Saddam 'ada di tangan Irak'
 
        
Saddam Hussein
Saddam Hussein akan dihukum gantung meski masih menjalani persidangan
kedua
Mantan pemimpin Irak Saddam Hussein dilaporkan telah diserahkan ke
tangan aparat berwenang Irak sebelum eksekusi dilaksanakan.

"Pihak Amerika sudah memberitahu kami bahwa mereka sudah menyerahkan
presiden ke aparat Irak," kata pengacara Khalil al-Dulaimi seperti
dikutip oleh Reuters.

Komentarnya disampaikan setelah selama sehari beredar spekulasi kapan
Saddam Hussein akan dihukum mati.

Namun seorang pejabat militer Amerika membantah bahwa mereka sudah
menyerahkan Saddam Hussein dan bahwa Saddam masih dalam tahanan
mereka. Pemerintah Irak juga belum mengukuhkan penyerahan ini.

Upaya banding atas vonis hukuman gantung yang dijatuhkan terhadap
mantan presiden Irak itu atas pembunuhan 148 warga Syiah di Dujail
pada tahun 1980-an gagal awal pekan ini.

Saddam Hussein bisa dieksekusi kapan saja dalam empat pekan ke depan,
meski seorang hakim yang dikutip oleh Associated Press mengatakan
hukuman akan dilakukan Jumat atau Sabtu.

Dia divonis mati oleh pengadilan Irak pada tanggal 5 November.

'Menghormati korban'

Mantan pemimpin Irak itu selama ini berada dalam tahanan militer
Amerika Serikat di kamp Cropper di Baghdad.

Sebelumnya pada hari Jumat, tim pengacara Saddam Hussein mengatakan
mereka telah diminta untuk mengambil barang-barang pribadi milik klien
mereka.

        
VONIS
Saddam Hussein: bersalah dan dihukum mati
Barzan Ibrahim al-Tikriti: bersalah dan dihukum mati
Awad Hamed al-Bandar: bersalah dan dihukum mati
Taha Yasin Ramadan: bersalah dan dihukum penjara seumur hidup
Abdullah Kadhem Ruaid: bersalah dan dihukum penjara 15 tahun
Abdullah Rawed Mizher: bersalah dan dihukum penjara 15 tahun
Ali Daeem Ali: bersalah dan dihukum penjara 15 tahun
Mohammed Azawi Ali: tidak bersalah dan dibebaskan

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menyatakan eksekusi terhadap
mantan presiden Saddam Hussein tidak akan ditunda untuk menghormati
orang-orang yang tewas di bawah kekuasaannya.

"Tidak seorang pun dapat menentang keputusan untuk mengeksekusi
Saddam," kata Maliki seperti dikutip AFP.

"Mereka yang menolak eksekusi Saddam melecehkan kehormatan para
syuhada Irak."

Seorang pengacara lainnya mengatakan kepada BBC bahwa saudara tiri
Saddam Hussein, Sabawi Ibrahim dan Watban Ibrahim - yang juga berada
di penjara - dibawa untuk mengunjunginya pada hari Kamis.

Persidangan bagi kasus kedua, pembantaian warga Kurdi, masih berjalan.

Waktu dan tempat eksekusi dijalankan belum diungkapkan ke khalayak
umum - dan mungkin baru akan diungkapkan setelah mantan presiden itu
meninggal, untuk mencegah gangguan dan kekacauan.

Dalam surat yang dia tulis dari dalam sel penjara, Saddam Hussein
mengatakan dia siap untuk "berkorban" bagi Irak.
 

Kirim email ke