Kuliner Manado membuai lidah: Serba pedas, serba nikmat

Tepi pantai, Bunaken, dan makanan serba pedas. Setidaknya tiga hal inilah yang 
selalu teringat kalau berbicara soal Manado. Ya, Ibukota Sulawesi Utara ini 
memang menjadi salah satu destinasi utama masa liburan. Indahnya pemandangan 
bawah laut di Bunaken selalu jadi magnet penyedot wisatawan. Begitu juga sajian 
Ikan Bakar Rica, Nasi Kuning, atau sensasi Pisang Goreng dengan cocolan Sambal 
Roa yang lezat.

Nasi Kuning Saroja

Nasi Kuning banyak juga dipilih sebagai menu sarapan di Manado, selain Tinutuan 
alias Bubur Manado. Salah satu yang ternama dan selalu jadi incaran warga 
Manado adalah Nasi Kuning Saroja di Jl. Diponegoro No. 9. Telp. (0431) 851597.

Seporsi menu berisi Nasi Kuning terdiri dari Nasi Kuning, Abon Cakalang Rica, 
Semur Daging dan Kentang, lalu ditambah Keripik Kentang, Kering Ubi Jalar, dan 
Telur Rebus, serta taburan bawang goreng. Semua lauk ini diletakkan di 
tengah-tengah Nasi Kuning sebagai taburan. Jika masih kurang pedas, masih ada 
sambal goreng super pedas yang bisa ditambahkan. Harganya cukup Rp 10 ribu saja.

Menu ini memang tak murni dari Manado. Pemiliknya, Ny. Hj. Salma (68), berasal 
dari Jawa Timur. Lebih dari 30 tahun lalu, ia merantau dan membuka kedai ini, 
tentu dengan menyesuaikan lauknya dengan selera Manado yang suka ikan dan rasa 
pedas.

Meski banyak diburu untuk sarapan, namun kedai ini buka hingga pukul 21.30. 
Padahal sudah buka mulai Subuh, sekitar pukul 05.00. Sepintas lebih mirip rumah 
ketimbang kedai. Tetapi di dalamnya bisa muat 30 kursi.

Kita juga bisa membeli Nasi Kuning secara dibungkus. Kemasannya unik dari daun 
woka yang mirip janur kelapa, namun bisa melebar sehingga cantik untuk 
membungkus makanan. Setelah dilipat, bentuknya seperti kantung yang unik dan 
cantik untuk ditenteng.

Ikan Bakar Kalasey

Ke Manado tanpa mencicipi ikan bakarnya, tentu kurang pas. Kalau soal Ikan 
Bakar, kawasan pantai Kalasey-lah yang harus dituju. Letaknya ada di ujung 
barat kota Manado. Di daerah ini berderet kedai dan rumah makan yang bisa Anda 
pilih.

Beberapa kedai sederhana punya cara cukup "provokatif" menarik pelanggan. 
Mereka memanggang ikan di depan kedai sehingga aroma dan asapnya menyebar ke 
jalan, lalu menjerat orang yang lewat. Ikan diatur berjajar rapi dengan sayatan 
yang terlihat menggiurkan. Pilihannya ada Ikan Kakap Merah, Cakalang, dan Ikan 
Bobara alias Ikan Kuwe.

Uniknya, semua ikan ini dibiarkan terus-menerus terpanggang di atas bara, namun 
dengan jarak cukup jauh. "Nanti kalau ada yang pesan, baru dipanggang dengan 
api besar pakai sabut kelapa," terang Alwina Daromes (47), salah satu pemilik 
kedai ikan bakar.

Dengan cara ini, tak heran Ikan Bakar yang disajikan betul-betul kering di 
bagian luar, bahkan kulitnya sampai renyah. Sementara Jus Kaldu Ikan tetap 
tersimpan aman di dalamnya. Saat memanggang, sesekali ia mengoleskan minyak 
goreng yang dicampur dengan perasan jeruk nipis agar rasanya segar.

Selanjutnya ikan disajikan bersama sambal dabu-dabu berkomposisi cabai, tomat, 
garam, dan perasan jeruk nipis. Rasanya segar, cocok sekali untuk cocolan ikan 
yang dibakar tanpa tambahan bumbu. Semua ikan ini dijual mulai harga Rp 30 ribu 
per ekor. "Ukurannya mencapai 900 gram. Jadi, bisa untuk 2-3 orang," imbuh 
perempuan yang sudah 13 tahun berjualan Ikan Bakar.

