> > Asa ku aneh ari jelema nya. Batur ibadah hayoh make > dilarang sagala, ari korupsi anu mahabu mah bet > diantep bae... Lieur, dunya teh geus tibalik!!! :((( > >
Isra Mi'raj dan Kemerdekaan Beribadah Oleh: ZUHAIRI MISRAWI Memperingati Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW. sebenarnya mengajak kita untuk merenungi hakikat ibadah. Peristiwa penting ini menyimpan hikmah amat mulia berkaitan pentingnya kemerdekaan beribadah. Para ulama sirah nabawiyah hampir menyepakati, Isra dan Mi'raj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yerusalem (isra) serta dari Yerusalem menuju singgasana Tuhan atau sidrat al-muntaha (mi'raj). Beribadat Muhammad Husein Haikal dalam Hayat Muhammad menjelaskan, sebagaimana ditulis Dermenghem dan Ibnu Hisyam, setelah sampai di Yerusalem, Nabi Muhammad SAW melakukan sembahyang di atas puing-puing Kuil Sulaiman bersama utusan Tuhan yang lain, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Lalu, Nabi Muhammad bersama Malaikat Jibril naik ke langit memenuhi panggilan Tuhan, hingga akhirnya melakukan negosiasi dengan Tuhan ihwal perintah shalat bagi kaum Muslim. Sejak itulah shalat disyariatkan bagi kaum Muslim hingga kini. Apa hikmah dari peristiwa ini? Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam Fiqh al-Sirah menulis, ada dua hal penting dalam Isra dan Mi'raj. Pertama, Isra dan Mi'raj merupakan peristiwa penting bagi konstruksi solidaritas antarumat beragama. Sikap rendah hati, penghargaan, dan penghormatan yang tinggi atas ajaran nabi-nabi terdahulu merupakan salah satu teladan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, Syaikh Muhammad al-Ghazali sama sekali tidak sependapat bila ada yang mempertentangkan ajaran para nabi. Bahkan, dalam Al Quran, kita wajib beriman kepada Tuhan, malaikat, kitab-kitab suci, dan para utusan Tuhan terdahulu. Kedua, Isra dan Mi'raj merupakan peletakan pertama bahwa Islam adalah agama fitrah. Seluruh ajaran ibadah yang diwajibkan kepada umat Islam merupakan fondasi yang wajib dilaksanakan untuk menemukan saripati dan esensi agama. Keretakan Beberapa waktu terakhir ini tradisi keberagamaan kita berada di ambang keretakan. Penutupan sejumlah tempat ibadah dan hilangnya toleransi hubungan antaragama merupakan salah satu fenomena yang menyedihkan. Bila mengaca pada Isra dan Mi'raj, sebenarnya bisa disimpulkan bahwa kita sedang dalam situasai kehilangan akar dan fondasi keagamaan. Bahkan, pada titik tertentu kita kehilangan fitrah. Sebab, bagaimana mungkin muncul kebencian dan sikap intoleransi di antara umat beragama, muncul larangan beribadah, padahal di antara para nabinya mereka hidup damai, rukun, dan senantiasa menyapa ramah. Di sinilah pentingnya memperingati Isra dan Mi'raj sebagai upaya merefleksikan pentingnya ibadah kepada Tuhan secara total dan merdeka. Adanya para utusan Tuhan, para nabi dan kitab-kitab suci merupakan salah satu bentuk kemerdekaan beribadah. Tuhan dengan kekuasaan-Nya mampu dan pasti bisa menjadikan makhluk-Nya agar beribadah dengan satu bentuk dan model, tetapi Tuhan telah menciptakan keragaman, di antaranya keragaman dalam agama. Karena itu, salah satu prinsip paling mendasar dalam Islam adalah tidak ada paksaan dalam agama. Bahkan, dalam tradisi Islam sendiri, tentang bagaimana ibadah ini dipraktikkan, banyak sekali pandangan dan mazhab. Di sinilah letak pentingnya larangan paksaan dan pemaksaan dalam ibadah. Karena yang paling penting dalam ibadah adalah penyerahan diri secara total, tanpa intimidasi dan paksaan. Jadi, ibadah adalah kemerdekaan. Pada akhirnya ketauhidan adalah puncak kemerdekaan itu sendiri. Ibnu Rushd, ulama besar dari Andalusia, menggarisbawahi pentingnya kebebasan dan kemerdekaan ini. Kita perlu menghargai kebenaran yang dibawa agama-agama lain karena sebenarnya jalan menuju kebenaran itu tidak tunggal. Karena itu, dalam suasana Isra dan Mi'raj, ada baiknya kita keluar dari belenggu kebencian, paksaan, dan pemaksaan atas nama agama. Karena dalam Isra dan Mi'raj tersimpan kedamaian, toleransi, dan penghargaan antarajaran, antaragama, dan antarkelompok. Mahmud Muhammad Thaha berpesan kepada kita bahwa ajaran shalat yang diperintahkan Tuhan kepada Nabi dalam peristiwa Isra dan Mi'raj adalah shalat untuk perdamaian. Zuhairi Misrawi Alumnus Universitas al-Azhar Kairo-Mesir; Peneliti P3M Jakarta ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
