ayooo....., sapa yg mo mewakili mamanya sist devie...??! tuk, di-sun... :D tapi sungguh disayang, kasih ibu, tak tergantikan...!
---------- Forwarded message ---------- From: devie <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 25 Jul 2006 12:50:15 +0700 Subject: Re: [karisma_honda] Anak Mama Membawa Bahagia, Makasih Mama, Makasih Karisma To: [email protected] wahhh bagus banget ceritanya, jadi kangen sama mama :D mama.... miss U much... hehe ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [email protected] Sent: Tuesday, July 25, 2006 10:31 AM Subject: [karisma_honda] Anak Mama Membawa Bahagia, Makasih Mama, Makasih Karisma "Anak Mama" Membawa Bahagia, Makasih Mama, Makasih Karisma Kadang, sebuah ketidaksengajaan membawa berkah dan kebahagiaan yang tidak ternilai. Mungkin itu yang sering kita katakan sebagai anugerah dari Yang Maha Kuasa, meskipun berkah tersebut hanya diwakili oleh satu benda, motor Honda Karisma. Awalnya sebuah kesungguhan Saya lulus kuliah pada bulan Mei, tahun 2003, berbekal titel Sarjana Sosial dari salah satu kampus ternama di pinggiran Bandung, saya mendapatkan pekerjaan sebagai reporter di sebuah Kantor Berita di Jakarta. Hmm....reporter, pekerjaan yang menuntut saya untuk ke sana kemari..dan selalu bergerak mencari informasi, fakta untuk diolah menjadi berita. Sayangnya, saya hanya ditunjang dengan kedua kaki. "Saya perlu sebuah motor...!!". Karena dana masih pas-pasan (sebenarnya kosong - red), saya sampaikan keinginan tersebut ke mama (sejak saya berusia 1 tahun beliau berjuang seorang diri demi saya dan kakak-kakak), oleh karena itu cuma ke beliau saya meminta. Tapi, apa jawabannya ketika itu? Cuma satu, tidak! Saya tidak diizinkan untuk membeli sebuah motor. Awalnya, saya tidak berani beragumentasi dengannya. Ada ungkapan mengatakan, omongan, omelan, candaan, petuah, larangan dan lain-lain yang sumbernya dari orang tua, terutama ibu, tidak lain tidak bukan adalah demi kebaikan anaknya. Saya masih memegang teguh ungkapan itu. Akhirnya, niat membeli motor ditunda. Beberapa bulan saya berkeliling Jakarta demi liputan, naik turun bus kota bahkan langganan ojeg di sekitar Thamrin demi mengejar aksi demo yang tersebar di beberapa titik di pusat kota (koq demo dideketin yak, maklum kuli tinta, gaji berat diongkos). Aktivitas ini saya lakukan setiap hari, pulang ke rumah ketika mata sudah sepet kemasukan debu jalanan dan asap bus kota. Berat memang, tapi, senyuman mama buyarkan semua keluhan. Dan, ada satu hal yang paling saya ingat. Hari itu, senyuman mama terlihat berbeda, seperti menyimpan sesuatu. Entah, saya tidak tahu... Esok paginya, kebetulan saya mendapat tugas untuk meliput launching sebuah dealer Honda di bilangan Soepomo. Hmm...liputan sambil lihat-lihat, boleh kan..?? Meskipun pasti tidak beli.. kan dilarang. Liputan berjalan mulus, kenalan sana sini, tanya sana sini, keliling dealer, lihat motor satu...berikutnya...sampai terpaku di satu jenis motor bebek yang sepertinya sesuai dengan perawakan saya yang agak boros ini. Yuph...Honda Karisma.. 125 D, hmm...andai bisa membeli. Terbayang deh, petuahnya mama, blablablablabla.... Tapi, entah kenapa, saat itu hati kecil saya bilang,"Sok atuh ditelepon mamanya, barangkali aja..". Dan mau tahu komen beliau ketika saya nyatakan niat kembali..?? Beliau bilang, "Mama ngga terpikir mau kasih sesuatu untuk kamu karena udah lulus kuliah dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Tapi kayanya uang muka membeli motor cukup deh, gimana?". Langsung berkaca-kaca mata ini. Damn...!! Untung saya berdiri di pojok ruangan dealer, jadi tidak ada yang melihat saya menitikkan air mata. Dengan proses yang tidak sulit, akhirnya sejak bulan Desember 2003 tercapai juga keinginan saya untuk mengendarai motor. Honda Karisma 125 D Black Silver, B 5067 O. Syukurlah... Membawa bahagia Awalnya, saya tidak peduli merk apa motor yang saya kendarai. Lama kelamaan, koq muncul juga pertanyaan