Masih ditambah dengan Tumis Kangkung ala Manado yang besar dan renyah, mirip 
kangkung di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dominasi bawang putih yang gurih jadi 
bumbu utama sajian ini.

Deretan kedai umumnya berupa rumah panggung dari kayu yang menjorok ke laut. 
Jadi bonusnya sudah tentu pemandangan laut lepas. Dari sini Anda bisa menikmati 
matahari terbenam, pemandangan Manado Tua, dan Pulau Bunaken. Rata-rata kedai 
buka mulai pukul 09.00-21.00.

Pusat Jajanan Jarod

Minum kopi menjadi salah satu kegiatan yang digemari warga Manado. Sambil 
ngopi, kita bisaberbincang apa saja dengan suasana yang akrab dan santai. 
Kerukunan dan kedamaian memang dijunjung tinggi di Manado. Jadi di kawasan 
jalan Roda inilah semua batasan melebur dalam nuansa yang akrab. Mulai dari 
rakyat biasa hingga pejabat kerap menyempatkan diri melepas penat di sini 
sambil berbincang.

Pusat jajanan ini sebagian besar menawarkan minuman kopi. Mau kopi pekat, kopi 
susu, sampai kopi sachet biasa. Silakan pesan sesuai selera. Uniknya, di sini 
dikenal istilah kopi setengah. Apa maksudnya? "Ya, kopinya memang cuma setengah 
cangkir," tukas Edwin (23), salah satu pemilik kedai kopi.

Istilah ini muncul karena banyak juga pelanggan yang ingin ngopi, namun tak 
banyak-banyak. Jadi dibuatlah kopi setengah. Harganya cukup Rp 2 ribu saja. 
Kalau secangkir penuh, harganya jadi Rp 3 ribu. Menurutnya, pelanggan bisa 
beberapa kali minum kopi dalam sehari, namun sedikit-sedikit. Itulah mengapa 
budaya kopi setengah pun muncul di sini.

Selain itu, acara ngopi juga maiin seru dengan jajanan ringan seperti Lalampa, 
yaitu sejenis Lemper yang berisi ikan cakalang pedas. Ada juga Panada, roti 
goreng berbentuk seperti Pastel yang berisi cakalang pedas. Harganya juga murah 
meriah, Rp 1.000 per buah.
Selain itu berbagai menu juga ditawarkan seperti Tinotuan, Bakso, Gado-Gado, 
Milu Bakar, Soto, Cap Cay, hingga Coto Makassar. Menu non halal pun juga 
tersedia, mulai dari Sate Babi, Babi Bakar, hingga Coto Babi. Setiap kedai 
menawarkan menu yang berbeda-beda. Nah, jika ingin merasakan keakraban dan 
keramahan warga Manado, cobalah ikut ngopi-ngopi di sini.

Pisang Colo-colo Sambal Roa

Dari arah Kalasey menuju kembali ke Kota Manado, Anda akan melewati kawasan 
Pantai Kalalayang. Letak pantai ini memang bersebelahan dengan Pantai Kalasey. 
nah, kalau di sini, Anda bakal melihat cukup banyak kendaraan yang menepi 
sekadar untuk mencicipi sajian khas Malalayang, Pisang Colo-colo Sambal Roa. 
Cukup banyak kedai-kedai sederhana yang menawarkan menu ini di sepanjang pantai.

Pisang Colo-colo adalah Pisang Goreng khas Manado. Dibuat dari pisang kepok, 
alias pisang cepatu dalam bahasa setempat. Pisang yang digunakan berukuran 
cukup besar, lalu diiris-iris melebar seperti kipas. Selanjutnya dicelupkan 
dalam adonan tepung, lalu digoreng hingga matang. Pisang selanjutnya disajikan 
bersama Sambal Roa yang jadi cocolannya. "Nah, ini yang disebut dengan 
colo-colo," tutur Ny. Leni (47), salah satu penjual Pisang Colo-Colo.

