Karikatur Nabi picu kemarahan baru
gunmen in EU offices
Kelompok bersenjata sempat mengepung kantor-kantor Uni Eropa Gaza
Kembali terjadi protes di dunia Islam setelah beberapa koran Eropa
memuat ulang karikatur Nabi Muhammad.
Kartun yang awalnya dimuat sebuah koran Denmark, memicu protes baru
ketika dicetak kembali oleh beberapa koran Eropa, yang berakibat
pemecatan pemimpin redaksi sebuah koran Perancis.
Di Pakistan terjadi protes anti-Denmark dan anti-Perancis, namun
sebuah surat kabar Yordania yang memuat karikatur tersebut meminta
kalangan Muslim untuk "berpikir jernih".
Pria-pria bersenjata Palestina sempat mengepung kantor-kantor Uni
Eropa di Gaza menuntut permintaan maaf atas pemuatan kartun nabi itu.
Norwegia menutup misi perwakilan di Tepi Barat setelah muncul ancaman
dari dua kelompok militan terhadap warga Norwegia, Denmark, dan Perancis.
Presiden Mesir Hosni Mubarak memperingatkan keputusan beberapa koran
Eropa menerbitkan karikatur Nabi Muhammad ini bisa mendorong terorisme.
Ratusan mahasiswa berdemonstrasi di kota-kota Pakistan seperti Lahore
dan Multan, dengan membakar bendera dan foto perdana menteri Denmark.
Komisaris Perdagangan Uni Eropa Peter Mandelson juga mengecam
koran-koran Eropa yang memuat kembali kartun tersebut, dengan
mengatakan "mereka sama saja dengan menumpahkan minyak ke bara api".
Sengketa ini memanas pada hari Rabu ketika surat kabar Perancis France
Soir memuat 12 karikatur Nabi Muhammad dan satu karikatur baru di
halaman depan, bergambar nabi dan figur suci beberapa agama dengan
tulisan "Jangan kuatir Muhammad, kita semua dikarikaturkan di sini".
Beberapa penerbitan di Jerman, Italia, Belanda, dan Spanyol memuat
ulang kartun tersebut untuk menunjukkan dukungan kepada kebebasan
berpendapat.
Pemimpin redaksi France Soir dipecat setelah muncul kecaman dari
berbagai organisasi Muslim di Perancis.
Namun para wartawan surat kabar tersebut membela keputusan redaktur
memuat kartun tersebut, dengan memuat tajuk rencana di halaman depan
berisi pembelaan kebebasan berpendapat.
Reaksi dunia Arab
cartoon row
Karikatur Nabi Muhammad pertama kali dimuat koran Denmark
Di negara-negara Arab, sebagian kalangan menganggap reaksi pemeluk
Islam atas penerbitan kartun nabi terlalu berlebihan dengan menyerukan
boikot atas produk Skandinavia.
Mereka mengatakan tindakan itu salah karena menghukum seluruh
masyarakat hanya karena sikap satu atau dua surat kabar.
Kalangan lain mengatakan dunia Arab sendiri bersalah karena bersikap
ganda dengan membiarkan peliputan media yang menunjukkan sikap
bermusuhan terhadap warga Kristen dan Yahudi, dan langsung bereaksi
saat Muslim dikritik.
Di Yordania, surat kabar mingguan mengambil langkah yang tidak biasa
dengan menerbitkan kartun nabi.
Redaktur surat kabar, Jihad al Mo'men mengatakan kepada kantor berita
Barat, bahwa ia memutuskan untuk menerbitkan kartun-kartun itu karena
masyarakat menyerang sesuatu yang tidak mereka lihat.
Dalam tajuk rencananya, Al Mo'Men menulis: "Apa yang lebih menimbulkan
prasangka buruk bagi Islam, karikatur ini atau gambar penyandera
tengah memotong leher korban di depan kamera?"
Hal ini mengacu pada gambar-gambar sandera asing di Irak yang
ditayangkan televisi Al Jazeera, yang sejauh ini tidak menimbulkan
protes keras dari masyarakat umum Arab.
Sengketa soal kartun ini merupakan gambaran atas besarnya perbedaan
besar antara nilai-nilai sekuler liberal masyarakat Barat dan
pandangan agama negara-negara Arab dan Muslim.
Perbedaan ini semakin besar karena perang Amerika Serikat melawan
teror, yang digambarkan media Arab sebagai perang salib modern.
http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/
[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/