Dibuka Jalur Penerbangan Bandung - Malaysia dan Singapura Senin, 23 Maret 2009 , 00:15:00
BANDUNG,(PRLM).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mencari upaya untuk memecah konsentrasi wisatawan di kota Bandung. Sejumlah objek wisata alam masih memiliki potensi terkendala infrastruktur dan kesadaran para pelaku wisata dalam melayani wisatawan yang berkunjung. "Dengan dibukanya rute pesawat dari Malaysia dan Singapura langsung ke Bandung sebanyak empat pesawat setiap harinya, dapat dipastikan sektor pariwisata dan perdagangan di Bandung akan semakin bergairah. Karenanya, untuk mengantisipasi kemungkinan bertumpuknya wisatawan di Kota Bandung, kita akan berupaya untuk memecah konsentrasi kunjungan wisatawan, " ujar Kadisparbud Jabar, H. Herdiwan, kepada "PR", Minggu (22/3). Dikatakan Herdiwan, saat ini setiap harinya Bandara Husen Sastranegara melayani tiga rute pesawat dari Malaysia ke Bandung atau sebaliknya. Sementara mulai Senin (23/3) satu rute pesawat dari Singapura juga akan dibuka. Bila diasumsikan minimal satu pesawat diisi 200 penumpang, maka wisatawan dari Malaysia yang berkunjung ke Bandung sebanyak 600 orang. Sedangkan wisatawan dari Singapura sebanyak 200 orang. Bila diasumsikan setiap wisatawan membelanjakan 100 dolar US, maka dari 800 orang tersebut, minimal dalam sehari di Kota Bandung bergulir uang 80.000 dolar US. "Ini berupa hitungan perkiraan, dalam satu hari, bila kita mampu membuat betah wisatawan tersebut kemungkinan lebih dari 100 dolar US yang dibelanjakan," ujar Herdiwan. Namun, sebagai petugas pemerintah yang terkait dengan masalah teknis, menurut Herdiwan, pihaknya tengah mengupayakan agar konsentrasi wisatawan tidak hanya di Kota Bandung. "Karena kalau objek wisata lain tidak diperkenalkan maka Jabar hanya dikenal dengan Bandungnya saja, seperti halnya Bali lebih dikenal ketimbang Indonesia," ujar Herdiwan. Sejumlah langkah yang akan diambil pihaknya di antaranya membuat papan petunjuk tentang potensi wisata di Jabar, brosur dan peta wisata. "Tidak kalah pentingnya adalah pemberdayaan TIC (Tourist Information Center) serta web site yang dikelola oleh SDM yang profesional," ujar Herdiwan. Sementara itu menurut Kasubid Pariwisata Disparbud Jabar, Drs. Wawa Irawan, berdasarkan pantauan jajarannya, wisatawan dari Malaysia serta Singapura, selain melakukan wisata kuliner dan belanja, juga wisata olah raga serta menjalankan bisnis. "Tidak sedikit wisatawan yang datang ke Bandung untuk melakukan kerjasama dengan pengusaha dari Bandung dan sekitarnya, juga melakukan lobi dengan berolah raga golf," ujar Wawan. Seperti halnya Kadisparbud Jabar Herdiwan, menurut Wawan, pihaknya tengah berupaya mempromosikan sejumlah objek wisata sekitar Kota Bandung. Selain agar dikenal wisatawan dari luar, juga potensinya tidak kalah bagus. "Semisal Tangkubanparahu, Galunggung, Patenggang, Cipanas Garut dan lainnya," ujar Wawan. (A-87/das)*** cite: http://pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=65829
