Orang Indonesia Belum"Insurance Minded"

BANDUNG, (PR).-
Masyarakat Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta, hingga kini
dinilai belum insurance minded. Walau demikian, perkembanganan
industri asuransi nasional dari tahun ke tahun, terus menunjukkan
pertumbuhan positif.

"Kita berbeda jauh dengan Hong Kong yang berpenduduk sekitar 7 juta,
tetapi pemilikan polis dua kali lipat dari jumlah itu, seorang
penduduk punya 3-4 polis. Kita baru nol sekian persen," ungkap
Fachrizal Octavianus, Senior Vice President PT Sun Life Financial
Indonesia, di Bandung,Jumat (5/1).

Dia mengatakan hal itu, di sela-sela penyerahan santunan berupa klaim
asuransi kepada ahli waris nasabah asal Bandung sekira Rp 1 miliar.
Nasabah yang meninggal karena sakit, adalah peserta program asuransi
dengan membayar premi 1790 dolar AS/tahun.

Meski belum insurance minded, menurut Fachrizal, Jawa Barat merupakan
daerah yang potensial bagi pertumbuhan asuransi. "Untuk Sun Life
sendiri, Jabar menduduki peringkat kelima, setelah Jakarta, Surabaya,
Medan, dan Jawa Tengah jika dilihat dari jumlah premi. Saat ini,
jumlah premi secara nasional mencapai Rp 395 miliar," katanya seraya
menambahkan, target pertumbuhan asuransi Sun Life pada 2007 sebesar 56%.

Secara nasional, menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia
(AAUI) Frans Sahusilawane, pertumbuhan asuransi umum pada 2007
diperkirakan mencapai 15-20%. Syaratnya, tidak ada gejolak politik,
pertumbuhan ekonomi sesuai dengan asumsi pemerintah 5-6%, dan tidak
ada perang tarif sesama perusahaan asuransi.

"Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, pertumbuhan asuransi bisa di
bawah prediksi itu," katanya. Kondisi yang diharapkan adalah adanya
kenaikan aktivitas pembangunan dari pemerintah dan swasta, peredaran
uang bertambah. Begitu juga, dengan aset publik. "Dari tiga hal itu
dipastikan dapat meningkatkan pertumbuhan asuransi pada 2007," katanya.

Selama semester II tahun 2006, pertumbuhan ekonomi nasional relatif
bagus dan diharapkan berlanjut tahun depan, sehingga berdampak pada
pertumbuhan asuransi.

Hingga 30 September 2006, perusahaan asuransi umum mencapai 97
perusahaan dengan total premii Rp 17,4 triliun. (A-68)***

Kirim email ke