Otak Besar Berarti Buah Zakar  Kecil

Jakarta, Kamis
          Kirim  Teman | Print  Artikel 
      ist  Ukuran otak kelelawar berbanding terbalik dengan ukuran  testisnya      


Ukuran otak ternyata berbanding terbalik dengan ukuran buah zakar.  Makin besar otak, maka makin kecil pula ukuran buah zakar. Tapi Anda yang merasa  berotak besar jangan khawatir, karena kecenderungan ini ditemukan pada  kelelawar.
Menurut dugaan para peneliti yang menyelidiki hal itu, korelasi tersebut  ditimbulkan karena kedua organ membutuhkan banyak energi untuk tumbuh, dan  masing-masing individu kelelawar berbeda dalam mencapai keseimbangan. Kelelawar  yang memiliki pertumbuhan otak lebih baik akan mendapatkan testis kecil, dan  sebaliknya.
Analisa terhadap 334 spesies kelelawar menemukan bahwa jenis kelelawar yang  betinanya bebas kawin dengan banyak pasangan, memiliki pejantan-pejantan yang  bertestis besar, namun berotak kecil. Sedangkan pada jenis kelelawar yang  monogami, alias tidak gonta-ganti pasangan, maka situasinya terbalik.
Menurut para peneliti, baik perkembangan serabut otak maupun produksi sperma  membutuhkan energi metabolik yang besar. Oleh karenanya beberapa spesies  berevolusi dengan mengembangkan satu organ lebih optimal dibanding organ lain.  Itu sebabnya di lingkungan dengan kehidupan seks bebas, para pejantan harus  bersaing dan mengandalkan produksi spermanya, atau dengan kata lain memiliki  buah zakar yang lebih besar.
"Dalam penelitian diperoleh bahwa testis kelelawar berada pada kisaran antara  0,12 persen hingga 8,4 persen massa tubuhnya. Ini jauh melebihi mamalia lain,"  kata Scott Pitnick, dari Universitas Syracuse di New York, salah satu anggota  tim riset. Testis primata misalnya bervariasi antar spesies dan hanya berkisar  dari 0,02 persen hingga 0,75 persen massa tubuh.
Penggunaan energi secara efisien adalah sesuatu yang penting dalam dunia  kelelawar. "Kelelawar benar-benar bergantung pada pengaturan energi: mereka  kecil dengan permukaan tubuh yang luas, dan mereka butuh terus terbang, terutama  di musim kawin," kata Pitnick.
Pitnick dan rekan-rekannya semula menduga, pada spesies-spesies dengan betina  yang bebas bergaul, pejantannya akan butuh otak lebih besar agar mereka tidak  gampang ditipu. Karenanya mereka heran ketika mendapati hal yang  berkebalikan.
Namun hal ini adalah sesuatu yang wajar menurut Harry Moore, peneliti dari  Universitas Sheffield, Inggris. Dikatakannya, ukuran testis pada umumnya  berkaitan dengan produksi sperma.
"Pada spesies dengan betina yang doyan kawin, pejantan harus bersaing untuk  membuahi betina-betina itu, sehingga mereka harus menghasilkan lebih banyak  sperma," katanya. "Dan inilah sebabnya mereka juga harus memiliki pabrik sperma  yang besar."

    Sumber:  NewScientist.com  Penulis:  Wsn
           
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make  PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke