ada forward dari teman. buat iseng2 isi waktu luang.....
Manusia purba konon sekalipun jarang cebok apalagi mandi, tetapi soal mencukur jenggot dan kumis mereka tidak pernah alpa. Pasalnya jenggot terlalu panjang bisa berakibat fatal jika sempat dipegang lawan bertarungnya dalam merebutkan pasangan atau tempat tinggal. Alasan lain jenggot dan cambang yang panjang biasanya disukai pasukan kutu dan sekutu-nya. Bukti yang ditemukan oleh ahli purbakala dari hasil penggalian di gua-gua menunjukkan bahwa selain mencabuti bulu-bulu dengan cara menjepit helai-demi helai rambut dengan bantuan dua keping batu pipih yang dijepitkan, lambat laut mereka menemukan cara lebih mudah yaitu menggunakan sisi tajam batuan "chert" atau sering disebut "flint stone." Chert adalah batu ubahan dari fossil binatang renik purba yang membatu dan mengeras sehingga ideal untuk dipotong-potong menjadi material bangunan. Batuan ini banyak ditemui pada daerah bergunung kapur. Orang-orang Inggris menggunakan batuan chert (flint stone) ini untuk rumah-rumah mereka. Ribuan tahun kemudian, masih dijumpai manusia modern mencabuti kumis dan jenggot dengan menggunakan dua keping mata uang yang dijepitkan pada ibu jari mereka walaupun alasannya iseng belaka. Dari jaman batu, bangsa Mesir dikenal mulai membuat pisau dari lempeng tembaga. Sementara orang Persia menggunakan pecahan batu kali (obsidian). Semua hanya dipergunakan bagi keperluan pribadi. Baru orang Romawi yangmenggunakan besi untk membuat pisau cukur dan melihat peluang bahwa usaha cukur bisa menjadi mata pencaharian mereka. Di balik pisau cukur "habis pakai boleh buang" yang nampak sederhana, sebetulnya tersimpan hasil penelitian ratusan tahun. Membuat logam yang tajam sehingga mampu "cres cres "memotong rambut adalah perkara mudah. Sayangnya mata pisau tajam maunya tidak terima pesanan tebang pilih. Mereka cenderung berprinsip hantam kromo "rawe rawe rantas malang-malang putung," akibatnya alih-alih ingin memotong rambut, kulitpun mukapun ikut dikerik sehingga meninggalkan trauma pada kulit. Akhir tahun 1700-an Perret seorang Perancis membuat alat yang mirip dengan generasi awal pisau cukur. Ia masih menggunakan kayu untuk membatasi mata pisau agar tidak mengiris kulit. Pada 1845 dari Inggris muncul nama Henson yang menciptakan mata cukur pipih dengan bentuk persegi mirip biskuit (tapi bukan). Tahun 1880 Kamfe bersaudara di Amerika mulai meyempurnakan ciptaan pendahulunya dengan menempelkan kawat pada sisi mata pisau. Namun persoalan yang masih mengganjal adalah bagaimana mengasah mata cukur yang majal? Persoalan ini dijawab oleh King Camp Gillette yang cerdik memanfaatkan isi pisau tumpul dengan menawarkan pisau yang sangat tipis namun teramat tajam, murah dan tidak perlu diasah sehingga tidak merepotkan pemakainya. Selama dunia dipenuhi manusia berjanggut, maka penawaran silet sekali pakai buang akan menciptakan bisnis yang berkesinambungan. Untuk menjaga hak ciptanya, pada 1901, ia mendaftarkan hak paten ciptaannya. Empat tahun kemudian ia bahkan membuka usaha silet di Boston sebelum akhirnya berkembang keseluruh dunia. Namun perusahaan "Bic" mengendus peluang lain, mereka mengeluarkan pisau cukur yang baik gagangnya ataupun kepalanya kalau sudah dipakai boleh dibuang. Keruan, Gillette kelimpungan sebab selama 12 tahun dunia menggunakan pisau cukur ala disposable ini. Setengah pangsa pasar direbut pesaingnya. Akibatnya mau tidak mau gillette-pun mengeluarkan cukuran disposable dari gagang sampai kepalanya salah satunya model Good News. Tetapi perang tidak berhenti sampai disini. Pisau cukur "Bic" memang murah, tetapi penikmat upacara cukur jenggot dan kumis di pagi hari, merasakan bahwa "mengapa kalau habis cukur terasa pedih, panas..." padahal di iklan, wajah para bintang seperti kucing garong baru menelan ikan peda lantas dijawil Titi Kamal di dagu sambil bilang "biar bisa henpon aku!." Kelemahan ini segera diisi oleh Gillette dengan mengeluarkan rancangan pisau berbilah empat Schick Quattro pada 2004. Tujuannya mampu memotong rambut tanpa ampun tanpa harus mengerok jangat wajah sehingga. Rahasianya, bahan karet diantara bilah pisau berfungsi sebagai penarik kulit wajah sehingga tidak menimbulkan trauma kulit. Karena wajah manusia itu memiliki kontur yang sulit terutama dibagian dagu belakang maka diciptakan kepala pisau yang mampu lentur bisa dibelok sesuka hati. Sebetulnya model ini produk gagal pada tahun 1933, lantaran saking banyaknya mata pisau dipasang, lagi-lagi kulit pemakai ikutan diiris. Untung mereka menemukan cara yang rumit dengan menciptakan pisau yang hanya tajam untuk membabat rambut namun tidak cukup tajam mengiris kulit. Tentunya dengan memasang pisau dengan sudut tertentu sehingga membuat nyaman pemakainya. Maka muncul model Fussion sebagai pengganti Mach 3 yang tidak kalah populernya. Bedanya pada model Fussion mereka menggunakan teknik sehingga mampu memotong pada sudut yang sulit, bahkan bisa untuk menipiskan cambang. Sementara ini pemasaran Gillette naik daun kembali. Mereka mengklaim dipakai seratus juta orang, setara dengan 35% pasaran di tangan mereka. Produksi Gillette kalau disambung mampu mengelilingi katulistiwa sebanyak 20 kali. Di kantor pusat Boston, para petinggi perusahaan Gillette sangat alergi terhadap para wartawan. Perusahaan yang baru dibeli oleh grup Procter&Gamble sebesar 74 triliun dollar merupakan pembelian terbesar di abad ini, menerapkan peraturan ketat terhadap karyawannya. "Karyawan cuma perlu tahu, bagaimana berproduksi secara garis besar." "Ini adalah bisnis penuh persaingan," kata Castro yang mengatakan alergi terhadap jurnalis. Seperti kata iklan, apapun jenis pisau cukurnya, maka untuk urusan mencukur jenggot dan kumis ada aturan "fore play" yang perlu diikuti. Pertama mencuci muka dengan air hangat, dan membiarkan agar jenggot dan kumis tetap lembab basah dengan memakai busa cukur. "Banyak orang berpendapat asal janggut sudah basah dan menggunakan sedikit sabun, maka mereka sudah siap mencukur. Padahal air dan sabun mudah kering sehingga diperlukan busa khusus untuk bercukur," kata Dan Lazarchik. salam, -- Hendro Cahyono PT. Indospec Asia QHSE Jl. Panglima Polim XIV No. 9 Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan 12160 Phone : +62-21 726 4611 (hunting) Fax : +62-21 722 7377 Mobile : 0812 841 8958 web : www.indospec.co.id email : [EMAIL PROTECTED] or [EMAIL PROTECTED]
