Para ilmuwan telah mengekstrak dan memecahkan kode DNA dari seekor beruang gua yang mati 40.000 tahun lalu. Keberhasilan ini mendorong mereka untuk mengungkap DNA dari spesies lain yang sudah punah, termasuk kerabat dekat kita, manusia Neanderthal!
Kelak, bila teknologi sudah memungkinkan, para peneliti berangan-angan untuk menghidupkan kembali makhluk-makhluk itu lewat cetak biru genetik mereka secara kloning. Jika mimpi liar tersebut berhasil diwujudkan, kita mungkin akan bisa berjumpa dengan seorang manusia Neanderthal atau beruang gua. Meski begitu, mereka mengakui, ide untuk mendapatkan kode DNA dari dinosaurus - seperti dalam film Jurassic Park - akan tetap menjadi kisah fiksi ilmiah. Alasannya, pengambilan materi genetis dari fosil yang telah berusia ratusan juta tahun merupakan sesuatu yang hampir mustahil. "Dalam waktu ratusan atau ribuan tahun dari sekarang, teknologi mungkin sudah sangat maju sehingga kita bisa 'menciptakan' makhluk hidup dari informasi rantai DNA-nya," kata Dr Eddy Rubin, direktur Joint Genome Institute, Department of Energy AS di Walnut Creek, California. "Tapi saya sangsi apakah kami bisa mengekstrak DNA dari dinosaurus. Saya kira mereka terlalu tua. Untuk menciptakan sesuatu seperti Jurassic Park, saya kira tidak bisa dan hal itu tetap akan menjadi cerita fiksi ilmiah." Dr Rubin yakin suatu saat kita akan bisa meng-kloning hewan dan makhluk hidup yang sudah punah Adapun para ilmuwan mengekstrak DNA dari gigi dan tulang beruang-beruang gua yang fosilnya ditemukan di dua tempat di Austria. Beruang gua dahulu banyak dijumpai di Eropa, namun mereka punah sekitar 10.000 tahun lalu pada akhir Jaman Es. Tim Dr Rubin menganalisa DNA beruang yang telah punah itu menggunakan teknologi komputasi kekuatan tinggi. Cara ini sempat dianggap kurang efektif di masa lalu karena DNA-DNA itu biasanya terkontaminasi materi genetis dari bakteri atau orang-orang yang menangani fosil-fosil tersebut. Memilah-milah DNA asli yang dimiliki fosil bisa dibayangkan seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Namun karena saat ini para ilmuwan sudah berhasil menguraikan rantai genetis dari banyak makhluk hidup - termasuk beberapa jenis mikroba, manusia, dan beberapa hewan - maka kita akan bisa 'memancing' rantai yang kita inginkan. Dalam kasus beruang gua ini, para peneliti menggunakan rantai genetis anjing dan DNA dari beruang modern sebagai 'magnet'. Menurut Dr Rubin, metode ini berhasil dalam ekstrak yang ia lakukan. Keberhasilan tersebut membuat mereka tertarik untuk mencoba cara serupa pada fosil Neanderthal, kerabat terdekat manusia modern yang hidup pada masa yang sama dengan beruang gua. "Saya yakin cara ini akan berhasil, hanya tinggal menunggu waktu saja," katanya. (bbc.co.uk/wsn) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now. http://us.click.yahoo.com/T8WM1C/KbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