Ya, sajian ini seolah menegaskan kesukaan orang Manado akan rasa pedas. 
Sampai-sampai sambal pedas pun jadi cocolan pisang goreng. Sambal roa dibuat 
dari ikan roa, sejenis ikan laut khas Manado. Ikan yang sudah diasapi hingga 
kering ini digiling halus. Kemudian digoreng hingga matang bersama rica, alias 
cabai rawit. Jika suka, boleh tambahkan sedikit kecap pada sambalnya. Saat 
mencobanya, rasanya betul-betul enak. Sensasi yang perlu Anda rasakan jika 
sempat ke Manado. Harganya pun murah meriah, hanya Rp 1.000 per buah.

Selain Pisang Goreng, juga tersedia Tahu Isi dan Jagung Rebus yang kerap jadi 
teman minum kopi. Ya, selain terkenal doyan pedas, orang Manado juga dikenal 
doyan ngopi. Kedai ini sering jadi tempat bersantai keluarga usai bermain atau 
berenang di Pantai Malalayang.

Kios Es Tjie Mie

Udara Manado yang menyengat terkadang membuat kita sering kehausan dan ingin 
menikmati sajian yang dingin. Satu kedai yang kerap dituju untuk meredakan suhu 
badan adalah kedai yang menyebut dirinya Kios Tjie Mei. Hebatnya, kedai es ini 
sudah ada sejak tahun 1957, dan terus bertahan hingga saat ini. Nama kedai ini 
diambil dari nama perintisnya, dan kini dilanjutkan oleh generasi kedua Ny. Nan 
(50), putri Tjie Mei.

Es Tjie Mei menyajikan potongan buah avokad, kacang merah (brenebon), dan 
durian, lalu ditambahkan saus gula, susu cokelat, dan serutan es batu. Kuahnya 
begitu kental dengan rasa dan aroma durian yang harum. Semangkuk Es Tjie Mei 
dijual Rp 14 ribu.
Kedai ini juga dikenal punya sejumlah jajanan khas Manado sebagai teman 
bersantap es. Di antaranya Bubur Tinutuan, Mi Cakalang, Milu (jagung) rebus, 
Milu Kuah, Lumpia Basah, Lumpia Goreng, Perkedel Nike (Ikan), hingga Gohu 
Bakasang, sejenis Asinan ala Manado berbahan pepaya dan mentimun.

Lumpia ala Manado juga boleh dicoba. Isinya menggunakan irisan kol dan wortel, 
lalu kulit bagian dalamnya diolesi saus kacang yang gurih pedas, kemudian 
digulung. Lumpia ini bisa disajikan digoreng maupun tidak. Tergantung selera 
saja. Penyajiannya bersama cocolan saus sambal pedas.

Meskipun kedai ini tak memiliki papan nama, namun sudah terkenal di Manado. 
Letaknya di Jl. Sudirman No. 104. Telp (0431) 862714. Kapasitasnya cukup untuk 
menampung 40 pengunjung. Untuk menjaga keasliannya, Ny. Nan sengaja tak membuka 
cabang. "Jadi kalau selain di sini, bukan Es Tjie Mei," tegasnya.

Kompleks Jajanan Bahu Mal

Jika Anda ingin merasakan ikan bakar sambil memandang lautan lepas atau mentari 
yang terbenam, bisa juga dilakukan di tengah kota. Jadi tak perlu jauh-jauh ke 
Pantai Kalasey atau Malalayang. Datang saja ke Kompleks Bahu Mal. Di bagian 
belakangnya terdapat deretan kedai pinggir pantai yang menawarkan aneka makanan.

Uniknya, lokasi ini merupakan reklamasi pantai. Artinya, kawasan ini dulunya 
adalah pantai, namun direklamasi dengan menambah daratan buatan sehingga 
posisinya masuk ke wilayah pantai. Suasana sore hari terasa lebih indah dengan 
kemilau matahari terbenam yang selalu ditunggu-tunggu.

