> nyebutkeun (nuduh) yen nagara tatangga sorangan anu ngarojong tur > ngahaja "ngirim" DR. Azhari ka Indoensia...., da geuning lain rusiah > deui eta nagara tatangga teh sok ngeleketek nagara urang Indonesia)..,
Dubes Malaysia Bantah Danai Noordin Top dan Dr Azahari Denpasar, Kompas - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zaenal Abidin Zain membantah keras sinyalemen adanya aliran dana dari Malaysia untuk mendukung aksi terorisme kelompok Noordin M Top dan Dr Azahari di Indonesia. Tidak ada aliran dana apa pun dari Malaysia untuk para teroris. Saya tegaskan tidak benar Malaysia memberikan biaya kepada mereka. Bahkan, kami mengutuk keberadaan mereka para kriminal dan teroris yang telah membunuh banyak rakyat Indonesia dan asing, kata Zaenal Abidin kepada wartawan seusai bertemu Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Made Mangku Pastika di Mapolda Bali, Senin (28/11). Zaenal Abidin mengelak meminta maaf secara resmi melalui media atas tindakan Azahari, meskipun teroris itu terdaftar sebagai warga negara Malaysia. Dia menjelaskan, pihaknya tidak mengakui keberadaan Dr Azahari di Malaysia. Oleh karena itu, kami tidak bersedia meminta maaf kepada rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Bali. Jika kami meminta maaf, itu artinya kami membenarkan keberadaan Azahari,katanya. Pada pertemuan kemarin di Mapolda, Zaenal Abidin didampingi Faizal Hoshim yang akan menjadi konsul Malaysia di Bali. Soal pengejaran calon tersangka peledakan bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran, selain Mochammad Cholily alias Hanif alias Yahya (28) asal Malang, Anif Sholhanuddin alias Pendek (24) asal Semarang, dan Abdul Aziz (30) asal Pekalongan, Jawa Tengah, perburuan masih terus dikembangkan. Pengejaran sudah mengarah kepada orang yang diduga sebagai koordinator lapangan pada bom 1 Oktober 2005. Menurut Mangku Pastika, penuntasan kronologi atau sistem peledakan bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran masih teka-teki. Selain keterangan tersangka dan para saksi, polisi masih menganalisa buku panduan kerja teroris yang ditemukan saat penangkapan para tersangka. Dalam buku itu dijelaskan, koordinator lapangan di Kuta dan Jimbaran berada beberapa meter dari lokasi peledakan. Di R.AJAs Bar and Restaurant, Kuta, koordinator itu naik ojek. Diperkirakan, orang itu berada di depan Hard Rock Cafe, sekitar 20 meter dari R.AJAs. Sementara itu, jenazah tersangka teroris Muhammad Salik Firdaus akhirnya dimakamkan di Jakarta karena baik bupati maupun camat tidak ada yang mengakui Salik sebagai warga Cikijing, Majalengka. (AYS/D07) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
