semoga bermanfaat..!
yg baik ambil, yg jelek buang..... ;-)

 
TEKNIK MELAJU DI ASPAL LICIN 

  


            Gambar 1 
           
      Di aspal basah, kudu punya teknik mengendara yang prima. Jangan biarkan 
ban sampeyan diserang gejala mengapung (aqua-planning). Gejala ini semakin 
riskan, seiring kecepatan yang bertambah. Jangan sampai sampeyan terpeleset. 

      Paling perdana, kurangi tekanan angin ban (gambar 1). Alasannya, jika 
tekanan ban terlalu keras, ban semakin kecil menapak di aspal. 

      Ban kencang makin mengambang akibat gejala aqua-planning tadi. "Alhasil, 
motor seperti tidak menapak, susah dikendalikan," tegas Deden Arsad, instruktur 
balap yang mukanya licin. 

      Sebaliknya, jika tekanan ban berkurang, permukaan ban ke aspal lebih 
gede. "Memang tarikan motor lebih berat. Tapi itu relatif aman," tambah Andre 
Jess, drag-biker dan mantan crosser. 

      Kalau masih terasa licin, bergayalah macam tracker. Genggaman tangan 
mencengkeram setang. Kekuatan tertumpu di lengan dan pergelangan tangan. Satu 
atau dua jari tangan kanan, siaga di hendel rem depan.  

      Dengan cara itu, refleks sobat tetap terjaga jika tiba-tiba tergelincir. 
Ente pun nggak kaget dan mampu mengendalikan motor jika terpeleset. 

      Tapi perlu diingat perbandingan pengereman depan dan belakang. Tidak 
seperti kondisi kering. Ketika hujan 50% depan dan 50% belakang. "Kalau 
pengereman tertumpu di depan, motor gampang melintir," tambah Deden. 

      Makin sip, sobat bangkit dari jok. Posisi kaki menjepit tangki motor 
macam crosser. Itu bila besutan sobat bertipe sport. Jika bebek, monggo 
menjepit ujung jok. 

      Buntutnya, lebih lincah diajak bermanuver saat ketemu lubang. "Juga 
efektif mencegah motor oleng akibat jalanan terlalu licin," tegas Setyo Wacono, 
instruktur Solo Motocross Club School (SMCS).  Ipunk/Foto : Herry Axl 

        

            SEDERHANA JALAN LICIN
           
            Ada kiat-kiat sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Termasuk 
yang baru belajar naik motor. Pokoknya, enteng punya. ยท [EMAIL PROTECTED] 

            Engine Brake
            Inga.. inga.. jalan basah membuat tapak ban licin. Bro kudu 
hati-hati saat pengereman. Paling sip, gunakan engine brake. Lakukan oper dari 
gigi tinggi ke rendah secara perlahan, dengan gas halus, supaya roda belakang 
nggak terkunci. Kemungkinan sliding, kecil. 

            Rasakan Permukaan Jalan
            Saat riding di jalan licin yang nggak rata, rasakan permukaan jalan 
dengan mengocok rem secara perlahan. Jangan kaget menginjak atau tarik rem. 

            Akselerasi Lembut
            Bro mesti ingat saat akselerasi. Apalagi kalau mesinnya sangar, 
akselerasi kasar bikin roda belakang spin, belak-belok dan tergelincir. Tarik 
gas dengan pelan, yang penting selamat. 

            Di Turunan
            Jangan keburu nafsu ketemu turunan. Makin cepat sampeyan meluncur, 
makin sulit ngerem. Makanya dalam situasi hujan, lebih baik pelan dan pakai 
gigi rendah. Dengan begitu, motor tertahan putaran mesin. 

            Di Tanjakan
            Bro mesti waspada lawan di depan. Bisa aje doi nggak terkontrol 
terus menabrak sampeyan. Untuk itu jaga jarak supaya bisa ngeles alias 
antisipasi dengan gerak menghindar. 

            Jalan Berlumpur
            Saat menikung di jalan berlumpur, pilihlah trek bekas lindasan ban 
mobil. Di situlan tempat ban motor bro mencengkeram lebih baik. 

            Sliding? Jangan Panik!
            Lagi asyiknya menikung, eh motor sliding. Jangan panik! Kaki wajib 
tetap di pijakan supaya mudah mengontrol manuver motor. Jangan melawan gerak 
motor, ikuti aje sambil bro beradaptasi. 

            Ingat juga, jangan ngerem mendadak. Lepas gas perlahan, lakukan 
counter steering, ikuti ke mana arah roda depan sambil kaki tetap di pijakan. 

            Setelah dapat cengkeraman dan kontrol sepenuhnya, jangan keburu 
girang dan akselerasi mendadak. Meluncurlah keluar dari tikungan dengan 
hati-hati.
           

       

      Ref: Dok.M+  
     

<<attachment: clip_image002.jpg>>

Kirim email ke