Oxfam risaukan pemukiman tsunami
 
        
tsunami
Masih banyak korban tsunami hidup berdesakan di barak
Lebih dari 25 ribu keluarga korban tsunami di Aceh yang tidak memiliki
lahan masih menunggu rumah pengganti, kata badan bantuan Oxfam.

Oxfam mengatakan, meski kemajuan yang cukup besar telah dicapai di
Aceh, upaya pembangunan kembali belum menjangkau warga miskin setempat.

Kelompok warga yang masih belum memperoleh rumah itu termasuk warga
yang menyewa rumah atau menghuni lahan bukan milik mereka sebelum
tsunami menerjang.

Sekitar 130 ribu warga meninggal dan 500 ribu lain kehilangan tempat
tinggal di Aceh akibat tsunami.

"Aceh telah melangkah jauh menuju pemulihan dari tsunami," kata
Direktur Oxfam Barbara Stocking.

"Namun, dua tahun setelah tsunami menerjang, warga termiskin Aceh -
penghuni liar, penyewa dan wanita - masih menghadapi krisis soal kapan
dan di mana merek akan dimukimkan kembali," tambah Stocking.

'Lambat dan sulit'

Banyak warga masih tinggal di barak-barak sementara yang
berdesak-desakan, dan kadang-kadang kumuh.

        
tsunami
Clinton mendesak pembangunan rumah dipercepat

Sebagian dari masalah adalah sekitar 15 persen dari lahan pertanian di
Aceh barat tergenang air atau hancur, dan pohon serta jalan setapak
yang menandai batas lahan hanyut, kata Oxfam.

Di samping itu, sebagian besar sertifikat kepemilikan tahan di
Provinsi Nangroe Aceh Darussalam hancur akibat tsunami, sedangkan
banyak warga kehilangan sertifikat identitas mereka, sehingga
menimbulkan kesimpangsiuaran soal klaim hak waris.

"Membangun kembali rumah tanpa mengetahui siapa yang memiliki tanah
bisa menimbulkan masalah di masa datang," kata Stocking. "Tapi proses
ini bisa menjaid sangat sulit dan lambat."

Oxfam menyeru pemerintah Indonesia agar menerapkan kebijakan-kebijakan
yang akan membantu merumahkan kembali warga tak bertanah dan
menyelesaikan masalah yang disebut oxfam masalah barak.

Pekan lalu, mantan Presiden AS Bill Clinton menyatakan keprihatinannya
terhadap kemajuan yang lambat dalam merumahkan kembali warga yang
kehilangan tempat tingggal akibat tsunami.

Dalam kunjungan ke kawasan yang terkena tsunami di India, Thailand dan
Aceh, dia mengatakan, hanya sekitar sepertiga korban bencana itu telah
kembali ke perumahan permanen.

Kirim email ke