FYI ---------- Forwarded message ---------- From: Y Andromeda Date: Sep 27, 2007 3:15 PM Subject: Horee... si Nanang gak jadi ke Medan.... Wapres: Pecat Pejabat Pemeras Denpasar, Kompas - Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan Direktur Jenderal Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Basyir Ahmad Barmawi memecat pejabat imigrasi Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, karena didapati memeras seorang turis Australia. Skorsing yang sudah diberikan kepada pejabat berinisial N itu dinilai Wapres tidak akan memberi efek jera untuk pelaku dan calon pelaku lain.
Perintah pemecatan disampaikan Wapres saat secara mendadak Wapres melihat layanan semua petugas di Bandara Ngurah Rai. Di tempat petugas imigrasi yang memberikan legalisasi atas paspor, Wapres dengan nada suara tinggi berbincang serius dengan Basyir dan Inspektur Jenderal Dephuk dan HAM Marvel H Mangunsong. "Di mana pejabat itu sekarang? Jangan sampai ribuan turis batal ke Bali gara-gara ulahnya. Pecat dia! Buat upacara pemecatan. Seperti biasa dilakukan di kepolisian," ujar Wapres kepada Basyir, pensiunan jenderal polisi. Basyir pun berjanji akan memecat pejabat berinisial N itu. Pemerasan dilakukan pejabat imigrasi Denpasar kepada turis Australia yang telah datang di Bandara Ngurah Rai dan akan berlibur di Bali, 16 September 2007. Turis itu diminta memberikan uang 4.000 dollar AS agar urusannya lancar. Namun, turis itu menolak dan kembali ke Australia saat itu juga. Ia pun mengadu ke Kedutaan Besar RI di Australia. Saat kunjungan mendadak itu, Wapres meminta layanan kepada turis asing ditingkatkan, terutama soal kecepatan waktu pemberian legalisasi pada paspor. Berdasarkan data di Bandara Ngurah Rai, saat ini turis asing yang berlibur ke Bali sudah kembali seperti kondisi sebelum peledakan bom Bali 2002, yaitu 5.000-6.000 turis per hari. (INU)
