Walaupun berat,
perjalanan turun
 harus segera di targetkan
agar sampai
di Pos Cibodas
tak terlalu sore. Karena
trek turun
yang akan kami lewati sedikit
panjang dan lama.  Setelah menuruni tanjakan setan,
kami tiba di Pos Kandang Badak. Di
pos ini cukup banyak tenda-tenda
yang berdiri,
mungkin para pendaki lebih suka melakukan summit
attack ke Gede atau Pangrango saat dini hari.
Sepuluh menit kemudian perjalanan
kami lanjutkan, jalur turun yang padat dan kering
membuat pergerakan
kaki kami semakin cepat untuk
mencapai Pos Air Panas, sampai akhirnya
tiba di Pos penjagaan saat ashar tiba. Dari
sini saya
harus
berjalan setengah
jam lagi untuk ke Taman Cibodas. Sampai
di Cibodas saya
sudah menjumpai angkot yang siap mengantarkan
sampai jalan utama. Tarif yang ditawarkan
pun tidak terlalu mahal. Dari jalan utama kita sudah
bisa memilih alternatif kendaraan yang siap
mengantarkan sampai
tujuan.



By : Dance


Salam wisata,
AMGD
YM : [email protected]

FB : [email protected]

www.mlancong.com-Indahnya Indonesia


      

Kirim email ke