Teror di Mumbai
Mengaku "Mujahidin India"
Jumat, 28 November 2008 | 01:14 WIB

Serangan teroris yang melanda Mumbai, ibu kota keuangan India, hari
Rabu malam semakin mempertegas bahwa India menjadi tempat lahir dan
tumbuhnya kelompok militan. India harus ekstra kerja keras untuk
segera meredam munculnya kelompok-kelompok ini jika tidak ingin aksi
serupa berulang lagi.

Kelompok yang mengaku sebagai Deccan Mujahidin menegaskan bertanggung
jawab atas aksi serangan di sepuluh lokasi di Mumbai itu. Deccan
berasal dari Dataran Tinggi Deccan di India selatan. Kelompok ini
mengirim e-mail ke semua media lokal, melakukan aksi teroris yang
terencana rapi ini.

Kelompok militan lokal mulai menebar aksi teror mereka sejak tahun
lalu di India. Sebuah kelompok yang mengaku sebagai "Mujahidin India"
bertanggung jawab atas sejumlah aksi itu. Kelompok ini bertanggung
jawab atas serangan bom di Delhi, September, yang menewaskan 20 orang
dan bom di Ahmedabad, India barat, Juli, menewaskan 45 orang.

Kelompok lain, Mujahidin India-Pasukan Keamanan Islam, mengaku berada
di balik ledakan di Negara Bagian Assam, India timur laut, Oktober,
yang menewaskan 80 orang. Sekalipun kelompok militan lokal, India
tetap menuduh kelompok militan dari negara sekitar berada di balik
aksi-aksi itu.

Seorang pria yang ikut dalam aksi di Mumbai kepada televisi lokal
mengatakan, Deccan Mujahidin berperang untuk mengakhiri penganiayaan
atas Muslim India. Pria bersenjata yang berada di Hotel Oberoi
menyerukan pembebasan rekan-rekannya yang ditahan pihak India.

"Kami cinta negeri ini, tetapi saat ibu atau saudari kami terbunuh, di
mana saja kalian," ujarnya kepada India TV lewat telepon seluler.
Belum jelas apakah kelompok-kelompok militan di India ini berkaitan.
Namun, aksi teror bakal terus mengancam. (AFP/ppg)


Kirim email ke