Tumbs up, atas penundaan/pengunduran jadwal touring dari para pengurus yang terkait....
Mencegah lebih baik daripada mengobati! bebex-the-kill Berikut beberapa informasi hasil kopi jahe dari http://www.kompas.co.id/ <copast> *Jalan Sudirman Terendam Selutut* JAKARTA, JUMAT - Hujan yang terus mengguyur Jakarta sejak Kamis (1/2) malam telah membuat beberapa ruas jalan di Jakarta tergenang air. Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Plaza Sentral sampai dengan Universitas Atmajaya, air menggenang sampai dengan ketinggian sebatas lutut orang dewasa. Genangan air setinggi lutut itu mengakibatkan para pengendara sepeda motor mengambil jalur cepat. Sedangkan, Jalan Tendean menuju arah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan ketinggian air sudah mencapai pinggang orang dewasa, kondisi tersebut menyebabkan jalan dari perempatan arah Warung Buncit sampai ke arah Santa ditutup. Sementara itu, Jalan Gatot Subroto yang menuju Senayan serta Jalan Thamrin kondisi jalan padat merayap. Sumber: Antara Penulis: Wah -eof- * Jakarta Barat Siaga I Banjir* JAKARTA, JUMAT - Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso menyatakan, Jakarta memasuki kondisi siaga III karena sebagian besar kawasan digenangi air. "Semua tempat memasuki siaga III kecuali Jakarta Barat seperti Angke yang sudah masuk siaga I karena ketinggiannya lebih dari tiga meter," katanya di sela-sela pencanangan program fogging (penyemprotan) massal di Cilandak Barat, Jaksel, Jumat (2/2). Menurut dia, berdasarkan laporan terakhir, hingga 09.00 WIB, ketinggian air di pintu air Manggarai mencapai 920 cm sementara ketika terjadi banjir besar 2002 ketinggian di tempat itu 1.050 cm. Selain itu, pintu air Karet 700 cm sementara pada banjir 2002 tingginya 1.030 cm. "Kita melakukan penanganan antara lain dengan menggerakkan pompa mobile sebanyak 80 unit. Sebelum banjir kita memang sudah menentukan titik evakuasi di 78 daerah yang rawan banjir," katanya. Sutiyoso mengatakan, penanganan banjir di Jakarta baru akan tuntas bila pembangunan Banjir Kanal Timur usai meskipun ia mengeluhkan pemotongan anggaran banjir kanal pada APBD 2007 oleh DPRD Jakarta. "Pembangunan banjir kanal sepanjang 23,7 km dengan rata 100 meter lebarnya memakan biaya Rp5 triliun. Rp2,4 triliun anggaran dari daerah untuk pembebasan tanah sedangkan Rp3,5 triliun dari pusat untuk pembangunan fisik," katanya. Oleh karena itu, ia mengharapkan DPRD dapat memahami besarnya kebutuhan anggaran pembangunan proyek itu dan tidak memotong anggaran. Sumber: Antara Penulis: Nik --eof-- *Tol TB Simatupang Macet 3 Kilometer * JAKARTA, JUMAT - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (1/2) malam hingga Jumat (2/2) pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang, misalnya di ruas tol TB Simatupang, Jakarta Selatan. Kemacetan terlihat antara kilometer 31 hingga kilometer 28 dari arah Cilandak menuju Cawang. Sementara itu, pintu tol Cibubur arah Cawang dan Cikampek masih ditutup karena sebagian ruas tol tergenang air. Jalan totol ditutup sejak Jumat (2/2) pagi. Sampai berita ini diturunkan, hujan lebat masih terjadi di Cibubur dan Cawang. Banjir yang melanda wilayah Jakarta dan Bekasi hari ini membuat ribuan karyawan baik negeri maupun swasta tidak dapat menuju tempat kerjanya. Sebagian bahkan terisolasi di kawasan pemukiman karena terkepung banjir, mislanya di perumahan Pondok Cikunir, Bekasi.. Sumber: Antara Penulis: Wah --eof-- *Banjir di Duren Sawit Lebih Tinggi dari Banjir 2002* JAKARTA, JUMAT - Banjir yang terjadi di kawasan Duren Sawit, Pondok Bambu, dan wilayah lain di Jakarta Timur lebih tinggi daripada banjir besar yang terjadi pada Februari 2002. Banjir yang sudah terjadi sejak Kamis (1/2) malam diperparah oleh hujan yang terjadi sepanjang malam hingga Jumat (2/1) pagi. Akibatnya, ketinggian air di sebagian jalan semakin meningkat. Di beberapa ruas jalan, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Selain itu, jumlah rumah yang terkena banjir juga lebih banyak dari pada pada saat banjir besar pada 2002 terjadi. Di sejumlah kawasan, mobil terpaksa dlarang masuk karena akan menimbulkan kemacetan