Sementara sajiannya memang didominasi dengan seafood. Salah satunya kedai 
Kopitiam Seafood. Kedai ini punya beberapa akuarium berisi hewan laut yang 
hidup, seperti ikan goropa (kerapu), tude (ikan kembung), hingga udang dan 
kepiting hidup. Semuanya bisa dimasak dengan cara digoreng, bakar, asam manis, 
atau masak woku aliah kuah kuning khas Manado.
Kedai ini juga menawarkan paket hemat seperti paket tude atau oci (sejenis ikan 
kembung) seharga Rp 20 ribu. Berisi nasi, 2 ekor ikan bakar, tumis kangkung, 
dan tentu saja sambal dabu-dabu iris dan sambal rica yang digoreng. Ikan segar 
menjadi jaminan di sini. Dagingnya begitu lembut, tanpa aroma amis sama sekali.

Belasan kedai berderet di sepanjang kawasan reklamaso ini dengan berbagai menu 
yang bisa dipilih sesuai selera. Mulai dari Bakso, Ikan Bakar, Coto Makassar, 
Ayam Bakar, Sop Buntut, Soto Ayam, Bubur Ayam, Siomay, Pempek, hingga olahan 
nonhalal seperti Iga Babi Bakar, goreng, hingga masak Coto dan Sup. Jadi 
pilih-pilih saja menu yang sesuai dengan selera Anda. Semuanya menawarkan 
pemandangan yang sama, yaitu pantai indah, debur ombak, dan mentari terbenam di 
sore hari. Kedai ini rata-rata buka mulai pukul 10.00-24.00.

Person quoted: Alwina Daromes (pemilik kedai ikan bakar) .  Edwin (pemilik 
kedai kopi) .  Ny. Leni (penjual Pisang Colo-colo) .  Ny. Nan (penjual Es Tjie 
Mei)

* Nasi Kuning Manado (untuk 4 porsi)

Bahan Nasi Kuning:
- 300 gr beras
- 500 ml santan dari 1/4 butir kelapa
- 3/4 sdt garam
- 50 gr kunyit, diparut, diperas ambil 25 ml airnya
- 1 batang serai, dimemarkan
- 3 lembar daun pandan

Bahan abon cakalang rica:
- 1 ekor (350 gr) ikan cakalang/tongkol
- 1 sdt air jeruk nipis
- 1/2 sdt garam
- 100 ml santan dari 1/4 butir kelapa
- 1 lembar daun salam
- 1 batang serai
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt gula pasir
- 1/2 sdt air asam jawa
- 2 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus
- 4 buah cabai merah keriting
- 2 buah cabai merah besar
- 3 buah cabai rawit merah
- 2 siung bawang putih
- 4 butir bawang merah
- 1/2 sdt terasi, dibakar
- 1 cm jahe
- 1 buah tomat merah

Bahan pelengkap:
- 4 potong semur daging dan tahu
- 50 gr kering ubi
- 4 butir telur rebus
- 50 gr keripik kentang
- 2 sdm bawang merah goreng untuk taburan

Cara membuat:
Nasi kuning: rebus santan, garam, air kunyit, serai, daun pandan sambil diaduk 
sampai mendidih. Masukkan beras. Aduk sampai terserap. Angkat. Kukus 30 menit 
di atas api sedang sampai matang.

Abon cakalang: lumuri ikan cakalang dengan air jeruk nipis dan garam. Kukus 30 
menit di atas api sedang sampai matang. Suwir-suwir dan buang durinya. 
Sisihkan. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, dan serai sampai 
harum. Masukkan daging ikan. Aduk rata. Beri santan. Aduk sampai matang. 
Tambahkan air asam jawa. Aduk rata sampai kering dan meresap. Sajikan nasi 
kuning bersama abon cakalang rica, semur daging dan tahu, keripik kentang, 
kering ubi, telur rebus, dan taburan bawang goreng.

- RM Nasi Kuning Saroja
Jl. Diponegoro No. 9
Telp. (0431) 851597

- Ikan Bakar Kalasey
kawasan pantai Kalasey

- Pusat Jajanan Jarod
kawasan jalan Roda

- Pisang Colo-colo Sambal Roa
Sepanjang Pantai Malalayang

- Kios Es Tjie Mei
Jl. Sudirman No. 104
Tekp. (0431) 862714

- Pusat Jajanan Bahu Mal
Bahu Mal, Jl. Wolter Mongonsidi

Saji - 5-18 Mei 2010


Facebook: Radityo Djadjoeri
YM: radityo_dj
Twitter: @mediacare
4sq: http://foursquare.com/user/mediacare

Kirim email ke