Padahal statistik eta anu poligami "normal" teh eta anu tos ngaraos mapan hungkul dina materi...biasana parantos lebet kana juswa kategori antawis "pikiran hidup" sareng "pegangan hidup"....Kumaha tah ?
--- Aasep <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kang Rusli n' sadayana, > Article dihandap ieu kedah dipertimbangkeun ka para > Bapa anu rek berpoligami :P... ceunah istri mah > peryogi oge anu namina kualitas sanes kuantitas > wungkul... taaah perlu di talungktik ka para > poligamers... eta si Bapa tos mampu masihan kualitas > seks anu yahuud kanggo istri atanapi encan? Ma enya > engke istrina komentar "I'd Rather Eat Banana" :P... > pan karunya eta. Jadina eta dosa tah... meledos teu > karasa :P. > > Ulah-2 nu poligamers eta ngan saukur keur gagayaan > wungkul... alias kuantitas sih okeh lah... istri 4 > pan secara kuantitas tiasa langkung seueur tapi dina > kualitas kanggo masing-2 istri eta kumaha tah? Tiasa > teu berlaku adil dalam perihal seks oge :P. Istri ka > hiji siiih okeh lah masih ngagedur gairahna... istri > ka-4 nu aya tinggal ngaplex na :P. > > Upami Kang Rusli mah abdi percanten sigana istri 10 > oge masih tiasa diladenan hahaha. > > Taaah sigana peryogi oge ngadamel Virtual Wife > hahaha :D. Sakalian weh kanggo istri anu teu > bahagia... tiasa ngadamel Virtual Husband .... asaan > mah kantos aya filemna da, hilap judulna naon. > > > > Seks, Kualitas atau Kuantitas? > > Seiring bertambahnya usia pernikahan, banyak > pasangan yang menghadapi masalah klasik yang sama: > kehidupan seks yang monoton, kurang gairah, dan > menjadi rutin. Benarkah seks yang berkualitas lebih > penting daripada kuantitas untuk menyalakan kembali > gairah bercinta yang mulai menurun? > Dalam kehidupan pernikahan, selain untuk menguatkan > ikatan suami istri, seks juga menjadi obat yang > mujarab untuk kesehatan fisik dan emosional. Namun > tidak semua acara bercinta menimbulkan kepuasan, > akibatnya banyak istri yang enggan bercinta karena > merasa acara bercinta bukan hal menyenangkan. Tak > sedikit pula suami yang malas berintim-intim karena > takut tak bisa memuaskan pasangannya. > > Penulis buku "I'd Rather Eat Chocolate" Joan Sewell, > mengatakan banyak wanita yang memilih berpura-pura > orgasme, memaksakan diri meski tidak bergairah atau > menghindari seks dengan berbagai alasan. Ia > menyarankan setiap wanita untuk "telanjang", berkata > jujur dan jangan berharap pria akan mengerti sendiri > keinginan kita. Hanya segelintir saja pria yang bisa > membaca keinginan pasangannya. > > Menurut Sewell, seks bukan hanya masalah kuantitas, > tetapi juga kualitas. Bukannya kuantitas kurang > penting, tentu penting, tapi jangan menjadikan > patokan orang lain untuk mencari frekuensi bercinta > yang normal. > Kuota normal yang diciptakan orang lain hanya akan > membuat Anda berdua jadi terlalu berharap dan > tertekan jika tak bisa mencapainya, padahal stres > akan membuat libido menurun. Yang bisa menentukan > bagaimana dan berapa kali sebaiknya Anda bercinta > adalah Anda dan pasangan. > > Untuk meningkatkan gairah bercinta, lakukan > komunikasi yang intens dengan pasangan. Berikan > perhatian kecil yang tak akan dilupakannya sepanjang > hari, memeluknya lama sebelum ia berangkat kerja, > menelponnya hanya untuk mengungkapkan cinta, dan > masih banyak lagi. > > Acara bercinta seharusnya menyenangkan, karenanya > katakan "iya" hanya jika Anda memang > menginginkannya. Jika Anda sedang tak berhasrat, > sampaikan dengan lembut, agar ia tak merasa ditolak. > > > Saat ini, hampir di seluruh belahan dunia sedang > dikobarkan paham emansipasi, kedudukan yang sejajar > antara pria dan wanita. Seharusnya, kesamaan itu > meliputi segala hal, termasuk urusan di kamar tidur. > Tak ada salahnya meminta si dia untuk merangsang > Anda lebih lama agar gairah Anda berkobar dan acara > bercinta bisa dinikmati berdua. > > Penulis: An / KOMPS, Seks, Kualitas atau Kuantitas? > > > Article mengenai pentingnya kualitas seks anda, > dikatakatan ternyata gairah memiliki peranan penting > dalam kehidupan seksual anda. Tanaman Purwoceng - > Ginseng Indonesia yang tumbuh di Dataran Tinggi > Dieng secara empiris merupakan tanaman afrodisiak > yang mampu membangkitkan semangat dan gairah seksual > anda sehingga diharapkan setelah mengkonsumsi > Purwoceng kualitas seksual anda akan semakin baik. > Purwoceng adalah tanaman herbal yg tumbuh alami > sehingga tidak memiliki efek samping bagi tubuh > maupun jantung. Tanaman Purwoceng/ Antanan Gunung > biasa digunakan oleh penduduk Dataran Tinggi Dieng > untuk keperluan menjaga stamina, vitalitas dan > kekuatan para pria disana. Apabila tertarik untuk > mencoba khasiat Purwoceng Dr. Liza, silahkan contact > [EMAIL PROTECTED] Semoga dapat bermanfaat. > > Salam Hangat, > Dr. Liza Herbal > Communication Team > Be Healthy With Herbs. > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > ____________________________________________________________________________________ Bored stiff? Loosen up... Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games. http://games.yahoo.com/games/front
