Sigana mah nasib generasi anyar bangsa urang teh GORENG euy, teu majar
kumaha atuda. Barudak sakola mani disaruankeun jeung MERI geuning? RH

Bangunan SD "Disulap" Jadi Kandang Itik

KETIKA sejumlah daerah kekurangan sarana fisik bangunan sekolah dasar
(SD), sedikitnya 168 bangunan SD Negeri (SDN) di Kab. Indramayu
terbengkalai, karena tidak lagi terpakai setelah program penggabungan
(merger) SD yang dilakukan antara tahun 1999 sampai 2004 lalu.
SALAH satu gedung di kompleks SD Negeri 3 Desa/Kec. Sliyeg, Kab.
Indramayu digunakan sebagai tempat pembuatan bata merah. Foto diambil
Rabu (3/5).*AGUNG NUGROHO/"PR"

Penelantaran sarana pendidikan itu akhirnya dimanfaatkan warga
setempat. Ironisnya, ada bangunan SDN dijadikan tempat "menginap" dan
"belajar" itik alias dijadikan kandang itik. Bangunan SD yang beralih
fungsi menjadi kandang unggas itu berada di Blok Bonjot, Desa
Wanasari, Kec. Widasari, Indramayu.

Lain lagi dengan kompleks SDN di Desa/Kec. Sliyeg. Ada satu lokal
berisi dua kelas yang digunakan sebagai tempat pembuatan bata merah,
yang bersebelahan dengan ruang kelas yang masih dimanfaatkan untuk
kegiatan belajar. Saat pekerja membakar tanah liat untuk dijadikan
bata merah, terkadang asapnya masuk ke kelas tempat siswa mengikuti
kegiatan belajar mengajar (KBM). Ini jelas polusi.

Bangunan SDN tersebut kini dimanfaatkan madrasah yang dikelola Lembaga
Pendidikan Maarif.

Tentunya, tak akan ada asap tanpa ada api di balik beralih fungsinya
sejumlah SD hasil penggabungan. Setidaknya sudah menjadi rahasia umum
di kalangan guru ataupun PNS di lingkungan Disdik setempat menyangkut
banyaknya bangunan SD sisa merger yang disulap peruntukannya di luar
kepentingan pendidikan.

Bahkan ada juga oknum kepsek (kepala sekolah), dengan atau tanpa izin
dari Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di tiap kecamatan,
menyewakan bangunan yang sudah tidak dipakai itu. "PR" yang menemui
Kadisdik Indramayu, Ir. H. Djudju Djuanda mendapat jawaban, Disdik
berencana memeriksa kembali bangunan-bangunan SDN sisa merger itu. Dia
memerintahkan seluruh KCD di kecamatan-kecamatan untuk
menginventarisasi kembali sekaligus memeriksa kondisinya.

"Saya akan memeriksa bangunan-bangunan sisa merger itu. Para kepala
KCD diminta pula untuk membuat laporan soal kondisi terakhir bangunan
sisa merger itu," ujar Djudju didampingi Kasie Sarana Prasarana Subdin
Dikdas, Drs. Moch. Supratman, M.M., Rabu (3/5). (Agung Nugroho/"PR")***






http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




SPONSORED LINKS
Spanish language and culture Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke