Teh Rin,
Abdi oge ateul jeung keuheul pisan euy :((... akhirna ngahuleng n' mikir 
barangkali kita juga ada salahnya perlu gencar mempromosikan n' ngembangin 
budaya kita sendiri agar terkenal ke seluruh dunia... ceuk kolot tea mah 
kakoncara kajanapria kawentar kaangin-2 :)... apalagi baca bukunya Kang 
Maul, ketua Osis abdi kapungkur ;))... 40 days in europe tea... Kasenian 
Angklung yang pernah menaklukan Eropa tea. Sebenernya Indonesia teh negara 
yang sangat unik n' sorga pisan... sorga bagi kita, para penjajah, dll... 
Uniquely Indonesia - Trully Paradise tea ;)).

Nah belajar dari tetangga kita yang udah duluan maju Singapore & Malaysia...

Singapore memang unik, Kang Thomas Stamford Raffles awalnya tinggal di Bogor 
Van Buintenzorg bahkan istrinya pun ada monument di Kebon Raya Bogor dan 
kemudian pindah ke Singapore gara- gara ada agreement ame Belanda utk bagi-2 
daerah Koloninya mereka... tapi Indonesia juga tidak kalah UNIK:

- 300 ethnic groups
- World's largest archipelagic state, 17,508 islands
- World's second highest level of biodiversity after Brazil
- World's third longest coastline after Canada & Norway
- World's fourth most populous country
- World's most populous Muslim-majority nation
- Rich natural & mineral resources
Source: en.wikipedia.org

Walopun juga tidak kalah "UNIK" ;)).
- Corruption Perception Index berkutat di sekitar 2
- Income per capita rendah
- Usia harapan hidup juga rendah
- Peringkat ease of doing business dari Bank Dunia juga jeblok lebih dari 
100
- Konflik keagamaan, dll... juga masih ada
- Konon diyakini Indonesia adalah Trully Kuala Lumpur (Lapindo kamsudnya) 
;))., dll

Hehehe mudah-2an dengan segala KEUNIKAN dan "KEUNIKAN"-nya itu Indonesia 
kedepannya akan menjadi negara yang maju :)... amiiin. Pepatah mengatakan 
jangan tanya bisa atau tidak bisa tapi mau atau tidak? Biar ngak jadi 
penonton hehehe.... terdorong hal tersebut untuk mempromosikan Indonesia 
baik domestic maupun overseas akhirnya iseng- iseng bikin website 
www.uniquelyindonesia.com dengan slogan Trully Paradise hehehe... karena 
Indonesia emang Paradise :). Nah kalo men temen ada yang punya article-2, 
foto- foto yang menceritakan tentang betapa uniknya dan indahnya Indonesia 
... Uniquely Indonesia - Trully Paradise please feel free untuk di inform ke 
sy... bisa ke [EMAIL PROTECTED] ;)... biar nanti dimasukin 
kesana kalo bisa mah pake bahasa inggris biar seluruh dunia tahu tentang 
kita.

Malaysia dah mempromosikan produk-2 ato karya-2 bangsa kita ke mana- mana 
;)... masa kita kalah... hayuuu atuh kita promosiin produk-2 ato hasil karya 
lebih heboh lagi :D. Biarin ajah deuh mereka mengklaim produk- produk ato 
karya anak- anak bangsa kita yang penting kita terus produktif mempromosikan 
produk-2 bangsa kita agar seluruh bangsa tahu bahwa asalnya semuanya dari 
kita...nanti juga mereka malu sendiri... tapi kalo ngak kita promosiin atuh 
panginten SALAH kita sendiri.

