ada wejangan dari sby, neeh..... :)

<copast>
Transportasi Jalan
Presiden: Jangan Ngebut di Jalan Raya


Laporan Wartawan Kompas Suhartono


JAKARTA, KOMPAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan para
pengguna kendaraan bermotor agar berhati-hati dan tidak ngebut di
jalan raya. Pasalnya, jika seseorang ngebut di jalan, kendaraannya
dipastikan tidak akan bisa dikendalikan dan akhirnya timbul kecelakaan
yang menimbulkan korban jiwa.

Saat ini, menurut Presiden, ketika membuka Pekan Nasional Keselamatan
Transportasi Jalan di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah,
Jakarta Timur, Senin (23/4) siang, hampir satu juta orang meninggal
akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Adapun yang luka-luka
mencapai 50 juta jiwa. Di Indonesia, dengan tingkat kecelakaan sampai
20.000 kasus setiap tahun, korban jiwa yang meninggal mencapai 11.000
orang.

Acara ini dihadiri oleh Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono, Menhub Hatta
Radjasa, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Makbul Padmanagara dan
sejumlah menteri kabinet serta sekitar 800 siswa siswi SD.

"Saya minta pengguna jalan berhati-hati dan tidak ngebut. Tolong ya anak-anak,
diingatkan kepada siapa saja termasuk orangtuamu agar tidak ngebut di jalan,
karena dapat berbahaya," ujar Presiden yang dalam pidatonya kali ini
dihadapan anak-anak lebih komunikatif dibandingkan sebelumnya.

Menurut Presiden, angka kecelakaan lalu lintas ini sangat ironis,
sebab prajurit
yang gugur di medan pertempuran tidak sebesar itu. "Akan tetapi justru
putra-putri bangsa kita banyak yang mengakhiri jiwanya akibat
kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu harus segera dicegah. Hal ini
membutuhkan tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi dari
masyarakat dan kita semua," ungkap Persiden.

Presiden dalam kesempatan itu mengeluarkan instruksi agar segera
dibentuk badan antar-departemen yang segera berkoordinasi untuk
mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Presiden juga meminta segera dirumuskan cetak biru transportasi bagi
keselamatan pengguna jalan di jalan raya. Cetak biru tersebut harus
bisa diterapkan dan berlaku efektif.

Sementara Menhub Hatta Radjasa dalam sambutannya mengatakan akibat
meningkatnya kecelakaan lalu lintas di jalan yang menewaskan hampir
satu juta jiwa, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menunjuk Badan
Kesehatan Dunia (WHO) yang didukung oleh pendanaan Bank Dunia untuk
menjalankan program kesehatan jalan raya secara global yang disebut
Global Route Safety Program.

Penulis: Ima

Kirim email ke