Berikut kami teruskan salahsatu posting dari Bung T. Fidriansyah yang telah 
kami sunting sedikit tanpa mengurangi maksudnya. Semoga bermanfaat. 
   
   
  Salam Baca,
  PH Pro 
   
      
---------------------------------
  
   

  Terjemahan Kutipan Ceramah
  Syekh Muhammad Hisyam Kabbani ar-Rabbani
  Penulis Buku "In the Shadow of Saints", "Angels Unveiled", "Ensiklopedia 
Akidah Ahlusunah: Energi Zikir dan Salawat Nabi"
  (Penerbit Serambi), dll
  30 Agustus 2007
  di Mesjid Bank Indonesia
   
   
   
  Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim
  Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wassalam
   
  Taatilah Allah, Taati Rasullullah dan orang-orang yang memimpinmu.
  Setiap kali saya datang ke sini, saya dapat merasakan kehadiran para Awliya, 
setiap kali dikumandangkan shalawat, saya merasa benar-benar kehadiran 
Rasulullah SAW disini. Disini, saya merasakan getaran yang sangat kuat, ada 
Syekh Husayn (bin 'Ali bin Abi Thalib ra) disini. Nama itu, Hasan dan Husayn 
adalah nama cucu Rasululah  yang telah ditetapkan sebagai pemuda-pemuda 
penghuni surga. Lihatlah arti sebuah nama, dari nama tersebut membawa 
getaran-getaran surgawi yang kuat. Allah menciptakan semua makhluknya pada 
tempat-tempat yang telah Ia tentukan. Tidak akan ada yang bisa mengubah 
ketentuan Allah. Mustahil. Allah telah menentukan dimana tiap-tiap makhluk 
diposisikan. 
   
  Kisah Habil dan Qabil 
  Saat Allah memerintahkan Habil dan Qabil untuk berqurban. Habil memberikan 
qurban yang terbaik, mempersembahkan yang terbaik dari dirinya untuk Allah SWT. 
Sedangkan Qabil, ia berpikir, Allah sudah kaya tidak perlu qurban yang baik,  
dan ia was-was dan terlalu cinta pada harta miliknya sehingga mempersembahkan 
qurban yang terburuk untuk Allah SWT. Maka Allah tidak menerima qurban Qabil, 
Allah menerima qurban Habil. Keduanya sama-sama mematuhi perintah Allah, tapi 
yang satu melaksanakan dengan usaha yang terbaik, sedangkan yang lain dengan 
usaha yang terburuk. Berhati-hatilah kamu, ambil pelajaran dari kisah ini. 
Berikan yang terbaik dalam beribadah kepada Allah, percuma kamu mengucapkan 
"Allahu Akbar" lalu sholat tapi hatimu masih kotor, masih ada rasa benci pada 
saudaramu. Hati-hatilah, Allah tidak akan menerima ibadahmu!
   
  Saat iblis menolak untuk tunduk pada Adam as., ia tidak patuh pada Allah, 
padahal ia sebelumnya rajin beribadah. Qurban, sedekah, apa2 yang diperintahkan 
Allah, itu sebenarnya "kendaraan" kamu untuk dapat mencapai Allah. Persiapkan 
"kendaraan-kendaraan" kamu.
   
  Kisah Orang Buta
  Ada seorang sahabat Rasulullah saw. yang buta dan meminta beliau mendoakannya 
agar sembuh dari kebutaannya. Rasulullah berkata: "Bisakan kamu bersabar." 
Rasulullah tidak langsung mendoakan orang tersebut sebagaimana yang pernah 
beliau lakukan kepada Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib ra. saat menderita sakit 
mata, dengan barokah air liur dan doa Rasulullah, saat diusapkan ke mata 
Sayyidina 'Ali, bukan hanya sembuh tapi mata beliau dapat melihat musuh yang 
jaraknya sangat jauh, bahkan dapat melihat hingga ke Arsy–Nya Allah SWT. Tapi 
sahabat yang buta ini tidak langsung didoakan seperti itu, Rasulullah saw. 
memerintahkan ia berwudhu lalu sholat 2 raka'at kemudian bacalah doa : 
   
  "AS 'ALUKA ATAWAJJAHU ILAYKA BI NABIYYIKA MUHAMMAD-YA MUHAMMAD INNI 
ATAWAJJAHU BIKA ILLA RABBI FI HAJAATI. INNI ASTAFI'U BIHA 'ALAA RABBI FI RADDI 
BASARI ALLAHUMMA SAFFI'HU FIYYA….."
  "Wahai Allah aku memohon kepada Mu dan berpaling kepada Mu bersama dengan 
nabi Mu Muhammad. Wahai Muhammad, aku bersamamu menuju Tuhanku berdasarkan 
hajatku. Aku mohon kepada Tuhanku dengan perantaramu. Ya Allah izinkanlah dia 
menjadi perantara Mu."
   