Sempat juga merinding bulu kudu'u... konon seperti Pohon Kelapa Sawit yang 
menjadi Induk bagi seluruh kelapa sawit yang ada di Asia Tenggara 
(Indonesia, Malaysia, dll) adanya ada di Bogor tepatnya Kebon Raya Bogor 
berkat jasa-2 Kang Prof. Reindwardt :) (Bravo bwat Kang Herwig yang udah 
membuat patung penghargaan di Kebon Raya Bogor buat Kang Reindwardt).... 
sayang karena keteledoran KITA, pohon-2 tersebut gosipnya udah MAEOT Bin 
KOID :(((... dan konon juga Anaknya dilestarikan oleh Malaysia sebage Induk 
dari pohon kelapa sawit yang sedang menjadi IDOLA di Dunia saat ini, dan 
mereka bener-2 menjaga & melindunginya. Sayang banget yah kita ngak bisa 
MUPUSTI / Menjaga & melindungi itu Pohon... padahal kalo ada kan kita bisa 
jadikan itu sebagai TOURISM ATTRACTION yang yahuuuud :(((((((((. 
Sediiiiiiiiih & ngerakeun pisan :(((((.

Mudah-2an yah kita semua bisa cukup CEMERDAS = Cemerlang dan Cerdas untuk 
selalu MENJAGA NATIONAL HERITAGE kita :)... kalo enggak apalagi yang 
tersisa? Uniquely Indonesia ato "Uniquely" Indonesia :D. Mudah-2an aturan 
tentang Menjaga & Mengembangkan Situs-2 Bersejarah bener-2 dijaga yah... 
amiiiin.

Salam Uniquely Indonesia - Trully Paradise ;),
KangAsep (KAsep)
http://www.uniquelyindonesia.com

----- Original Message ----- 
From: rinrin jamrianti
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, October 28, 2007 10:12 PM
Subject: [kota-bogor] Lagu Rasa Sayange bukan yg terakhir.... masih 
bersambung :(


Belum reda rame-rame tentang lagu "Rasa Sayange".... ternyata masih
bersambung.... entah akan sampai kapan tentang paten ini akan semakin
'mem-paten-i' Indonesia....

Bukan saatnya untuk hanya menjadi penonton saja.... mebiarkan semuanya
menjadi 'bad story' buat anak cucu kita :(

----------------------------------------------------------

sumber : GATRA

Tokyo, 26 Oktober 2007 10:12
Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Osaka melayangkan surat protes kepada
Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu
daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka
pada pertengahan Oktober lalu.

Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu di Tokyo, Kamis
(25/10), ketika dikonfirmasi mengenai aksi `pembajakan` tersebut.

"Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada
respon sama sekali dari mereka," kata Pitono, sebagaimana dilansir dari *
Antara*.

Pihak konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen
Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan
Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha *Ad-Interim* Kedutaan Besar Republik
Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia.

"Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar
tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti
bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia," ujarnya.

Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat
peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa
menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang
dekat.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan
penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur
memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari
Indonesia.

"Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain,
tetapi bukan begitu caranya," kata Pitono lagi.

Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu
oleh pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa
keseluruhan penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari
Malaysia.

*Antara* menyebutkan, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat
berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara
ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

Salah seorang staf Konjen Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim
kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian
yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari
Sumatera Barat (Sumbar), yaitu *Indang Sungai Garinggiang*.

Sebelum dan sesudahnya, pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang
mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi
penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah
lagu yang berasal dari Indonesia.

Untuk memastikan, pihak Konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di
Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh
kepastian bahwa pencipta lagu "Indang Sungai Garinggiang" adalah Tiar Ramon,
seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

"Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita
miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingatkan Malaysia," kata seorang
warga Minang yang tinggal di Osaka.

Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar
untuk digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu
diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara
pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada
tahun 1983.

Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati
Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, pada 19 Oktober
2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu.

Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo
untuk dapat mengerti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

Sebelumnya lagu daerah asal Maluku *Rasa Sayange* juga dibajak oleh negara
tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul
serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang
bermukim di Malaysia. *[**EL, Ant**]*

[Non-text portions of this message have been removed]


 

Kirim email ke