syukurlah....
semoga para penegak hukum konsisten dan continue dalam menjalankan tugasnya.
tegas, disiplin serta jujur. sambil menegakkan hukum, menertibkan
lalulintas, semoga para oknum-pun mulai menertibkan hati nuraninya serta
menegakkan kejujuran di sanubarinya.

andai semua tertib, sangat mungkin gaji merekapun akan dinaikkan bukan? ngga
perlu lagi budaya ngompas dan "MEL" dibudidayakan dan dikembangkan dalam
kekuasaan mereka di jalan.... salut dan semoga semua menjadi lebih baik dan
menjadikan kita nyaman dalam berkendara....

salam tertib....

nb: tilang kami kalo melanggar lalin ya pak.... hehehe....



On 12/2/06, Krisdenis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Polda Metro Jaya Giatkan Operasi Tertib Lantas di Lokasi Macet
*Jakarta (ANTARA News)* - Direktorat Lalu-Lintas Polda Metro Jaya akan
melakukan operasi tertib lalu-lintas di berbagai lokasi yang terkenal macet
di Jakarta sebagai langkah mengatasi kemacetan yang kian menjadi.

Direktur Lalu-Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Djoko Susilo
di Jakarta, Selasa, mengatakan operasi ini bertujuan untuk membuat kesadaran
masyarakat akan tertib lalu-lintas meningkat dan membuat arus lalu-lintas
menjadi lancar.

"Lokasi UKI Cawang, Jakarta Timur menjadi tempat pertama dari operasi ini
karena kawasan ini rawan kemacetan dan sudah menjadi terminal bus bayangan,"
katanya.

Djoko mengatakan, berdasarkan analisa yang sudah dilakukan ditemukan fakta
bahwa penyebab kemacetan di kawasan UKI Cawang antara lain banyaknya
angkutan umum yang "ngetem" sembarangan, pengguna jalan yang tidak tertib,
adanya penyempitan jalan, bahu dan badan jalan menjadi tempat berdagang
Pedagang Kaki Lima (PKL) akibatnya pejalan kaki berjalan di badan jalan, dan
infrastruktur yang kurang memadai seperti halte rusak.

Selain itu, tambah Djoko, kawasan UKI Cawang menjadi tempat pertemuan
sekitar 65 trayek angkutan umum yang terdiri dari 26 trayek bus kota, enam
trayek minibus, delapan trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP), 26 trayek
bus luar kota dan enam non-trayek.

"Bisa kita bayangkan berapa banyak jumlah angkutan umum berbagai ukuran
yang beroperasi di kawasan UKI Cawang melihat jumlah trayek itu," katanya.

Dia mengatakan, dalam operasi yang dimulai hari Selasa (31/10) ini,
pihaknya sudah menurunkan sekitar 200 orang petugas yang terdiri dari 50
personel Samapta yang mengatur arus lalu-lintas, 30 bantuan dari Dinas
Ketentraman dan Ketertiban, sisanya dari Unit Reserse dan Intel yang
melakukan pengawasan dan tindakan hukum bagi aksi kejahatan serta Unit
Propam yang mengawasi kinerja petugas.

"Petugas patroli pun kita kerahkan untuk melakukan `hunting` terhadap para
pelanggar lalu-lintas di kawasan itu," tambahnya.

Djoko mengemukakan dari hasil operasi tertib lalu-lintas pada Selasa
(31/10) hingga pukul 14.00 WIB, telah ditindak sebanyak 187 pelanggar
lalu-lintas, yang seluruhnya adalah para supir angkutan umum dari berbagai
ukuran dan tiga kendaraan di antaranya sudah "dikandangkan" karena terbukti
tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi
(SIM).

"Paling banyak karena melanggar rambu dilarang berhenti dan di larang
parkir," kata Djoko.

Selain itu, Djoko menambahkan, dari 2 September hingga 27 Oktober 2006,
terjadi 8.195 pelanggaran lalu-lintas dan 33 kecelakaan terjadi pada
periode Januari hingga Oktober 2006 di kawasan UKI Cawang, Jakarta Timur
itu.

"Kecelakaan itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, tiga luka berat
dan 23 luka ringan," kata Djoko tanpa menyebutkan penyebab terjadinya
kecelakaan itu.(*)

*Copyright (c) 2006 ANTARA*

*31 Oktober 2006 18:20*






--
Ryolix Kienka
BekaKak #004
AA 5377 LA
=================================

Kirim email ke