Partai Republik hentikan debat Irak
Tentara AS
Bush berencana mengirim 21.500 pasukan tambahan ke Irak
Sebuah resolusi yang menentang keputusan Presiden George W Bush untuk
mengirim pasukan tambahan ke Irak tidak mencapai Senat, dan merupakan
pukulan terhadap para pengecam perang.
Keputusan ini membutuhkan 60 suara sebelum seluruh anggota Senat, yang
berjumlah 100 orang, dapat memulai perdebatan.
Tetapi rancangan resolusi itu hanya berhasil mendapat 49 suara,
sedangkan 47 lainnya menentang.
Para senator dari Partai Demokrat, yang mendukung rancangan resolusi
itu, mengatakan mereka akan mengangkat masalah itu lagi, kemungkinan
minggu ini.
Walaupun resolusi itu tidak mengikat, ini merupakan upaya serius
pertama dalam Konggress Amerika untuk mengkonfrotasi Gedung Putih
mengenai perang di Irak.
Sejak penyerbuan pimpinan Amerika di Irak tahun 2003, lebih dari 3.000
tentara Amerika dan puluhan ribu warga Irak terbunuh.
Resolusi itu menentang rencana Presiden Bush untuk mengirim 21.500
tentara tambahan ke Irak, mayoritas dari mereka akan dikirim ke
Baghdad yang dilanda berbagai aksi kekerasan untuk menghentikan
konflik antar sekte.
Resolusi itu menyerukan agar Gedung Putih meninjau lagi berbagai
kemungkinan lain. Bush mengatakan, dia telah melakukannya.
Ini adalah pertama kalinya pihak Partai Demokrat menjadwalkan debat
penuh mengenai perang Irak sejak partai tersebut merebut kekuasaan di
Konggres dalam pemilihan sela tahun lalu.
Pemimpin mayoritas Senat Harry Reid mengatakan suara Partai Republik
ini berarti mereka mendukung "presiden ini melanjutkan kebijakan gagal
di Irak".
'Nasib tidak menentu'
Isi rancangan resolusi tidak mengikat yang diajukan oleh kedua partai
itu dirancang oleh oleh politisi senior Partai Republik John Warner
dan sekarang tidak jelas bagaimana nasib resolusi tersebut.
Bush
Hampir $700 miliar dari anggaran tahun 2008 dialokasikan bagi militer
Kelompok-kelompok dari sayap kiri dan kanan mengajukan berbagai
amandemen terhadap resolusi itu sampai menit-menit terakhir, disaat
para senator berupaya mengecam kebijakan Presiden Bush namun juga
menunjukkan solidaritas kepada tentara AS di Irak.
Sejumlah politisi Partai Republik mendukung resolusi tersebut, namun
tidak cukup upaya untuk menghentikan para pendukung Gedung Putih di
Senat dalam menghentikan resolusi itu.
Pemimpin Partai Republik di Senat Mitch McConnell menggambarkan hasil
pemungutan suara itu sebagai "polisi tidur di jalanan" dan menambahkan
bahwa para politisi Partai Republik "menyambut perdebatan itu dan
gembira bila ada perdebatan".
Sebagian politisi Demokrat mengatakan, mereka akan menentang resolusi
itu karena resolusi tersebut kurang keras.
Sebelumnya, Presiden Bush mengirim rencana anggarannya kepada Konggres
yang dikuasai Partai Demokrat untuk disetujui, dan meminta dana
tambahan bagi konflik di Irak dan Afganistan.
Hampir $700 miliar dialokasikan untuk anggaran militer.
Senator Reid mengatakan bahwa anggaran tersebut, yang juga mengajukan
pemotongan besar terhadap pelayanan kesehatan, tidak cocok dengan
kebutuhan masyarakat AS pada umumnya. BBC