Dengan keterampilan yang "dipaksakan", bekakakers mulai membongkar dan mengganti ban dalam. Akibat belum ada training "nambal ban", penggantian ban dalam memakan waktu sekitar 45 menit. Angin tak berhenti ber siat siut kencang menambah dingin suasana….
Perjalanan dilanjutkan kembali. Konvoy mulai mendekati tikungan monumen "bro Barly" (sorry bro nama sampeyan kepake). Setelah melibas dengan manis tikungan patah-patah-nya anisa bahar, satu demi satu sorot lampu bohay dibalakang gw menghilang. Sekejap kemudian bro Daday melaju mendahului dan memberi tahu road captain untuk putar balik karena tragedi "ban mulung paku" terulang lagi. Kali ini menimpa bro Ophet. Merasa udah ada satu pengalaman mengganti ban maka dengan "lebih" cekatan, ban dalam diganti. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan…. Setelah sukses ban dalam diganti, pompa bermasalah dengan pedal-nya yang berulangkali lepas. BekaKakers berperan menjadi mac gyver. Dari pompa digetok pake kunci pas, hingga mo nyoba diikat pake tali sepatu dilakukan…. Akhirnya dengan skill bekakakers yang cukup mumpuni, pompa berhasil difungsikan. Problem belum selesai…. Saat dipompakan ke pentil, angin ga bisa masuk hingga membuat ban kembung seperti yang diinginkan. Udah ngotot ampe kaki kaku bengkak, ban ga terisi angin… dicoba ganti pentil dan dikanibalin dari ban dalem lain, sama aje…… Putus asa, waktu dah menunjuk hampir jam 5 pagi. Gileee 3 jam berhenti demi ban. Tapi itulah kebersamaan. Hilangnya waktu bukan halangan. Akhirnya diputuskan untuk membawa ban sekaligus velg ke tambal ban dimanapun dikau adanya. Bro Daday dan bro Ophet menghilang ditikungan gelap. Bekakakers meluruskan kaki dan meletakkan kepala sebentar untuk mengembalikan stamina. Sekembali bro Ophet dan bro Daday ketahuan deh. Ternyata ban bermasalah setelah diganti akibat saking terampil dan semangatnya BekaKaker's memasang "ban dalem" hingga ternyata terjadi sobekan akibat besi pencungkil ban.... Ada-ada aja....... phuiifff... Setengah 6 pagi perjalanan dilanjutkan kembali.... Selepas gadog (salah ga nulisnya?) bohay isi full pertamax kembali. Konvoy melaju menanjak menuju liak-liuk jalanan puncak yang menggoda untuk nikung sambil tiduran… ups, rebahan ala valentino rossi. Apalagi pemandangan indah pagi dipuncak dan udara segar sangat mendukung…. Akhirnya sampe juga di masjid ATTA'AWUN. Bekakakers istirahat….. sholat dhuha, dan ngupi-ngupi sebentar. Perjalanan mengular menuju Cianjur - Padalarang… Tak terasa rasa kantuk menyerang bro Dino, dan diputuskan berhenti sebentar mencerahkan mata dengan jeruk…. Sekitar pukul 10 Bekakakers meminggirkan motor untuk makan pagi menjelang siang. Nasi goreng dilahap dengan full speed (lapeerrr nih yeee)…. Sambelnya…. Mak nyyooossss… bikin mata melek lagi….. Perjalanan menuju Ciwidey ternyata sangat indah dan mengasikkan. Tikungan tajam dan menanjak tinggi seolah menguji betapa tangguhnya Karisma. Jarang menggunakan gigi 1 untuk melibas tanjakan tajam dijalur tersebut. Apalagi gigi "0" alias didorong hehehe Konvoy mampir bentar di lokasi wisata kawah putih ciwidey… (hanya di depannya doang …. hehehe) Moment tersebut digunakan untuk poto poto sebentar dan menikmati sebatang cigarette. Pedagang strawbery mengerubutin kami menjajakan dagangan yang kami pikir cukup murah. Tapi hanya sebatas pikiran doang … karena kami ngga ada satupun yang beli hehehe. bersambung ..... -- Ryolix Kienka BekaKak #004 AA 5377 LA =================================