  Setelah membaca doa itu, matanya sembuh bisa melihat. Rasullulah secara 
langsung menjadikan dirinya "kendaraan" bagi umat untuk menuju Allah SWT.
   
  Dahulu umat selalu datang kepada Rasulullah, membawa masalah-masalah mereka, 
memohon pertolongan, dan Rasulullah menolong mereka, memberikan jalan keluar 
untuk semua masalah mereka. 
   
  Mengapa sekarang ini umat muslim selalu banyak masalah, menjadi yang 
terbelakang? karena mereka lupa untuk datang pada Rasulullah saw. memohon 
pertolongan beliau. Mereka telah lupa untuk selalu mengagungkan nama Rasulullah 
saw., bershalawat kepada beliau. Maka mereka tidak bisa mendapatkan jalan 
keluar bagi masalah2 mereka. Semua rukun Islam juga merupakan "kendaraan" untuk 
kamu untuk dapat mencapai Allah. Lakukanlah, saat memang harus berzakat, jangan 
ragu-ragu, jangan takut, harta yang kamu zakatkan tersusun rapi di sisi Allah, 
tidak akan hilang.
   
  Allah memberikan Rasulullah saw. pada kita sebagai manusia terbaik, 
memberikan Sayyida Fatimah ra., memberikan Sayyidda Khodijah al Kubro ra., 
mereka adalah ahli bait orang-orang yang terbaik, nasehat-nasehat mereka adalah 
yang paling benar dan terbaik. Sudah pasti yang terbaik! Tidak mungkin tidak! 
Maka kita harus mengikuti nasehat-nasehat beliau-beliau semua, orang-orang yang 
terbaik, kalau kamu mau selamat.
   
  Ada nasehat Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib ra. mengenai 4 hal yang harus 
diperhatikan oleh seseorang untuk bisa selamat.
   
    
   Diam. Diam adalah lebih baik. Manusia punya kecenderungan ingin selalu 
bicara, selalu mengungkapkan pendapat, kalau tidak ada orang yang diajak 
bicara, dia cari kaca, atau dia bicara dengan istrinya, anaknya kadang 
bertengkar dengan mereka. Manusia tidak bisa diam. Maka jagalah lisanmu! Diam 
adalah lebih baik.   
   Jika kamu terpaksa harus bicara, maka bicarakanlah hal-hal yang bermanfaat.  
 
   Jaga pandanganmu. Lihatlah ke kakimu sendiri saat berjalan. Agar kamu tidak 
melihat jauh ke orang lain yang akan membuat kamu melihat buruknya atau aibnya 
orang lain, lalu kamu membicarakannya. Lebih baik kamu melihat ke kakimu 
sendiri, lihat aib-aibmu sendiri, jangan lihat (aib2) orang lain.   
   Bertafakur, lihatlah kebesaran Allah, itu akan membuatmu ingat kepada-Nya. 
   
  Ramadhan akan segera datang, apakah kamu sudah mempersiapkan diri kamu? 
Persiapkanlah! Ikuti nasehat Sayyidina 'Ali. Diam lah, jaga lisanmu. Dengan 
berpuasa, bersihkan lidahmu dari semua hal-hal yang tidak bermanfaat, dari 
semua kata-kata yang tidak islami, basahi lidahmu dengan berdzikr, mengingat 
Allah.
   
  Seorang sahabat datang kepada Rasulullah memohon keringanan dalam menjalankan 
ibadah-ibadah dan syariat-syariat Islam, karena ia merasa tidak mampu 
melaksanankan semua syariat Islam. Rasulullah lalu memerintahkan ia untuk 
selalu berdzikr. Mengingat Allah. Dengan berdzikr, bisa menutupi semua 
ibadah-ibadah yang tidak mampu kamu kerjakan.
   
  Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati 
fatihah!! 
   
  (T. Fidriansyah)
   
    
---------------------------------
  
   
   
  PH PRO
  Publication & EO

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke