Ini ada tambahan info lagi, dari Majalah Femina:

Sedapnya Makan Lesehan

Kenikmatan mondok di warung makan ini tak cukup sebatas di lidah, tapi juga 
sampai di kantong.

Walau Subang masih termasuk kawasan bumi Priangan, ternyata bukan perkara mudah 
untuk mencari masakan khas sunda yang pas di lidah. Sebuah warung makan bernama 
POndok Nangka, yang terletak di tepi Jl. Raya cijambe (dari arah Subang menuju 
Lembang), adalah pilihan saya.

Lima tahun yang lalu, warung makan yang di kelola oleh Dian Wirasta dan dua 
saudaranya ini masih berupa RM besar bernama Tahu Coel Ponyo. Ternyata konsep 
RM kurang diminati karena suasananya dirasa kurang santai. Konsepnya pun diubah 
menjadi warung makan besar lengkap dengan gaya lesehan yang nyaman dan santai 
untuk bersantap. "Kebetulan, warung kami yang sekarang berada di bawah pohon 
nangka. Makanya, kami menyebutnya Pondok Nangka," tutur Dian.

Petualangan lidah saya siang itu di pondok yang menurut orang sekitar tak 
pernah sepi pengunjung, dimulai dengan nasi bakar. Nasi bakarnya sedikit 
berbeda dengan nasi bakar pada umumnya. Kalau biasanya ada isian jamur, suwiran 
ayam, hingga ikan jambal, nasi bakar ditempat ini polos hanya nasi dan 
bumbu-bumbu). Meski begitu, rasanya tetap jempolan, gurih dan rasa bumbunya 
pekat. Aroma segar dari daun pisang pun melekat kuat pada nasi.
Sebagai pendampingnya adalah ikan nila bakar. Satu ekor ikan nila berukuran 
sedang, dibakar dengan campuran bumbu kuning yang melimpah. Lezatnya mantap! 
Tidak bau amis, dengan daging tebal dan tekstur yang kenyal. Makin luar biasa 
mantap rasanya, bila ditambah kucuran air jeruk nipis dan di cocol sambal kecap 
rawit.

Bagi yang tidak suka ikan, ada empal ayam dan gepuk sapi yang bentuknya tak 
umum! Empal ayam dibuat dari suwiran daging ayam yang berbentuk kotak mirip 
tempe goreng. Rasanya seperti empal daging umumnya, hanya lebih gurih karena 
tidak terlalu manis. Gepuk sapinya juga tak beda. Dibuat dari daging sapi yang 
diurai seratnya, lalu dibentuk bulat seperti perkedel. Cita rasanya agak manis, 
lengkap dengan rasa rempah yang membuatnya gurih, namun tidak terlalu tajam di 
lidah.

Empat macam pilihan pepes, mulai dari pepes tahu, pepes jamur, pepes ikan peda, 
hingga pepes ayam, sangat direkomendasikan untuk penggemar lauk berbungkus daun 
pisang ini. Semuanya sedep, harum, dan sarat bumbu. Begitu juga dengan ayam 
bakar, tumis genjer, tumis oncom, dan satai udangnya. Yang pasti, untuk semua 
pilihan lauk sedap yang bisa diambil sendiri di etalase, Anda tak perlu merogoh 
kocek terlalu dalam! (BLI)

Lokasi: Pondok Nangka, Jl. Raya cijambe Km 9,5 Subang, Jawa Barat. Telp: (0260) 
770 2444 / (0260) 7422786.

Harga *): Makanan: Rp 7.500 - Rp 40.000, Minuman: Rp 2500 - Rp 12.500. Jam 
buka: Setiap hari, pukul 07.00 - 21.00. suasana: Nyaman khas saung Sunda.

Femina - Sabtu, 04 - 10 April 2009


Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare.com/user/mediacare

  ----- Original Message ----- 
  From: Jie W. Kusumo 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, June 19, 2010 2:51 AM
  Subject: [bango-mania] (ask) Kuliner Subang..


    
  Hello Bangomania,
  Kebetulan besok ada office trip ke Subang, JaBar selama seminggu. Nginep dan 
acara kantor berpusat di Sari Ater, Ciater.
  Ada usulan spot kuliner dan jalan2 yang bisa dijelajahi di sekitar sana? 
Mohon infonya yah..
  Thx a lot..

  ps : sukses buat acara santap malam Bangomania Surabaya besok :D

  Jie W. Kusumo (Jiewa)
  http://www.inijie.com
  http://www.facebook.com/inijie


  

Kirim email ke