Seren Taun di Kaki Gunung Salak Dihidupkan Kembali

Budaya rengkong (membawa padi dengan menggunakan pikulan secara
beriringan) yang terhenti sejak 36 tahun lalu di Desa Pasir Eurih,
Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Minggu (5/2) pagi, kembali
digelar dalam upacara "Seren Taun Guru Bumi".

Upacara yang dilaksanakan di lapangan olahraga itu merupakan puncak
acara dari tiga rangkaian acara yang dimulai sejak Jumat pagi.

Ribuan orang, terdiri dari undangan, peserta acara, dan warga sekitar
Pasir Eurih, berkumpul mengikuti rangkaian acara yang digelar Maki
Sumawijaya, pimpinan Padepokan Seni dan Budaya Giri Sundapura.

Iring-iringan rengkong bergerak dari panggung pertama setelah dilepas
pimpinan acara didahului dengan doa oleh sesepuh setempat menuju
panggung tiga, tempat upacara berlangsung yang jaraknya sekitar 500 meter.

Rombongan rengkong diikuti oleh rombongan Angklug Gubrag dari Cigudeg,
Kabupaten Bogor, dan sekitar 50 pikulan jempana dan dongdang dari
warga yang berasal dari 48 RT dari desa setempat.

Jempana dan dongdang itu terdiri atas makanan tradisional dan hasil
usaha tani seperti buah-buahan, sayuran, dan padi.

Di sepanjang jalan, warga menyambut dengan lambaian tangan penuh rasa
gembira.

Maki, cucu dari Etong Sumawijaya ini, merasa terpanggil untuk
merekonstruksi upacara Seren Taun yang dulu dilakukan kakeknya ketika
menjadi Kepala Desa Pasir Eurih.

"Sejak kakek meninggal tahun 1971, kegiatan Seren Taun terhenti.
Didukung oleh sejumlah tokoh budayawan Sunda, saya mencoba menggali
budaya tradisional yang hampir punah dan berupaya melestarikannya,"
kata Maki dalam sambutannya yang berbahasa Sunda.

Di awal pidato, Maki sempat terisak sejenak mengenang almarhum
kakeknya yang dulu mampu menyelenggarakan Seren Taun sebagai wujud
syukur kepada Allah SWT karena panennya berhasil.

Di hadapan undangan yang terdiri dari pejabat Provinsi Jawa Barat dan
Kabupaten Bogor serta sejumlah tokoh budayawan Sunda dan sesepuh dari
kepala adat di Jabar, seperti Jatikusumo dari Cisantana Kuningan, Maki
mohon dimaklumi karena upacara dilakukan di lapangan, bukan di
perkampungan rumah adat Sunda.

"Ke depan, mudah-mudahan kami dapat membangun replika rumah adat Sunda
dan bangunan leuit atau lumbung padi yang seperti pada tempatnya. Kami
juga berharap kegiatan Seren Taun di Kaki Gunung Salak ini dapat
diagendakan sebagai agenda tahunan yang sekaligus mendukung program
pariwisata setempat," kata Maki.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jabar Budiyana maupun
Bupati Bogor Agus Utara Effendi dalam sambutan tertulisnya yang
dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Harry
Harawan berharap adanya citra positif untuk mengangkat kekayaan
potensi budaya Jabar yang dapat mengarah pada pelestarian dan
pemanfaatan budaya daerah. Mereka juga mendukung untuk menjadikan
acara Seren Taun menjadi agenda tahunan.

"Sedekah kueh"

Selain rengkong, tradisi sedekah kueh dihidupkan juga, yakni
dilaksanakan pada hari kedua Seren Taun. Kue yang akan dibagi-bagi
merupakan sumbangan sukarela para warga, khususnya kepada anak-anak
yang menjadi target utama.

Sebelum dibagi-bagikan kepada anak-anak, para sesepuh desa menjalankan
ritual doa-doa keselamatan. Tampah kue "perwakilan" bersama satu cerek
bajigur, satu cerek bandrek, dan bokor berisi bunga setanam berikut
dupa dengan bara menyala ditaruh di tengah-tengah lingkaran warga yang
duduk bersila di atas tikar.

Sebelum doa dan ucapan syukur kepada Ilahi dipanjatkan, sejumput
kemenyan dibakar. Menebar. Setelah itu, sesepuh desa memberi wejangan
yang intinya agar kita selalu bersyukur atas kesuksesan panen dan
usaha. Untuk itu, jangan lupa memelihara alam dan saling menghormati
sesama.

Selesai doa dan wejangan, ratusan anak-anak dengan gembira berebut
mengambil kue-kue tersebut.

Seusai sedekah kueh, acara dilanjutkan dengan ngarak munding (mengarak
kerbau). Kerbau itu selanjutnya disembelih dan dagingnya yang sudah
dimasak akan dibagikan dalam acara puncak Seren Taun yang tahun ini
jatuh pada hari Minggu kemarin.(fx puniman/ ratih p sudarsono)





http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke