Kisah perjalanan Bikers Indonesia keliling dunia
Dikutip dari www.rideforpeace.info

Jakarta-Tujuh bulan sudah ia meninggalkan Tananh Air untuk menggenapi impiannya 
keliling dunia. Perjalanan melintasi 45 negara dalam 750 hari bukan sekadar 
memenuhi ambisinya bersepeda motor. Ia ingin menampilkan sosok Indonesia dengan 
Tema Kedamaian.

Oleh:

Emmy Kuswandari

SH berkomunikasi ketika Jeffrey Polnaja sampai di India . Sebelumnya, ia telah 
melewati Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, China, kembali lagi ke 
Vietnam, Thailand, Bangladesh dan Bhutan. Satu-satunya Negara yang tidak 
membolehkan ia masuk hanya Myanmar .

Sambutan meriah ia terima ketika sampai di Bangladesh . Misi perdamaian yang ia 
usung mendapat sambutan masyarakat . Kedatangannya ke Bangladesh tepat seminggu 
sebelum Muhammad Yunus mendapatkan Nobel Perdamaian.

“Mereka mengaitkan perjalanan damai saya dengan perolehan Nobel tersebut” 
ujar Jeffrey Polnaja atau yang akrab disapa dengan Kang JJ.

 

Kenangan Bhutan

Meskipun begitu, sulit bagi Jeffrey untuk melupakan Bhutan . Untuk masuk di 
Negara ini harus dalam satu grup dan ada operaor wisata yang mengantar. Dua 
hari ia tertahan di perbatasan karena tidak bisa melewati Samdrup Jongkar. Izin 
harus diurus dari India . Ia masuk melalui Phounsheling.

Bhutan terkenal dengan sebutan The land of Thunder dragon karena jalannya yang 
berkelok-kelok dan berkabut. Jeffrey menggambarkan ketika kembali melihat 
kebawah, jalan seperti berlapis-lapis.

Kabut datang karena ketinggian daerah berpenduduk 600.000 orang itu berada 
1.500-7.000 meter diatas permukaan laut. Saking sedikitnya penduduk, dalam 
sehari kadang ia hanya bertemu satu hingga dua kendaraan saja.

Satu minggu di Bhutan ia menuju ke India . Dalam perjalanan menuju ke New Delhi 
, ketika sampai di daerah Shiliguri, Swing arm BMW R1150 GS Adventure yang 
dinaikinya patah ketika berusaha menghindari jurang sedalam 70 meter.

“Saya sih tidak apa-apa, tetapi motornya perlu perbaikan. Suku cadang harus 
didatangkan dari Jerman dan Indonesia ,” kata pria berusia 46 tahun tersebut.

Selain misi damai, perjalanan panjang ini ia lakukan sebagai ucapan terima 
kasih pada banyak Negara karena sudah membantu Indonesia menangani bencana 
Tsunami. Ia juga berkringinan citra positif mengenai Indonesia melalui people 
to people contact.

Selama di India , ia mengelilingi Nepal sisi barat dengan kendaraan sewaan 250 
cc. Selesai perbaikan nanti ia akan eksplore Nepal sisi Timur.

Setelah India , JJ bergegas masuk ke Pakistan . Diperbatasan 
Pakistan-Afganistan petugas ingin memastikan ia bisa masuk tanpa gangguan, 
terlebih memang tidak ada motor yang melintasi disana.

 

Melarang Sepeda Motor

Dari perjalanan panjang yang sudah ia lalui, JJ jadi tahu banyak Negara yang 
melarang sepeda motor melintas, terlebih ketika hanya seorang diri. Misalnya di 
Vietnam , ia perlu surat izin khusus dari Deputi Perdana Menteri Vietnam untuk 
bisa melintas batas Negara itu dengan sepeda motornya.

Di perbatasan Vietnam-Laos, lagi-lagi ia mendapat kesulitan. Petugas perbatasan 
sama sekali tidak mengizinkannya melintas.

Kejadian tidak mengenakan pernah ia alami ketika melintasi suatu Negara. 
Lagi-lagi JJ enggan Negara tersebut dikutip. Masyarakat setempat memiliki 
kebiasaan kongkow tiap sore dan menikmati minuman keras. Siapa yang tidak 
minum, tidak akan diajak bicara, terlebih orang asing seperti dirinya.