di pikiran saya.. Motor ini dipakai siapa saja ya..?? Kalangan apa aja ya..?? Tua..?? Muda..?? Pria..?? Wanita..?? Ternyata, selain saya, banyak pula bapak-bapak, ibu-ibu, mbak-mbak, anak sekolahan baik perempuan maupun laki-laki yang mengendarai motor yang sejenis dengan motor saya, Honda Karisma. Di balik helm saya tersenyum bahagia apabila melihat orang lain sama-sama menikmati motor ini, rasa kebersamaan di hati makin membenih. Apa sih hal yang membuat rasa kebersamaan saya tersalurkan..?? Jawabannya, komunitas.. Yuph...sebuah komunitas pecinta Honda Karisma. Perlu diketahui, semenjak saya menikah, saya tinggal di Bekasi. Kemudian saya cari info tentang perkumpulan pecinta Honda Karisma di Bekasi. Jawabannya, Bekasi Karisma komuniti (BekaKak). Dari perkumpulan ini pula saya mengenal komunitas pecinta Honda Karisma yang lain, KHCC. Tanpa ragu... bergabunglah saya di komunitas ini. Ternyata...persaudaraan ada di mana-mana kawan, hilanglah semua perbedaan.. Sampai saat ini Honda Karisma masih setia merambah Pekayon - Ahmad Yani, Bekasi - KH Noer Alie - Kalimalang - Raden Inten - Pendidikan - Kol Soegiono - KH Abdulah Syafe'i - Prof Dr. Satrio - Rasuna Said setiap harinya. Sebagai anggota komunitas, saya memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik komunitas, di mana pun saya melintas. Ada satu momen yang tak akan bisa saya lupakan. Saya mengendarai Karisma di dekat seorang bapak yang juga mengendarai Honda Karisma dengan membonceng dua anaknya, satu di depan, satunya dibonceng di belakang. Nampaknya baru hari pertama masuk sekolah, anak yang di depan berseragam Taman Kanak-kanak, sedangkan yang di belakang berseragam Sekolah Dasar. Sesekali anak yang di belakang mencuri-curi pandangan ke arah Karisma saya. Mungkin pikiran ini yang ada di benaknya,"Koq Honda Karisma yang itu banyak tempelannya yak..? Punya bapakku nggak. Terus ada kotak gede di belakang, koq punya bapak nggak..", hehehe...ini asumsi saya lho. Tapi yang pasti, dia akan ke sekolah dengan segudang harapan, harapan untuk belajar yang bener, untuk pinter supaya selalu dapat ponten sepuluh..!! Terlihat di matanya... Duuh....jatuh lagi air mata bahagia saya, air mata yang kesekian kalinya, selain air mata ketika diizinkan beli motor dan menikah. Untung pakai helm full face, ga terlihat. Satu hal yang membuat saya makin bahagia... ia begitu bangga dan bahagia duduk bersama bapak dan adiknya di jok Honda Karisma. So long boys....!! Kamu akan merasakan bahagia yang lebih dari ini dengan motor bapakmu itu. Kemudian saya kasih tanda jempol ke anak itu, tak disangka tak dinyana, dia membalas dengan senyum...dan mengangkat jempol kanannya buat saya...Fantastis...!! Kebersamaan tak mengenal usia bukan..?? Hmm... kadang saya berpikir, Karisma ini saya miliki karena saya "anak mama"... Saya tidak pernah keberatan disapa dengan panggilan itu, tho itu awal mula yang membuat saya bahagia sampai detik ini...Makasih mama...makasih Honda...makasih Karisma... Jalin kebersamaan dan hilanglah perbedaan... Best Regards, Ary Kurniawan - KHCC #066 (Saya persembahkan untuk KHCC tercinta) **************************************************************************** Mailing list bekakak : [email protected] Website bekakak : www.bekakak.or.id Hubungi BOM : [EMAIL PROTECTED] Hubungi Pengurus : [EMAIL PROTECTED] Negeri kita berduka lagi kawan,... marilah kita meringankan beban mereka yang terkena musibah dengan ikut berpartisipasi menyumbangkan sebagian kecil dari rezeki kita kawan.."BekaKak Peduli Pangandaran dan sekitarnya" dengan no rek. 4191 286 965 BCA A/n HENDRO CAHYONO BCA CAB.DANAU SUNTER "BekaKak Peduli Yogya - Jateng" dengan no rek. 4191 286 965 BCA A/n HENDRO CAHYONO BCA CAB.DANAU SUNTER . "BekaKak Peduli Yogya - Jateng" di buka sampai dengan 13 Agusutus 2006 **************************************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bekakak/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
