mas angking, kayaknya email ini udah lama deh hehehe btw....
kemana ajeee.....??? nongol dong sesekali di kopdar... oke? On 5/25/07, Alchairi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
*>>* *>> Jolanda D Matakupan <[EMAIL PROTECTED] delirium. com> wrote:* *>>>* *>> Guys... Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja Slip* *> Biru.* *>> Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru. Kalau Slip* *>> Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela * *> diri* *>> secara hukum. Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kita akan disidang.* *> Dan* *>> SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat. Tapi ngerti sendiri * *>> kan* *>> prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagi calo2 yang bejibun. * *>> Tetapi* *>> kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar * *>> denda.* *>> kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga* *> salah).* *>> Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM * *>> kita* *>> di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. Misalnya, kita ditilang di * *>> Perempatan Mampang-Kuningan, kita tinggal ambil SIM kita di Polsek* *>> Mampang. Dan denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya itu* *> tidak* *>> melebihi Rp. 50.000,- dan dananya Resmi, masuk ke Kas Negara. Jadi, * *>> kalau* *>> ada Polantas yang sampe minta undertable Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000,-* *>> Biasanya di Bunderan HI arah Imam Bonjol tuh, (sorry) but it's Bu**S**t!* *>> Masuk kantong sendiri.* *>>* *>> Trust me guys, I've been doing this before. Waktu kena tilang di * *>> Bundaran* *>> Kebayoran ( Ratu Plaza ). Saya memotong garis marga. Karena dari arah * *>> senopati sebelumnya saya berfikir untuk ke arah Senayan, tetapi di * *>> tengah* *>> jalan saya berubah pikiran untuk lewat sudirman saja. Dan saya memotong* *>> jalan. Saya berhenti di lampu merah arah sudirman. Dan tiba-tiba Seorang* *>> polisi menghampiri dan mengetok kaca mobil. Dia tanya, apa saya tau* *>> kesalahan saya? Ya saya bilang nggak tau. Trus dia bilang kalau saya* *>> memotong Garis Marga. Saya cuman bilang, masa sih pak? saya nggak liat.* *>> Maafin deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM saya. Alhasil saya harus* *>> berhenti sejenak untuk bernegosiasi. Dia meminta Rp. 70.000,-. Dengan * *>> alasan, kawasan itu adalah Kawasan Tertib Lalulintas. "Nyetir sambil* *>> nelfon aja ditilang mbak!". Dia bilang gitu. Saya kembali ke mobil, dan* *>> berbicara sama teman saya yang kebetulan menemani perjalanan saya. Teman* *>> saya bilang, "Udah kasih aja Rp. 20.000,- kalo ga mau loe minta Slip * *>> Biru* *>> aja". Dengan masih belum tau apa itu Slip Biru, saya kembali menghampiri* *>> pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp. 20.000,-. "Pak, saya cuman * *>> ada* *>> segini." Si polisi dengan arogannya berkata, "Yaahh.. segitu doang sih* *>> buat beli kacang juga kurang mbak". Sambil tertawa melecehkan dengan* *>> teman2nya sesama `Polisi Penjaga`. "Ya udah deh pak, kalo gitu tilang * *> aja.* *>> Tapi saya minta Slip yang warna Biru ya pak!". Seketika saya melihat * *>> raut* *>> wajah ketiga polisi itu berubah. Dan dengan nada pelan salah satu* *> temannya* *>> itu membisikkan, tapi saya masih mendengar karna waktu itu saya berada * *>> di* *>> dalam pos. "Ya udah, coba negoin lagi, kalo ga bisa ga papalah.* *> Penglaris,* *>> Mangsa Pertama. Hahahaha..." . Sambil terus mencoba ber-nego. Akhirnya* *> saya* *>> yang menjadi pemenang dalam adu nego tersebut. Dan mereka menerima* *> pecahan* *>> Rp. 20.000,- yang saya tawarkan dan mengembalikan SIM saya. Dalam* *>> perjalanan, teman saya baru menjelaskan apa itu Slip Biru.* *>>* *>> So, kalo dititalng. Minta Slip Biru aja ya! Kita bisa membayangkan dong,* *>> bagaimana wajah sang polantas begitu kita bilang, "Saya tilang aja deh* *>> pak, Saya mengaku salah telah menerobos lampu merah.Tolong Slip Biru* *>> yah!". Pasti yang ada dalam benak sang polisi "Yaahh... ngga jadi panen* *>> deh gue..."* *>>* *>>* *>>* *>> Drive Save, Drive Carefully, & Cheers,* *>>* *>>* *>>* *>> Jolanda D Matakupan* *>> The Jakarta Delirium* *>> Event Organizer, Production House, Architect & Interior Design, DExport* *>> Import Delivery Services.* *>> e-mail: : [EMAIL PROTECTED] delirium. com* *>> Phone : +6221.30730701* *>> Mobile : +62811.176.706* *>> ganl*
-- Hendro Cahyono PT. Indospec Asia QHSE Jl. Panglima Polim XIV No. 9 Kebayoran Baru, Jakarta - Selatan 12160 Phone : +62-21 726 4611 (hunting) Fax : +62-21 722 7377 Mobile : 0812 841 8958 web : www.indospec.co.id email : [EMAIL PROTECTED] or [EMAIL PROTECTED]