dan mengakibatkan air masuk ke rumah-rumah. Beberapa ruas jalan, di sejumlah jalan seperti jalan Dermaga terjadi genagan setinggi ban mobil. Akibatnya, terjadi kemacetan di mana-mana. Beberapa pengendara moror tampak mendorong kendaraannya karena mogok. Sebenarnya, Banjir Kanal Timur (BKT) sudah mulai digali dengan lebar hingga seratus meter. Namun, kolam-kolam BKT yang mulai digali tidak mampu menampung air. Sejumlah sekolah juga diliburkan karena para siswanya banyak yang tidak masuk. Para karyawan juga banyak yang tidak masuk kerja. Selain karena sulit menembus banjir, para karyawan memilih membersihkan rumahnya setelah air surut. Banjir juga terlihat di Jalan Pemuda, terutama di depan Arion Mal dengan ketinggian hinnga lutut orang dewasa. Sumber: Antara Penulis: Wah --eof-- *Di Puri Kartika, Ciledug Air Mencapai Plafon Rumah* JAKARTA, KCM -- Musibah banjir yang melanda sebagian besar wilayah Ibu Kota dan sekitarnya maih terus terjadi. Bencana cukup parah dialami warga perumahan Puri Kartika Ciledug, Tangerang. Hingga, Jumat (2/2) siang ini, genangan air telah mencapai plafon atau langit-langit rumah, setidaknya 3 meter. Belum ada bantuan yang mengalir ke wilayah ini. Kesaksian ini disampaikan warga setempat, Marbun dan Dessy kepada Radio Sonora. Sementara itu, laporan serupa pun diterima dari warga Puri Kartika II yang menyebutkan banjir sudah lebih dari dua meter dan sebagian besar warga terjebak di dalam rumah sejak kemarin malam. Mereka umumnya mengharapkan bantuan perahu kareta untuk evakuasi. Kondisi yang sama pun terjadi di perumahan Ciledug Indah. Banjir pun telah mencapai ketinggian lebih dari dua meter. Bantuan perahu karet sangat diperlukan warga. Sumber: Radio Sonora Penulis: Glo --eof-- *Sepeda Motor dari Bekasi 'Naik' Gerobak* JAKARTA, JUMAT - Sejumlah pemilik sepeda motor dari arah Bekasi menuju Jakarta Timur menggunakan jasa gerobak atau becak untuk menyeberangkan sepeda motor mereka. Masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini menarik tarif Rp10.000 untuk sekali penyeberangan. Akibat hujan yang berlangsung sejak dua hari terakhir, sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Bekasi dan Jakarta tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi sehingga menghambat arus lalu-lintas. Sejumlah ruas jalan di kawasan itu dipenuhi berbagai jenis kendaraan bermotor yang tidak bisa melintas akibat genangan air mencapai lutut orang dewasa. Kelumpuhan lalu lintas yang parah juga terjadi di Jalan Raya Bekasi. Jalan yang menghubungkan Cikarang dengan Kota Bekasi itu terputus karena banjir setinggi 120 centimeter menggenangi kawasan di depan pusat pertokoan Naga Plaza atau 200 meter dari Tambun. Sejumlah kendaraan tampak membalikkan arah ketika mendekati genangan air sehingga menimbulkan kemacetan makin semrawut. Sumber: Antara Penulis: Wah --eof-- *Banjir Merata, Tim SAR Kewalahan* Laporan Wartawan Kompas Cokorda Yudhistira BEKASI, KOMPAS--Tim SAR dari Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kota Bekasi kewalahan menangani permintaan warga yang terjebak banjir. Hujan yang mengguyur wilayah Bekasi sejak Kamis malam menyebabkan banjir merata di Kota Bekasi. Warga di perumahan Duta Kranji, Bekasi Barat, misalnya, terjebak dan tidak bisa meninggalkan rumah mereka karena akses jalan tergenang banjir sampai ketinggian satu meter lebih. Genangan air di komplek perumahan ini meninggi lantaran luapan air Kali Baru dan ditambah hujan deras. Sejumlah penghuni perumahan itu meminta agar pihak SAR mengirim perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga, namun permintaan itu sampai Jumat (2/2) siang, belum dapat dipenuhi. Sekretaris Satlak PBP Kota Bekasi Jubaedi mengaku, mereka kewalahan memenuhi permintaan warga lantaran seluruh petugas SAR sudah dikerahkan ke lapangan. Genangan air juga mengakibatkan akses sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi nyaris terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan,. Dari pemantauan Kompas, ruas jalan Kalimalang tergenang air nyaris setinggi 20 cm, sementara sejumlah titik di ruas Jalan Bintara Raya tergenang nyaris setinggi satu meter.