“Saya bilang ke mereka, saya mau saja minum, tetapi bensin saya habis. Jadi 
minuman ini akan saya jadikan bensin saja. Mereka bilang jangan! 20 kilometer 
ke depan ada pom bensin. Informasi ini sebetulnya yang saya inginkan,”jelas 
JJ”.

Kebetulan do motornya ada sebotol minuman, lalu ia tawarkan minuman itu. 
Setelah tegukan pertama, JJ buru-buru tancap gas, karena khawatir milisi-milisi 
itu semakin tidak terkontrol ketika sudah menenggak minumam keras.

Dua Etape

Sang Promotor, mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suyono menerangkan dalam rencana 
besar, perjalanan JJ dibagi dua tahap. Etape pertama dengan melintasi 45 negara 
selama 750 hari dan etape kedua melintasi 54 negara.

“Tetapi kemungkinan ia harus istirahat dulu selama satu tahun,” ujar Suyono.

Perjalan JJ tersebut bisa diikuti melalui website www.RideforPeace.info. Tak 
jarang, ia melukiskan perjalanannya dalam sebuah surat . Foto-foto JJ pun 
terpampang.

“Meski pada dasarnya saya tidak suka memotret diri saya sendiri, tetapi pada 
suasana daerah yang saya lintasi,”kata JJ menutup pembicaraan.

Dua Motor Khusus untuk Misi Damai JJ

Jakarta-Sebelum berkeliling Dunia, Jeffrey Polnaja alias JJ terlebih dahulu 
sudah menempuh perjalanan sejauh 330.000 kilometer (km), setara dengan 150 kali 
perjalanan Jakarta-Bali pulang-pergi. Lepas 45 negara dalam 750 hari, ia 
merencanakan etape kedua melewati 54 negara di benua Amerika dan Australia .

Motor yang dikendarai JJ mempunyai sejarah panjang. BMW sejak 30 tahun lalu 
mempunyai R80GS sebagai motor enduro spektakuler petualangan. Dari sisi 
pemasaran sudah terjual 150.000 unit. Tipe inilah yang menjadi inspirasi 
kelahiran R1150GS adventure dan non adventure.

Motor JJ R1150GS dirancang untuk Rolling Hard super jauh. Tangkinya mampu 
menampung 30 liter dan menempuh perjalanan sejauh 500 km. Motor ini dirancang 
untuk segala medan , termasuk gearbox khusus off road, dan ban khusus jalan tak 
rata. Motornya juga dipasangi suspensi yang bagus.

Suspensi ini sangat penting, karena akan menentukan stamina pengendaranya. 
Selain itu ada system proarm dengan penyesuai hidrolik untuk mengatasi 
guncangan hebat.

Untuk kenyamanan, jok bagian depan dilengkapi lima tingkat penyetelan sesuai 
kebutuhan. Winshield dirancang lebih besar dari non Adventure, untuk melindungi 
pengendara dari terpaan angina. Setelan tempat duduk JJ pun khusus, yang dapat 
disetel sesuai dengan postur tubuh pengendara.

Dua Kendaraan

BMW menyediakan dua kendaraan tipe yang sama untuk mendukung perjalanan panjang 
JJ. BMW R1150GS Adventure yang digunakannya memang dirancang khusus, dengan cat 
dominant berwarna superwhite . Motor ini mengusung mesin ber- displacement 
1.130 cc 4-stroke 2-silinder dengan tipe mesin boxer horizontal

Tambahan lainnya, box khusus dibagian belakang serta GPS yang ditempatkan 
strategis di antara panel speedometer digital. Bahan baker premium dengan oktan 
minimum 95. Bobot bersihnya 232 kilogram, bore x stroke3.97 x 2.77 inci, dengan 
maksimum power 85 hp pada 6.750 rpm.

Top Speed motor berteknologi Jerman ini 119 mph. Torsi 98 Nm pada 5.250 rpm 
dengan ratio kompresi 10.3:1. Sistem transmisi 6 speed overdrive .

Ban yang digunakan berukuran 110/80-ZR 19 untuk depan dan 150/70-ZR 17 di 
belakang. Kendaraan ini dilengkapi disc brake 276 mm 10.86 inci dengan double 
piston floatinh caliper.

“Paling tidak saat ini sudah menghabiskan US$ 30.000 hanya untuk bensin 
saja,”ujar JJ. Ia sendiri menolak berapa dana yang sudah dikeluarkannya.

 

Kirim email ke