-"Dogdog" Leluhur Berdaya Magis SURAK ibra lekat dengan alunan irama dogdog (sejenis gendang). Alat musik pukul ditabuh dengan irama tertentu diiringi dentuman kendang dan liukan terompet. Irama dogdog seakan merupakan "nyawa" pada pertunjukan surak ibra dari Kertajaya Cibatu maupun surak ibra dari Cinunuk Wanaraja. SATU set "dogdog" diperlihatkan Tasdik (73). *DENI YUDIAWAN/"PR"
Terdapat keunikan pada dogdog yang dipakai pada pertunjukan surak ibra di Kertajaya Cibatu. Sebagian orang yang mendengar lantunan dogdog itu dan ikut dalam sorak-sorai akan tak sadarkan diri dan kesurupan. Orang kesurupan tadi kemudian akan diangkat dan dilempar-lemparkan ke udara sambil bersorak. Sebagian orang kesurupan lainnya hanya berdemonstrasi pencak silat dengan menggunakan jurus buhun seperti pamacan maupun pamonyet. Orang-orang kesurupan itu akan dibiarkan. Berbagai permintaan roh kadang menjadi bahan tertawaan penonton. Rujak asam, telur ayam kampung, ataupun kopi kental pahit biasanya paling banyak diminta. Yang lain makan rumput atau benda lain layaknya kuda lumping. Saat akan disadarkan, orang kesurupan biasanya menunjuk salah satu dari empat dogdog yang ada. Setelah dipilih, bagian belakang dogdog itu akan dihirupkan pada bagian muka. Dogdog warisan ibra berjumlah empat buah dengan. Paling besar berdiameter sekira 50 cm, selanjutnya 40 cm, 30 cm, dan 20 cm. Badan dogdog terbuat dari batang pohon jambe (pinang) dibalut oleh kulit embe (kambing) yang telah dikeringkan. Kulit itu diikat tali rotan. Tali itu pula yang mengikat bagian bawah dogdog sebagai hiasan. "Dogdog ini diwariskan dari kakak kandung saya, Witarma. Ia memperoleh dogdog ini langsung dari ayah saya, Ibra. Surak ibra tak bisa dipisahkan dari tabuhan dogdog ini," ucap Tasdik (73), anak keenam Ibra. Tasdik mengaku dogdog ini telah "diisi" oleh Ibra. "Sok ieu kasenian teruskeun. Urang moal nyingkah keun lantaran ku urang geus diasupkeun kana dogdog," kata Tasdik menirukan ucapan Witarma saat diwarisi dogdog. Umur Tasdik yang telah renta membuat rantai regenerasi harus diteruskan. Kemungkinan besar, dogdog itu akan diwariskan kepada adik bungsunya, Mansyur. Keempat dogdog warisan itu disimpan keluarga Tasdik pada salah satu ruangan. Sesajian harus dihidangkan semalam sebelum dimulai pertunjukkan. Beberapa pantangan juga diberlakukan untuk menjaga daya magisnya. Berbeda dengan surak ibra dari Cinunuk Wanaraja, peserta surak ibra di Kertajaya Cibatu hanya bisa dilakukan warga asli Kertajaya. "Biasanya orang luar Kertajaya akan mudah kerasukan dan susah untuk disadarkan. Makanya kami akan mengusir orang luar yang ikut serta dalam surak," jelas Tasdik. Sebelumnya, surak ibra Kertajaya banyak ditanggap orang hajatan sebagai hiburan. "Dulu, orang yang nanggap biasanya membayar Rp 1,5 juta setiap kali pertunjukkan, tak termasuk biaya angkut personel," lanjut Tasdik. (Deni Yudiawan/"PR")*** http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
